Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Melamar


__ADS_3

Dua bulan berlalu sejak pertemuan Senja dan Ryota di ruang kerjanya untuk berpamitan. Dan sudah sebulan ini pula Senja menikmati hari-hari barunya di London sebagai mahasiswa S2. Rencana Ryota untuk memperjuangkan hubungannya masih belum dilakukannya dalam dua bulan ini. Proyek pembangunan pabrik baru di Jawa Timur sudah memasuki tahap akhir dan minggu ini akan opening, maka dari itu Ryota begitu sibuk mempersiapkannya. Ryota berpikir dia akan mendatangi rumah Senja bersamaan dengan acara opening pabrik barunya nanti. Dia akan datang sendiri meminta restu kepada kedua orang tua Senja.


Saat Ryota tengah sibuk memeriksa rangkaian acara untuk opening pabrik barunya, notifikasi pesan masuk dari mama tercintanya datang.


📥


"Assalamualaikum sayang, mama dan papa bentar lagi flight menuju Surabaya, see you,"


Sang mama memang rutin mengunjungi Indonesia setahun sekali untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya. Kunjungan ke Indonesia kali ini terasa special karena sang suami juga akan ikut di tengah kesibukannya. Tentu saja selain untuk ke makam, kedua orang tuanya akan datang ke opening pabrik baru Akira Indonesia serta mereka juga berencana menemani Ryota untuk menemui orang tua Senja.


Ryota sudah menceritakan tentang berakhirnya kisah cintanya bersama Senja kepada orang tuanya. Alasan orang tua Senja pun cukup dipahami oleh sang mama yang merupakan perempuan jawa juga, sedangkan sang papa hanya bisa menggaruk kepalanya tak paham.


Flashback on


"Datang dan temui orang tuanya secara langsung sayang, bagaimanapun orang tua seorang gadis pasti ingin melihat seberapa serius calon pasangan putrinya," saran bu Dewi untuk Ryota.


"Berarti aku datang langsung ke sana tanpa bawa teman atau keluarga gitu kah Ma?" tanya Ryota memastikan.


"Lebih baik seperti itu, rebut hati kedua orang tua dan minta restu secara baik-baik. Nanti mama dan papa akan ikut menemani dengan menunggu di mobil saja," jawab bu Dewi.


"Tunjukkan bahwa kamu memang layak untuk putri tersayangnya, dan yakinkan beliau dengan baik, boy," pesan sang papa.


Flashback off

__ADS_1


Kamis pagi ini, media baik cetak maupun sosial tengah ramai dengan acara pembukaan pabrik baru Akira Indonesia di Jawa Timur. Ryota terlihat gagah saat melakukan konferensi pers. Senja di London pun tak ketinggalan dengan berita ini. Dirinya tersenyum bangga pernah menjadi bagian dari tim tersebut dan bangga dengan kekasihnya. Hmmm masih bisa disebut kekasih gak sih, kan sudah putus namun masih harus menunggu. Apapun sebutannya Senja masih yakin dengan masa depannya bersama Ryota yang selalu dia doakan setiap malam.


Siang hari, Ryota kembali ke hotel tempatnya menginap, yaitu Hanabi Hotel. Hotel tersebut juga merupakan tempat menginap kedua orang tuanya. Mereka bertiga berencana untuk ke rumah Senja selepas maghrib nanti. Tentu saja kedatangan mereka ke sana tak diberitahukan kepada Senja, apapun hasilnya agar menjadi kejutan untuk Senja begitu pikir Ryota.


"Ini rumah orang tua Senja?" tanya bu Dewi saat mobil tengah berhenti di depan sebuah rumah sederhana namun terasa asri.


"Betul Ma, Ryo ke dalam dulu ya Ma, mama dan papa di sini saja dengan Raka," ucap Ryota. Ryota kemudian mulai melepaskan sabuk pengaman dan bersiap untuk keluar namun di tahan oleh Raka yang pada malam ini bertindak sebagai sopir untuk acara penting sahabat sekaligus atasannya ini.


"Pakai ini Ta, jangan lupa," perintah Raka.


