Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Sabtu Manis


__ADS_3

Langit sore di sabtu hari sebelum keberangkatan Ryota ini nampak begitu indah. Semesta seolah mendukung kedua insan di mabuk asmara ini untuk bersama sebelum berpisah selama dua minggu ke depan. Jalanan ibu kota mulai ramai karena pemuda dan pemudinya nampak mulai keluar menikmati indahnya sabtu malam di Jakarta.


"Senja cantik ya," ucap Ryota sambil menatap ke arah langit senja. Kekasihnya yang juga bernama senja, pun tersenyum dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Namun saat dia mulai mengangkat kepalanya dan mengikuti arah tatapan Ryota, dirinya baru menyadari jika kata senja yang dimaksud oleh Ryota barusan adalah senja di langit bukan senja namanya.


"Hishh, kirain maksudnya aku," kesal Senja kemudian melanjutkan menghabiskan kuah rawon.


Ryota tersenyum tipis dan mulai menatap kekasihnya. "Emang senja yang ini mau dipuji cantik juga?" godanya. Senja tak menjawab lebih asyik menikmati sisa-sisa kuah rawon.


Ryota terkekeh pelan melihat kekasihnya mulai mengambek. Sambil menyesap es jeruk, dirinya membuka aplikasi pemesanan tiket bioskop. Terlihat film romantis dari negeri paman sam tayang perdana pada hari ini. Dia membaca sekilas sinopsisnya dan segera membeli dua tiket untuknya dan Senja.


"Yes!," pekik Ryota girang saat berhasil mendapatkan dua tiket terakhir. Penayangan perdana sebuah film romantis di hari sabtu adalah keputusan yang tepat. Setiap pasangan sepertinya tak ingin melewatkan untuk menjadi penonton pertama.


"Kenapa?" heran Senja. Dirinya sudah bersikap kembali biasa dan tak mengambek lagi. Ahh memang dia anak kecil yang digoda sedikit langsung ngambek terus-menerus.


"Ini aku beli tiket nonton, dan kamu tahu?" Ryota ingin Senja menerka.

__ADS_1


"Apa?" tanya balik Senja.


"Dua tiket terakhir dong sayang, wah beruntungnya," girang Ryota.


"Nonton apa, kapan, dimana?" cerocos Senja.


"Satu satu dong hehe," jawab Ryota. "Film romantis hollywood ini, di bioskop Grand Indonesia, nanti mulainya pukul 19.30." Ryotapun menunjukkan bukti pembelian tiketnya kepada sang kekasih.


"Good job, yuk kita kesana," Senja segera memasukkan ponselnya ke dalam tas, bersiap untuk pergi.


"Yuk, bentar aku ke kasir dulu," Ryota berdiri namun segera Senja menahannya. Senja meminta Ryota agar langsung ke parkiran untuk mengambil motor dan dirinya yang akan membayar ke kasir.


Senja memilih menyibukkan dirinya dengan ponsel. Dirinya tak enak hati jika harus bergandengan tangan dengan sang pacar di muka umum. Ryota juga sibuk dengan ponselnya karena sebentar lagi adalah giliran mereka untuk scan barcode tiket untuk masuk ke dalam.


Kursi bioskop sudah penuh dengan penonton. Senja masih mengekori kekasihnya menuju kursi duduknya. Mereka duduk di barisan E ujung, dimana sebelah Senja adalah dinding. Dua tiket terakhir tentu tak bisa memilih harus di barisan nomor berapa bukan.

__ADS_1


Adegan demi adegan begitu dinikmati oleh Senja. Popcorn yang tadi dibelinya pun tak tersentuh. Menonton film romantis bersama kekasih hati memang sungguh sangat manis. Semoga pulangnya bisa bertemu gerimis agar bisa memeluk gratis sebelum ditinggal pergi untuk sementara.


"I love you," ucap pemeran pria di film tersebut terhadap pemain perempuan yang menjadi kekasihnya. Adegan selanjutnya pun diakhiri dengan keduanya saling berciuman mesra.


Senja reflek menoleh ke arah Ryota. Harap hati ingin melihat reaksi yang ditunjukkan pada wajahnya, namun sayangnya Ryota malah ikut menoleh ke arah Senja. Kikuk dan canggung adalah perasaan keduanya kini.


Keduanya memang pernah menonton adegan romantis seperti ciuman di film atau dorama yang sering mereka tonton berdua di gazebo kosan Senja. Namun rasanya beda dengan yang terjadi di bioskop saat ini, apalagi mereka sempat saling bertatapan.


Ryota kemudian menggenggam erat jemari kekasihnya. Keduanya nampak kembali fokus ke layar bioskop. Membuang nafas pelan, agar rasa deg degan saat bertatap tadi mulai menghilang. Mungkin jika dirinya seberani pria di luar sana, dia akan langsung mencium kekasihnya saat ini, bukankah ciuman di bioskop salah satu hal yang menantang sehingga patut dicoba. Ahh namun apa mau dikata jika sisi baik dan malu Ryota sayangnya masih berfungsi dengan baik, sehingga dia lebih memilih hanya menggenggam erat kekasihnya.


Adegan ciuman selanjutnya terjadi. Dan kali ini lokasi film lebih romantis dibandingkan sebelumnya. Berciuman di bawah tenggelamnya matahari, di depan pantai dengan deburan suara ombak sebagai pengiringnya, dan ditambah sayup-sayup daun kelapa yang melambai, kurang romantis apa coba.


Ryota kembali menoleh, dan kali ini tak boleh gagal. Dirinya mulai mendekatkan pelan dan cepat tubuhnya ke sisi Senja. Senja yang sangat fokus pun seolah tak terganggu dengan gerakan yang dilakukan kekasihnya. Adegan ciuman di layar masih berlangsung, dan Senja akhirnya reflek menolehkan wajahnya untuk kembali melihat reaksi Ryota.


Dan akhirnya...

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai-hai... terima kasih sudah berkunjung dan memberikan dukungan melalui like, vote dan comment. Salam sehat semuanya 🥰🤗.


__ADS_2