
"Maaf Ta, aku tak bisa menerima cincin ini," ucap Senja sendu menolak cincin yang telah disiapkan oleh Ryota. Keduanya kini berada di dalam mobil yang tengah terparkir di depan salah satu taman di daerah Menteng.
"Kenapa sayang?" ucap Ryota perlahan. Apakah ada kesalahan yang diperbuatnya sehinga Senja menolak atau karena prosesinya terlalu sederhana di dalam mobil di pagi hari seperti saat ini.
"Maaf ya kalau cuma lamaran sederhana," lanjut Ryota. Kemudian dia menjelaskan alasan mengapa acara lamaran ini dilakukan pagi hari dan secara personal seperti saat ini.
"Terima kasih Ta aku senang dengan alasanmu, tapi maaf aku ingin kita selesai sampai di sini," lirih Senja.
Ryota, jangan ditanya, dia makin bingung dengan sikap sang kekasih. Mengapa kekasihnya ini menginginkan perpisahan secara mendadak, bahkan mereka sebelumnya tak ada masalah dan masih baik-baik saja. "Mengapa?" Ryota menggenggam jemari Senja berharap gadis itu memberi alasan yang masuk akal.
"Sudah siang Ta, antar aku kembali ke kosan, sebentar lagi kita ke kantor kan," elak Senja. Dia masih belum tahu harus mulai dari mana memberi penjelasaan dan pengertian untuk Ryota dan salahnya dia sudah mengajak berpisah lebih dulu tanpa alasan kuat yang mendasarinya.
Ryota geram dalam hatinya, namun dia tidak mungkin marah-marah tak jelas sekarang. Benar kata Senja dia harus segera kembali ke apartemen dan bersiap ke kantor. Masalah pribadi tak boleh mengganggu profesionalitasnya. Hubungannya dengan Senja akan di bahasnya kembali nanti malam. Tanpa bersuara, Ryota segera mengemudikan mobilnya menuju kosan Senja terlebih dahulu, kemudian ke apartemennya.
Siang hari di kantor.
Di tengah kekalutan tentang hubungannya dengan Ryota, Senja menerima berita menggembirakan. Beasiswa S2 nya diterima, dan paket wisata ke pulau laskar pelangi sedang turun harga. Senja mencoba tetap fokus sambil membaca dengan teliti kedua berita tersebut, khususnya terkait beasiswa S2 nya.
Diinformasikan pada email beasiswa tersebut bahwa akhir bulan depan, para penerima beasiswa akan mengikuti program persiapan keberangkatan, dan setelahnya mereka akan berangkat ke negara tujuan yaitu Inggris. Program beasiswa yang diterima Senja merupakan penawaran pendanaan belajar secara penuh selama 1 tahun untuk gelar S2 dari Pemerintah Inggris untuk calon pemimpin masa depan. Setelah lulus S2, kandidat diwajibkan untuk kembali ke negara asalnya.
Senja merasa bersyukur dengan pengumuman tersebut. Dia segera menelepon kedua orang tuanya untuk berbagi kebahagiaan dan tentang rencananya resign atau mengundurkan diri.
Peraturan di kantor ini untuk karyawan yang akan resign yaitu harus diajukan H-1 bulan. Tentu saja peraturan ini dibuat dengan alasan, untuk menyiapkan si calon pengganti. Senja sudah paham aturan ini, maka dari itu dia telah mempersiapkan surat resign sejak lama, jika suatu hari ada kabar baik tentang S2 nya dia akan langsung mengajukan resign. Dan hari ini setelah puas menghubungi orang tuanya, Senja segera mencetak surat resign-nya dan memberikan kepada Radit, atasannya. Senja harus bergerak cepat, karena satu bulan lagi dirinya sudah harus mengikuti program persiapan keberangkatan serta persiapan banyak hal tentu saja mengingat negara yang akan ditujunya sangat berbeda baik musim maupun budaya dengan Indonesia.
__ADS_1
"Saya turut senang dan bangga dengan pencapaianmu Senja, selamat ya," ucap Radit tulus akan diterimanya beasiswa S2 Senja. Saat ini Senja tengah menghadap Radit di ruang khusus yang hanya mereka berdua di sana.
"Sejak kamu info ke saya bahwa kamu akan daftar ke beasiswa tersebut, dan waktu itu kamu sudah diterima lebih dulu di kampus London, tentu saja itu adalah warning untuk saya harus segera mempersiapkan penggantimu," lanjut Radit.
"Maaf ya Pak, tidak bisa menemani bapak untuk menjalankan proyek di Jawa Timur," Senja merasa tak enak hati karena harus meninggalkan proyek yang dulu diusulkan oleh nya.
"Gak papa Senja, santai saja, kamu layak mendapatkan beasiswa dan lanjut belajar di Inggris. Dalam 1 bulan ini tolong mulai share tugas kamu dengan Dila dan Adam, sehingga pengganti barunya nanti tidak terlalu kesulitan mempelajari tugas kamu," pinta Radit.
"Siap, Pak akan saya laksanakan, sebelumnya terima kasih banyak atas rekomendasi bapak untuk beasiswa ini," ucap Senja. Salah satu persyaratan beasiswa ini adalah surat referensi yang mengenal kapasitas profesional, dan surat itu Senja dapatkan dari Radit selaku atasannya.
