
Raka dan Dila memutuskan menuju ke taman belakang hotel tersebut untuk menikmati malam ini. Mereka pun kemudian teringat, jika anggota geng empat sekawan yaitu Rinta, sedang mengadakan pesta pertunangan dirinya bersama Pak Radit.
Dila akhirnya berinisiatif melakukan panggilan video kepada teman-temannya di grup agar ikut merasakan kebahagiaan Rinta dan Radit.
Tut... beberapa kali panggilan namun masih belum ada yang mengangkat.
📩 Grup WA Empat Sekawan
Dila: "Gengs, video call yuk, mau ucapin selamat langsung nih 🤗."
Hingga lima menit pesan tersebut belum ada yang membalas.
Senja dan Ryota saat ini baru saja turun dari bianglala. Dia masih belum sadar jika ada pesan di grup. Ryota akhirnya mengingatkan Senja untuk membuka ponselnya, setelah dia diberi tahu Raka via WA tentang rencana panggilan video grup dari Dila.
📩 Grup WA Empat Sekawan
Senja: "Yuk, boleh yuk."
Dua menit kemudian.
Alya : "Udah gue culik nih kedua pasangan yang bertunagan, sekarang cusss."
Video calling on.
"Hai, hai hai." Keempat sekawan saling menyapa bersamaan, sedangkan pasangannya hanya tersenyum di sebelahnya.
__ADS_1
"Rinta sayang, selamat yaa, Pak Radit selamat," pekik Senja bahagia dengan pertunangan teman dan atasannya ini.
"Selamat Pak Radit dan Bu Rinta," Ryota ikut menambahkan.
"Mbak Rin Rin selamat yaa, Pak Radit selamat semoga lancar sampai hari H," ucap Dila mendoakan.
"Selamat ya kalian, rencana pernikahan kapan?" tanya Raka.
"Terima kasih atas doanya," ucap Rinta dan Radit bersamaan.
"Insya Allah untuk nikahnya setahun lagi, masih lama," jawab Rinta.
"Senja sama sachou dimana sih, kayaknya rame gitu belakangnya?" tanya Alya melihat suasana belakang Senja sangat ramai dengan lampu yang begitu terang.
"Di pasar malam hahaha," jawab Senja, dibalas gelengan kepala oleh Alya.
"Eh tolong, walaupun beda lantai, soal oleh-oleh gak boleh ketinggalan ya," Rinta tak mau kalah.
"Siap pak Al dan calon nyonya kadiv, kan ada mbak Senja dan sachou, urusan oleh-oleh aman hahaa," tukas Dila.
"Yaampun kalian berempat lucu banget deh pake baju couple gitu," ucap Senja merasa gemas dengan baju couple Alya-Aldi, dan Rinta-Radit.
"Kode tuh Ta, cuss beli baju couple habis ini," goda Raka.
"Haishh, enggak gitu, kamu jangan dengerin pak Raka," ucap Senja menatap Ryota. "This is pure appreciation guys, ohya kalian ada request oleh-oleh apa?" tanya Senja.
__ADS_1
"Tahu baso atau lumpia semarang dong kalau gak keberatan, atau lainnya juga bebas," Alya memamerkan gigi putihnya.
"Bisa diatur," jawab Senja.
"Yaudah kita tutup dulu ya, ini ada beberapa saudara jauh mau pulang, kalian semua hati-hati ya, bye," Rinta ingin mengakhiri obrolan mereka karena sudah dikode-kode oleh keluarganya untuk berfoto bersama sebelum pulang.
"Bye," jawab yang lainnya serempak.
Video calling off.
"Senja," panggil Ryota pelan, setelah menutup ponsel, keduanya kini berjalan pelan menuju mobil untuk segera kembali ke hotel beristirahat.
"Iya," jawab Senja.
"Aku berharap kita bisa ada di tahap kayak Rinta dan Radit, dan berlanjut ke pernikahan," harap Ryota. Setelah melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Rinta dan Radit, dia menjadi ingin berada di posisi tersebut bersama Senjanya.
"Jujur aku takut membayangkan ke arah sana, Ta," jawab Senja masih merasa ada beban di hatinya karena aturan weton kekasihnya yang belum dia ketahui, bagaimana kalau nanti tidak cocok atau fatalnya tidak bisa menikah.
Ryota berhenti di hadapan Senja. "Kita berdoa yang terbaik ya, kalau kita berjodoh pasti selalu ada jalannya."
"Iya benar, jodoh pasti bertemu bukan bertamu," Senja mulai tersenyum.
"Yes right, smart girl," Ryota mencubit gemas pipi Senja kemudian berlari menuju kursi kemudi sebelum mendapat ocehan Senja.
"Hihh, matte (tunggu)," Senja berlari kecil mengejar Ryota.
__ADS_1
*Kadiv adalah singkatan dari kepala divisi.