
Senja dan teman-temannya tiba di restoran untuk menikmati sarapan sebelum menuju lokasi pabrik. Kevin nampak ikut bergabung dengan duduk di depan Senja, dan disusul Tsubaki, sehingga posisi mereka adalah Senja berhadapan dengan Kevin dan di sebelahnya Ryota berhadapan dengan Tsubaki.
Tsubaki menikmati makanannya dalam diam dan menatap dalam mantan kekasihnya, sedangkan Ryota lebih sering mengamati Kevin. Kesal, tentu saja namun Ryota mencoba menahan egonya, Senjanya tak mungkin berpaling. Sesekali Kevin membantu Tsubaki untuk sekedar mengambil makanan yang jauh dari jangkauannya atau minuman, dan perhatian kecil tersebut tentu tak luput dari pandangan Ryota dan hal itu membuatnya tersenyum tipis.
"Sebentar lagi ada pembukaan beasiswa dari pemerintah, mau coba Ja?" tanya Kevin, ia ingat dulu sering mengobrol dengan Senja terkait beasiswa S2 ke luar negeri, terkadang keduanya sering latihan bersama dengan mengobrol bahasa inggris tentang banyak hal.
Senja belum sempat menjawab, Raka telah bersuara bahwa para undangan dan media telah datang untuk menyaksikan prosesi peletakan batu pertama pembangunan pabrik otomotif terbesar ini. Mereka yang saat ini menikmati hidangan sarapan mulai segera menghabiskan menunya agar segera menemui para undangan dan awak media.
"Kalau ada infonya wa ke aku ya Senpai," ucap Senja pada Kevin. Dia kemudian merapikan kursinya sebelum menuju lokasi.
__ADS_1
Ryota berjalan gagah diikuti Senja menuju lokasi acara yang telah disiapkan asistennya siapa lagi kalau bukan Raka dan Dila. Terlihat beberapa pejabat pemerintah daerah setempat serta perwakilan kementerian perindustrian juga nampak hadir. Media baik cetak maupun televisi pun tengah bersiap dengan perlengkapan terbaiknya untuk menayangkan sebuah prosesi penting. Pabrik otomotif besar Akira Indonesia akhirnya melakukan ekspansi dengan membangun pabrik barunya di Jawa Timur. Bahkan kawasan industri yang dipilih pun merupakan kawasan industri yang belum lama berdiri. Tentu saja ini merupakan pencapaian positif mengingat selama ini pabrik motor dan mobil masih terpusat di Jawa Barat dan Jakarta.
Prosesi peletakan batu pertama dibuka dengan MC yaitu Dila, kemudian dilanjutkan sambutan dari pejabat daerah dan kementerian dan terakhir sambutan oleh Ryota. Pada saat Ryota berdiri warga sekitar yang nampak hadir ikut bersorak melihat betapa gagah dan tampan presiden direktur Akira Indonesia ini. Senja nampak tersenyum bangga dan sesekali mengambil pose terbaik kekasihnya untuk diabadikan di ponsel apel miliknya.
"Hai," Tsubaki menepuk pelan lengan Senja.
Keduanya saling diam namun berisik dalam pikiran. Senja dan Tsubaki masih asyik melihat Ryota yang tengah bersama para pencari berita bersama Kevin selaku project manager dan juga Raka tentu tak ketinggalan.
"Bisa bicara sebentar?" tanya Tsubaki.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Senja. Kini keduanya menjauh dari keramaian dan menuju tempat yang lebih rindang untuk mengobrol sejenak.
Senja mengikuti langkah kaki Tsubaki. Batin dan pikirannya tengah bercampur aduk memprediksi apa kiranya yang akan Tsubaki bicarakan, apakah dia akan merebut Ryota? atau dia akan secara terang-terangan ingin menyingkirkannya atau jangan-jangan dirinya akan diculik agar tak bisa bertemu Ryota kembali, ahh otak Senja mulai penuh adegan-adegan bak potongan film action.
Di bawah pohon rindang, Tsubaki berhenti kemudian berbalik menghadap Senja. Dia lantas membungkukkan badannya.
"Gomennasai (maaf)," ucap Tsubaki.
Senja merasa kaget dan bingung, kemudian reflek melihat ke kanan dan kiri khawatir ada pencari berita yang mengikuti mereka, namun sepertinya mengabadikan momen peletakan batu pertama oleh Akira Ryota lebih menarik daripada mengikuti dua perempuan cantik ini.
__ADS_1