Seharian ini Senja sibuk mengurus surat resign-nya, karena setelah dari Radit, dia harus mengantar surat tersebut kepada HRD. Setelah selesai dengan HRD, Senja kembali ke mejanya untuk mulai share tugas dan tanggung jawabnya kepada Dila dan Adam.
Kedua bawahan Senja tersebut, tentu saja kaget namun bercampur bahagia. Dengan antusias mereka mendengarkan setiap arahan atasannya agar nanti bisa membantu pengganti Senja.
Senja masih setia dengan laptopnya walaupun semua karyawan di divisinya telah pulang sejak setengah jam yang lalu. Dia harus mempersiapkan banyak hal untuk pengalihan tugas dan tanggung jawabnya, maka dari itu dia sengaja pulang larut.
Senja asyik berburu tiket ke pulau laskar pelangi. Dirinya seolah lupa dengan kejadian penolakan pagi hari tadi. Dia tak sadar saat sedang sibuk membandingkan tiket yang murah, ada sepasang mata menatap aksinya dengan geram.
"Sudah puas traveling-nya?" seorang perempuan tersentak saat sebuah pertanyaan terucap dari lelaki yang muncul di depannya. Layar laptop jadul bermerk buah khas malang berisi hasil pemesanan tiket ke Pulau Laskar Pelangi seketika ditutup saat lelaki tersebut berada tepat di depannya.
"Sampai kapan kau puas traveling sendirian? sampai aku lupa cara buka kamar hotel sendiri?" cecarnya kembali.
Perempuan tersebut makin kikuk, saat lontaran pertanyaan terus keluar dari si lelaki. Mulut seakan terkunci rapat tak bisa bersuara. Hati berdegup makin kencang dan imajinasi mulai melayang pada waktu dimana si lelaki ditolak lamaran oleh si perempuan. Waktu dimana pertama kali seorang pria tulus ingin menjadikannya pasangan halal.
__ADS_1
“Senja, aku harap kita bisa serius dengan hubungan kita, aku ingin menikahimu?” ungkap Ryota seraya memegang tangan Senja dengan erat.
Sepasang mata yang sedari tadi menatap dengan geram adalah milik Ryota. Ryota mengamati Senja dari kamera CCTV, yang mengarah ke meja kerja Senja. Ryota memang memiliki akses CCTV semua bagian gedung, namun dia jarang sekali bahkan hampir tak pernah mengamati layar itu. Entah mengapa hari ini dia ingin melihat Senjanya. Gadis cantik yang sudah menolak lamarannya pagi tadi
Senja masih bungkam, melepaskan genggaman tangan Ryota. “Terlalu banyak perbedaan diantara kita,” jawab Senja,
"Tetapi, kamu tahu aku sungguh mencintaimu dan ku akan segera urus pergantian kewarganegaraan ini," jawab Ryota merasa perbedaan yang dimaksud Senja adalah hanya tentang perbedaan kewarganegaan.
“Tapi cinta gak cukup untuk menikah Ta, weton kita harus sesuai dan paling penting lagi anak pertama gak boleh nikah dengan anak ketiga,” lanjut Senja.
Sepenggal kalimat yang cukup membuat Ryota mundur dari proposalnya, cukup membuat seorang pria berdarah Jawa Jepang tersebut tertunduk lesu dan merasakan hambar walau sebutir alpenlibe lezat menari indah di lidahnya.
Dia baru sadar inilah alasan sebenarnya penolakan Senja tadi pagi. Tentang JiLu sudah pernah Ryota dengar dari Mas Langit waktu itu, namun soal weton apalagi ini. Dia memang pernah mendengarnya namun tak memahaminya.
"Weton?" tanyanya kepada Senja.
Pelan-pelan Senja menjelaskan kepada Ryota tentang larangan JiLu dan weton seperti yang disampaikan oleh ayahnya. Tak lupa dia juga menceritakan tentang pengunduran dirinya hari ini.
Ryota mengacak rambutnya kesal. Dia sudah tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang. "Baiklah, kita akhiri hubungan kita sekarang, terima kasih untuk semuanya," ucap Ryota pelan kemudian meninggalkan Senja sendiri di ruang kerjanya.
Senja tertunduk dan air mata lolos begitu saja. Mengapa dirinya harus menangisi perpisahan ini, bukankah tadi pagi dia yang meminta Ryota untuk berpisah. Dan saat permintaan sudah disetujui olehnya mengapa masih menangis. Kisah perjalanan cinta yang sudah hampir menginjak satu tahun ternyata membuat perih saat kenyataan berkata sebaliknya. Senja mencoba menuntaskan tangisnya dan berusaha ikhlas dengan fakta pahit ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hai- hai mohon maaf ya jika episode ini mengecewakan kalian karena Ryota dan Senja harus berpisah dulu. Semoga tetap setia dengan kisah receh ini, karena aku pastikan kisah ini akan berakhir happy ending, otor sendiri juga gak suka kok kalau sad ending hehe...
Selamat Membaca dan Selamat Berakhir Pekan semuanya. Tetap jaga protokol kesehatan ya karena kasus Covid yang makin tinggi saat ini. 🤗👋.