Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Tamu tak Terduga


__ADS_3

"Sayang, dia di sini?" tanya Senja menoleh ke arah Ryota. Ryota mengangguk dan mengelus telapak tangan istrinya untuk menenangkannya.


"Gak papa sayang, dia sudah dengan suaminya," jawab Ryota lirih, namun Senja hanya mengernyitkan dahinya masih belum paham situasi sebenarnya. "Nanti aku ceritain," ucap Ryota, dan selanjutnya Senja hanya mengangguk.


Rombongan Ayumi dan Daichi sudah mencapai di depan pasangan pengantin. Ayumi bersama suaminya, dan Daichi bersamanya istrinya Tsubaki. Perempuan yang saat ini diperkenalkan sebagai istri Daichi ini yang sedari tadi membuat Senja gelisah. Dia khawatir menjadi istri dari Daichi adalah salah rencananya untuk masuk ke keluarga ini untuk menjalankan misi nya.


Ayumi memeluk Senja dan Ryota bergantian untuk mengucapkan selamat atas pesta pernikahannya. Dia juga sudah melihat upacara adat yang telah dilakukan tadi siang dan bagi Ayumi berserta suami itu adalah salah satu prosesi yang keren.


"Thanks for coming, Ayumi." Senja tersenyum bahagia atas apresiasi sepupu cantik Ryota ini.


"You're welcome Senja, we are waiting for you in Japan," jawab Ayumi, kemudian mereka beralih turun dari pelaminan.

__ADS_1


Kini giliran Daichi dan Tsubaki menyapa pengantin.


"Kamu cantik sekali Senja, selamat untuk pernikahan kalian," ucap Daichi dengan bahasa indonesia fasih dan ini membuat Senja terkejut.


"Dia akan pegang perusahaan musik di Indonesia sayang, makanya sudah lancar bahasa indonesianya," Ryota menjawab kebingungan Senja.


Daichi kemudian mengenalkan batita cantik yang saat ini berada dalam gendongannya. Dia diberi nama Akira Kanna, dan di sebelahnya adalah Akira Tsubaki, istrinya. Di Jepang, seorang wanita yang menikah akan berganti nama keluarga mengikuti marga sang suami. Jika sebelumnya Tsubaki, bernama Sato Tsubaki karena berasal dari keluarga Sato, kini dia menjadi Akira Tsubaki.


"Dia istimewa, Senja," ucap Daichi dengan tersenyum menjelaskan kondisi sang putri.


Tsubaki kemudian memeluk Senja sambil mengucapkan selamat dan hanya melewati Ryota tanpa menyapanya. Ryota masih bersikap dingin kepadanya hingga kini.

__ADS_1


"Jadi mereka gimana?" tanya Senja masih penasaran. Para tamu saat ini sedang sibuk menikmati makanan dan belum ada lagi yang menghampiri mereka ke pelaminan.


Ryota menatap Daichi sekilas kemudian menceritakan kepada Senja tentang pernikahan dadakan sepupunya. Daichi dan Tsubaki tak sengaja berjumpa di salah satu rumah sakit di Jepang. Daichi pada saat itu hendak menjenguk kakaknya, Ayumi yang dirawat karena keguguran. Daichi melihat Tsubaki dengan perut yang membuncit keluar dari dokter kandungan, yang diketahuinya juga sebagai dokter sang kakak.


Daichi mencuri dengar pembicaraan sang dokter dan Tsubaki. Dan pembahasan itu mengarah pada Tsubaki yang menginginkan operasi pengguguran bayi. Daichi segera memasuki ruang dokter tersebut dan mengaku sebagai ayah sang bayi dalam kandungan Tsubaki dan menolak untuk digugurkan. Dia memang sudah menyelidiki tentang kandungan Tsubaki sebelumnya.


Akhirnya, Tsubaki dan Daichi sepakat untuk menikah dengan alasan si bayi. Namun, pernikahan tersebut dilakukan secara tertutup karena bukan pernikahan yang keduanya inginkan. Beberapa bulan kemudian, bayi tersebut lahir namun dalam kondisi istimewa. Saraf untuk berbicara dan mendengarnya tidak berfungsi optimal. Daichi merasa sedih dengan kondisi sang putri, dan sejak saat itu dia begitu menyayangi putrinya yang istimewa ini. Sedangkan Tsubaki hanya bersikap datar melihat putri yang dianggap cacatnya. Dia sudah banyak mengonsumsi obat-obatan agar si bayi meninggal dan dia bisa lepas dari pernikahan ini, namun realitanya bayi tersebut tetap hidup dan terlahir walaupun tidak sempurna.


"Jangan nangis dong, nanti make up nya luntur," ucap Ryota seraya menghapus air mata yang lolos keluar dari bola mata Senja.


"Kasihan ya yang kondisi Kanna," ucap Senja menatap Kanna yang tengah digendong ayahnya. "Aku akan menyayangi Kanna sayang," lanjut Senja. Dia tak tega melihat batita cantik yang sebenarnya tak diharapkan oleh ibundanya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang," ucap Ryota merasa bangga dengan ketulusan hati Senja.


__ADS_2