
Flashback on
Semalam saat makan malam bersama di restoran Hanabi Hotel.
Senja yang saat ini mengajak Ryota pergi, menyebabkan Tsubaki harus memutar otak kembali agar bisa menjalankan rencananya. Dia yang sempat melihat keakraban salah satu stafnya yaitu Kevin dengan Senja lawannya kini, tentu tak akan melewatkan kesempatan baik ini.
Tsubaki meminta Kevin menjelaskan hubungan keduanya dan bagaimana bisa se-akrab sekarang. Kevin, si pria lurus dan tak punya pikiran buruk apapun ini menjelaskan dengan baik kedekatannya dengan Senja.
"Senja adalah junior saya di organisasi kampus, kami dekat sebagai teman karena kami punya kegemaran yang sama khususnya soal film dan makanan sehingga sering diskusi soal itu, memang kenapa sachou?" Kevin menatap dalam Tsubaki.
"Kamu tahu dia adalah kekasih sachou Ryota?" tanya balik Tsubaki.
"Iya tahu, Senja tadi cerita," jawab Kevin dengan datar.
"Kamu tidak penasaran dengan hubungan keduanya?" selidik Tsubaki.
"Tidak, itu urusan pribadi dia," jawab Kevin kembali. Bagi Kevin hubungan asmara seseorang adalah masalah privasi yang tidak perlu orang lain untuk ikut campur, dia menjadi heran mengapa atasannya sangat memerdulikan urusan pribadi partner kerjanya.
Tsubaki terlihat menghela nafas pelan. Stafnya ini bukan sekutu yang tepat untuk membantunya dalam menjalankan misi.
"Ada masalah sachou?" tanya Kevin kembali.
"Ryota adalah kekasihku dan direbut oleh teman kamu," adu Tsubaki. Dia mencoba mengeluarkan air mata palsunya untuk memperoleh simpati dari Kevin.
"Hah?" heran Kevin. Senja yang dikenalnya adalah perempuan baik nan ceria bahkan tak pernah terlihat berpacaran dengan siapapun namun kini diberitakan oleh atasannya Senja telah merebut kekasihnya, apa iya.
__ADS_1
"Senja adalah perempuan baik, apa iya seperti itu?" tanya balik Kevin.
Tsubaki terdiam dan mulai mengeluarkan air matanya lagi.
"Kalau untuk urusan pasangan, pasti siapapun akan maju paling depan, apalagi Ryota adalah pewaris tunggal Akira Group," keluh Tsubaki.
"Kenapa kamu tidak coba merebutnya kembali?" tanya Kevin. Masalah percintaan memang tak pernah ada habisnya, makanya dia lebih memilih tetap sendiri hingga sekarang.
"Bantu aku merebutnya!" pinta Tsubaki.
"Kenapa harus aku?" Kevin bingung apa hanya karena dia dekat dengan Senja lantas dia harus terlibat urusan seperti ini.
"Jadikan dia kekasihmu agar aku bisa kembali pada Ryota," ucap Tsubaki.
Kevin mulai jengah dengan obrolan tak bermutu dari atasannya. Dia kemudian memilih segera pergi. "Walaupun aku dan Senja jarang berkomunikasi, dan bahkan baru bertemu kembali sekarang, aku percaya dia bukan perempuan perebut seperti itu, kamu hanya belum mengenalnya dengan baik," Kevin segera berdiri meninggalkan Tsubaki seorang diri. Dia tidak ingin terlibat dengan urusan pribadi seseorang.
Tsubaki mendengus kesal, dia gagal bersekutu dengan Kevin. Ahh tapi nanti dulu, kalimat terakhir dari Kevin begitu diingatnya "kamu hanya belum mengenalnya dengan baik." Tsubaki tersenyum menyeringai mulai membayangkan rencana dalam otaknya.
Flashback Off
"Gomennasai," ucap Tsubaki kembali.
Senja masih bingung dengan sikap Tsubaki, kemudian meminta Tsubaki untuk berdiri dan keduanya saling berhadapan.
"Untuk?" tanya Senja.
__ADS_1
"I am so jealous of you." Senja tersentak keget dengan pernyataan Tsubaki.
"Maaf sekali lagi," lanjut Tsubaki.
"Sachou tidak perlu meminta maaf soal itu," Senja mulai berpikir apa yang sedang direncanakan oleh Tsubaki mengapa dirinya rela merendahkan dirinya di hadapan karyawan biasa ini.
"Maukah kamu berteman dengan ku?" pinta Tsubaki. Senja terus berperang dalam batinnya. Mengapa dia harus berteman dengan masa lalu kekasihnya, pertemanan seperti apa yang akan mereka jalani dan sekali lagi pertemanan ini untuk apa.
"Bukankah kita sudah berteman karena perusahaan kita bekerja sama?" Senja mencoba untuk menjawab dengan bijak.
"Pertemanan di luar pekerjaan," kekeh Tsubaki.
Senja bingung harus menjawab apa. Ingin sekali rasanya menjawab dia telah punya banyak teman tapi apakah itu sopan, bagaimana pula jika jawabannya akan menjadi boomerang untuk hubungan kerja sama dua
perusahaan ini. Senja terus menerka-nerka apa sesungguhnya rencana wanita di hadapannya ini.
"Kevin," ucap Tsubaki singkat.
"Senpai Kevin, dimana?" tanya Senja memutar kepalanya mencari keberadaan seniornya.
"Bantu aku menjadi kekasih Kevin!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa like, dan commentnya 🤗🥰.
__ADS_1