
"Loh sachou, ke museum MACAN juga?"
Antara kaget dan senang, begitulah perasaan Senja saat ini ketika tanpa sengaja melihat Ryota yang tengah berjalan seorang diri menuju ruang pameran museum MACAN.
Museum MACAN atau singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara merupakan museum pertama di Indonesia yang memiliki koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia serta internasional.
Berlokasi di AKR Tower, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Senja yang baru selesai dari toilet, tanpa sengaja melihat Ryota tengah berdiri kemudian memasukkan telepon genggamnya ke saku, dan saat itulah Senja mendekati dan menyapanya. Senja merasa beruntung karena akhirnya dia tidak sendiri karena ada orang lain yang dia kenal berada di tempat yang sama, apalagi Ryota juga sendirian. Mereka berduapun akhirnya mengobrol sambil berjalan menuju lokasi pameran di lantai 5.
Flashback on
"Kalian dapet gak tiketnya?" Senja sangat antusias berharap teman-teman di Empat Sekawan bisa ikut dengannya ke museum MACAN, karena selain bisa melihat karya seni yang menakjubkan tentunya tempat tersebut juga sangat instagramable sehingga patut dikunjungi begitu pikirnya.
"Hah, gagal terus nih mau login kayaknya di tanggal itu udah banyak yang booked deh," Alya paling antusias agar bisa kesana di tanggal yang sama dengan Senja pun harus rela gigit jari karena pendaftaran di tanggal yang sama telah sold out.
__ADS_1
"Aku mau mudik tanggal itu ke Serang, yahhh next week aja yukk," ucap Rinta.
"Kamu gimana Dil? aku udah terlanjut bayar lagi? apa aku batalin aja?" gumam Senja.
"Besok, Bang Raka ngajak pergi," ucap Dila sambil memamerkan gigi putihnya. "Lanjut aja mbak, ntar ceritain ke kita, sayang juga udah bayar ini" lanjut Dila.
"Maapin Dila ya guyss," batin Dila.
Dila sebenarnya telah mendapatkan tiket juga di hari yang sama dengan Senja, namun karena melihat Alya dan Rinta tidak bisa bergabung, akhirnya terlintas ide untuk memberikan tiketnya kepada Ryota. Segera dia mengirim pesan kepada Raka agar membahasnya dengan Ryota, dan voilaa Ryota setuju,, yahh pasti setuju kan juga mau pendekatan hoho.
Flashback off
Ryota bingung hendak menjawan apa, tentu saja dia tak boleh menjawan jujur kalau semua ini ide Dila dan Raka. Luckily, dia sempat mencari tahu sekilas tentang museum MACAN ini tadi sebelum bertemu Senja, dan dia menemukan fakta bahwa terdapat karya seniman Jepang yang akan dipamerkan juga akhirnya dia punya alasan untuk menjawab.
"Yayoi Kusama, aku dengar karyanya akan di pamerkan di sini," jawab Ryota tenang.
__ADS_1
"Hah siapa dia?" Senja suka menikmati karya seni tanpa memperhatikan siapa penciptanya. Apalagi kedatangannya kesini karena melihat post instagram temannya.
Akhirnya Ryota menjelaskan dengan sangat baik tentang Yayoi Kusama. Beliau merupakan
seniman asal Jepang yang terkenal dengan karya-karya seni kontemporernya. Ryota juga menambahkan bahwa pameran kali ini akan berfokus pada perkembangan artistik Yayoi Kusama selama hampir 70 tahun. Di mulai dengan karya dari era 1950-an hingga karya-karyanya sekarang.
Senja mengangguk-angguk penuh kagum dengan penjelasan Ryota, ternyata Ryota memahami hal seperti ini juga. Pikir Senja seorang Ryota hanyalah seorang kutu buku yang lebih suka membaca buku terkait bisnis atau teknik saja.
"Terima kasih google," batin Ryota merasa senang dengan ekspresi kekaguman Senjan padanya.
Mereka berdua berjalan beriringan menikmati karya seni yang ada, saling berkomentar tentang apa yang dipamerkan dan sesekali berfoto, namun hanya foto sendiri bergantian. Senja tidak ingin menjadi pembicaraan publik di area kerjanya nanti jika ketahuan pergi bersama pimpinan tertinggi di kantornya.
Puas berkeliling, mereka tiba di salah satu spot terbaik, karena terbukti banyaknya antrian untuk berfoto, dan kebanyakan yang sedang mengantri adalah pasangan kekasih atau pasangan suami istri.
"Foto berdua di situ yuk," ajak Ryota untuk berfoto di salah satu spot, Senja hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Just for private documentation not for social media (hanya untuk dokumentasi pribadi bukan untuk sosial media)" Ryota meyakinkan.
"Yuk," Senja mengangguk dan tersenyum menyetujui.