Raka menyarankan Ryota untuk menggunakan alat penyadap suara kecil yang dipasang ke telinganya, sehingga dia, beserta kedua orang tua Ryota dapat mendengar situasi menegangkan di dalam. Ide ini langsung disetujui oleh bu Dewi dan pak Hiroto, untuk mendengar acara penting sang putra.


"Baiklah, baiklah." Ryota sebenarnya malas menggunakan alat tersebut, namun desakan ketiganya akhirnya dia mau tak mau bersedia. Selain itu, Raka memberi iming-iming bahwa rekaman ini akan diberikan untuk Senja, dan Senja pasti akan bangga dengan perjuangan Ryota.


Tok... tok...tok "Assalamu'alaikum." Ryota mengetuk pintu rumah yang tengah terbuka dan mengucap salam.


"Waalaikumsalam," jawab bu Metta dan Pak Joko secara bersamaan dari dalam, kemudian keduanya berjalan menuju pintu rumahnya.


"Selamat malam Pak, Bu," sapa Ryota.


"Malam nak Ryo, silakan masuk," jawab pak Joko. Setelah pak Joko dan Ryota duduk manis di kursi, bu Dewi menuju dapur untuk menyiapkan minuman untuk tamunya.


"Apa kabar nak Ryo, ada keperluan apa malam-malam kesini. Senja sekarang di London sekolah di sana." Pak Joko mengira kedatangan Ryota kesini adalah mencari anak gadisnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah kabar saya baik Pak, saya kesini bukan untuk mencari Senja, melainkan untuk melamar Senja," jawab Ryota.


"Melamar?" Pak Joko memastikan pendengarannya.


"Betul Pak, saya di sini mohon izin kepada Bapak dan ibu untuk meminta Senja agar dapat menjadi istri saya. Saya mencintai putri bapak dan ibu dengan tulus dan dengan sepenuh hati saya. Saya berharap bapak dan ibu memberi restu untuk kami," pinta Ryota dengan tenang dan tulus.


Bu Metta keluar dari dapur dan membawa minuman dan camilan untuk Ryota.


"Silakan diminum dulu nak Ryo," tawar bu Metta kemudian ikut duduk di sebelah suaminya. Dia tadi sempat mendengar samar kata melamar yang disampaikan oleh Ryota dari ruang tamu.


"Terima kasih bu," ujar Ryota kemudian meminum teh hangat yang disajikan untuk nya.


"Nak Ryo, apakah sudah diberi tahu oleh Senja?" tanya pak Joko. Dia ingin memastikan apakah Senja sudah bercerita tentang hubungan keduanya yang tidak bisa berlanjut karena weton dan JiLu.


"Sudah Pak, tetapi apakah tetap tidak bisa untuk kami melanjutkan ke jenjang pernikahan?" tanya Ryota penuh harap.


Pak Joko mengambil gelas minumannya. Dia mencoba untuk mencari jawaban yang tepat untuk pria muda di hadapannya ini. Baginya menolak lamaran adalah hal yang pamali apalagi sudah di rumah seperti ini. Ketika dia tahu hubungan Senja dan Ryota, dia segera memberitahu Senja agar hubungan mereka bisa berakhir, namun nyatanya Ryota malah datang melamar kesini secara langsung.


"Apakah Senja tahu kamu kesini?" tanya pak Joko.


"Tidak pak, kami sudah mengakhiri hubungan kami tiga bulan lalu setelah Senja menceritakan semuanya. Namun sungguh saya benar-benar mencintai putri bapak dan ibu, dan setelah beberapa kali salat malam saya makin yakin untuk segera melamar Senja malam ini." Ryota memang tengah sibuk dengan pekerjaannya di siang hari, namun saat malam tiba dia tak lupa untuk meminta Senja pada pemilik semesta.


Pak Joko makin dibuat bingung oleh situasi malam ini. "Maafkan saya nak Ryo, beri saya waktu untuk menjawab lamaran nak Ryo, saya juga akan mendiskusikan dengan Senja."

__ADS_1


"Kamu masih saja keras kepala, Joko," ucap seseorang yang baru datang dari arah pintu.


__ADS_2