
Selesai berkeliling di pasar malam, menaiki wahana yang tersedia dan menikmati jajanan, Senja dan Ryota memutuskan untuk kembali ke hotel agar bisa beristirahat. Mobil keluaran terbaru merk Akira milik Raka, dikendarai Ryota dengan kecepatan sedang. Ryota terus mengukir senyum sedari tadi, dia yang baru pertama kali berada di tengah-tengah perkampungan di Indonesia begitu menikmati keseruan kencan malamnya.
"Senyum terus sekarang, tadi aja ngambek," ledek Senja.
"Ternyata seru juga pasar malamnya di sini," gumam Ryota.
"Aku malah pengen nikmati pasar malam di Jepang, sambil memakai pakaian adat sana, bertaburan kembang api, eh bentar aku ingat-ingat dulu namanya apa ya?" Senja mengetuk-etuk dahinya mencoba mengingat nama perayaan di Jepang yang pernah dia tonton di dorama.
"Hayo apa, padahal kita habis dari sana loh," Ryota mencoba memberi petunjuk.
"Hmm apa ya, kayak familiar gitu," Senja masih terus mengingat.
"Hanabi!" pekik Senja akhirnya ingat. Hanabi dalam bahasa jepang dapat diartikan sebagai bunga dari api. Festival kembang api di sana bak pesta rakyat yang tak boleh dilewatkan baik turis lokal maupun mancanegara.
__ADS_1
"Ohya pantesan ada beberapa lukisan kembang api ya di hotel, kan emang artinya itu, baru ngeh," lanjut Senja kembali.
Tiba di hotel, Senja dan Ryota memutuskan segera ke kamar masing-masing. Keduanya saling melempar finger heart sebelum memasuki kamar.
"Ta, sini lihat ini," Raka yang melihat Ryota memasuki kamar, segera menunjukkan hasil penyelidikannya tentang seseorang.
"Ini serius?" tanya Ryota masih tak percaya setelah membaca fakta dari Raka.
Ryota menghela nafas, mencoba untuk meyakini suatu fakta dari apa yang telah disampaikan Raka. Laut yang dalam mungkin bisa diselami, namun hati seseorang siapa yang tahu. Kemudian dia berjalan ke toilet untuk membersihkan diri dan berganti pakaian untuk tidur.
Ryota berbaring di ranjangnya dan mencoba memejamkan mata. Namun, pikirannya masih melayang pada fakta yang baru saja ia diterima tentang mantan kekasihnya, Sato Tsubaki.
Ryota tak sengaja mencuri dengar pembicaraan Senja dan mamanya. Dia yang pada awalnya berniat mengambil sesuatu di dapur akhirnya diurungkan setelah melihat obrolan serius Senja dan bu Dewi. Dia ingin mama dan kekasihnya makin dekat maka dia memberi waktu untuk keduanya.
__ADS_1
Pada saat dia mencoba melangkah pergi, terdengar pesan bu Dewi agar Senja menjaga Ryota dari Tsubaki. Ada apa dengan Tsubaki, pikir Ryota kala itu.
Ryota tak pernah ingin berprasangka buruk kepada orang lain. Baginya, hidup itu harus less assumption but more clarification, maka disuruhlah Raka untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Tsubaki. Raka pun mengiyakan dan menyewa detektif swasta dari kenalannya di Jepang.
Tsubaki yang dikenal Ryota adalah seorang perempuan cantik, pintar, lemah lembut dan pandai mengolah masakan. Namun, ternyata hal itu hanya bagian kecil bahkan sangat kecil dari yang dia ketahui selama hubungan mereka empat tahun di Jerman. Perempuan cantik jago menggambar ini mempunyai sisi lain yang sangat bertolak belakang dengan apa yang ditunjukkannya. Perempuan dengan sisi hitam dan putih yang bisa ditampilkan secara bergantian, dan rapi menyembunyikannya.
Ryota dengan segala hati besarnya merasa jika apa yang dilakukan Tsubaki bukan sepenuhnya kesalahannya, maka dia merasa perlu menolongnya. Namun, rasa peduli yang akan dia tunjukkan tentu dapat menimbulkan tafsir berbeda-beda bagi orang di sekitarnya dan dia tak ingin hal itu terjadi. Dia kembali membuka mata mencoba berpikir cara terbaik untuk menolong mantan kekasihnya dari lembah hitam yang membelenggunya selama ini.
"Ah iya Dia pasti bisa," ucapnya pelan kemudian menoleh ke arah Raka yang telah pulas tertidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai-hai 👋👋 terima kasih kepada kalian yang telah berkunjung ke cerita ini, dan kalian yang masih setia akan kelanjutannya, semoga dimanapun kalian berada selalu dalam lindungan Tuhan ya, Aamiin 🙏, selamat beristirahat semuanya.. 🤗 oyasuminasai 🙋
__ADS_1