Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Senja Sakit


__ADS_3

Tengah malam Senja terbangun, dia begitu haus dan juga teringat kalau dirinya belum salat isya. Dia bergegas mengambil minum di botol sebelah tempat tidurnya dan menuju ke toilet untuk buang air kecil dan berwudhu. Saat hendak selesai buang air kecil dia sadar kalau ada cairan merah marun membasahi klosetnya, dia mengucek kedua matanya dan mencoba mengingat tanggal hari ini.


"Ahh iya ini tanggal dua puluhan pantesan udah keluar," monolog Senja. Segera dia bergegas mengambil pembalut yang selalu dia sediakan.


Sebelum tidur kembali, Senja mengecek handphonenya. Terlihat 10 kali panggilan tak terjawab dan 1 pesan dari Ryota.


"I'm Okay Ta, maaf tadi ketiduran," Senja mengirimkan pesan kepada Ryota dan bergegas untuk tidur kembali.


Adzan subuh menggema begitu keras, membangunkan insan-insan yang tengah asyik berkelana dalam mimpi. Senja pun ikut terbangun karena perutnya begitu melilit.


Biasanya di hari pertama dan kedua menstruasi, dia sering mengalami senggugut atau nyeri haid. Rasa dimana isi perut seakan diputar-putar dan digiling-giling. Senja teringat beberapa hari sebelumnya dia begitu kalap memakan makanan pedas, dan ini berefek perutnya makin tak terkendali. Dia terduduk untuk minum air putih yang banyak dan mencoba mengolesi perut dengan minyak telon, berharap rasa nyeri bisa berkurang atau hilang.


Satu jam berlalu dan rasa nyeri tak kunjung berhenti. Akhirnya dia memutuskan untuk memasak air agar bisa digunakan untuk menyeduh oatmeat sebagai sarapan serta teh hangat agar perutnya enakan. Dia pun memutuskan untuk mengambil cuti haid hari ini. Cuti haid merupakan hak cuti saat menstruasi yang dimiliki pekerja wanita setiap bulannya selama satu sampai dua hari yang tertuang dalam perjanjian kerja bersama yang sifatnya mengikat kedua belah pihak.


Ini adalah kali pertama dia menggunakan cuti haidnya, karena biasanya nyeri haid sebelumnya masih bisa dia tahan atau terkadang tidak berlangsung lama seperti saat ini. Senjapun lantas mengirimkan izin cuti haid kepada Radit.


"Baik, Senja kamu istirahat ya semoga lekas sembuh," Tak lama Radit membalas pesan Senja dan mengizinkan dia untuk cuti hari ini.


Tak lupa Senja juga mengabarkan kepada kedua stafnya yaitu Dila dan Adam tentang dirinya yang izin pada hari ini.


Selesai sarapan dengan oatmeal dan minum teh hangat, Senja memutuskan untuk memejamkan mata kembali, berharap rasa nyeri yang kian sakit ini lekas hilang.


...----------------...


Di kantor pada hari ini akan kedatangan perusahaan konstruksi dari China pada pagi hari menuju makan siang, dan sorenya sekitar pukul 15.00 akan kedatangan perusahaan konstruksi dari Korea Selatan. Keduanya akan mempresentasikan secara detail tentang perusahaan agar Akira Indonesia tertarik untuk menggunakan jasa mereka.

__ADS_1


Fengshu Construction dari China akan mulai datang pukul 10.30, mereka membawa tim desain serta CEO nya. selesai presentasi, rencananya kedua CEO akan berlanjut untuk lunch meeting seperti saat bersama Sato Construction kemarin, hal ini agar memperat hubungan baik kedua belah perusahaan, sehingga walaupun di project ini tidak bisa join akan ada kesempatan untuk di project lain.


Sebelum meeting, Ryota sadar ada yang kurang pada peserta meeting kali ini. Hanya ada dirinya, Raka, Ryota, dan Radit. Ah iyaa Senja tidak ada.


"Hanya sendiri Pak Radit?" Ryota bertanya soal ketidakhadiran Senja pada meeting hari ini.


"Mba Senja sedang izin cuti haid hari ini sachou," jawab Radit, dibalas anggukan oleh Ryota begitu pula Raka.


Meeting dengan perusahaan konstruksi dari China berlangsung dengan lancar dan setelahnya kedua CEO berlanjut untuk makan siang di salah satu restoran Jepang yang searah dengan kosan Senja. Selesai makan siang, kedua CEO ini berpisah. Ryota memutuskan untuk menjenguk Senja sambil membawa makan siang yang dia pesan di restoran tadi.


Ryota tiba di kosan Senja sekitar pukul 13.20, dia segera memarkirkan mobilnya, dan menemui penjaga kost agar bisa menjenguk Senja di kamarnya. Penjaga kost dan warga kost ini mulai hafal dengan wajah dan kendaraan Ryota karena hampir tiap sabtu malam atau minggu malam selalu kesini untuk menemui Senja.


Penjaga kost begitu senang dengan kehadiran Ryota, karena dia adalah pribadi yang ramah, dan sesekali membelikan makanan untuk penjaga kost di sini. Ibu penjaga kost pun mengizinkan untuk menjenguk Senja di kamarnya asalkan pintu kamar Senja harus tetap terbuka sehingga tidak menimbulkan fitnah serta kecurigaan bagi yang lain.


Ryota bergegas ke lantai 2 menuju kamar Senja yang diinfokan oleh ibu penjaga kost berada di pojok nomor 10.


Senja baru tersadar dari alam mimpinya, saat mendengar seseorang mengetuk pintnya.


"Waalaikumsalam, tunggu," Dia masih mencoba untuk mengumpulkan nyawanya kemudian berdiri untuk membuka pintu.


Sambil tangan kiri mengucek matanya, tangan kanannya membuka kunci dan pintunya. Senyuman manis Ryota didapatinya tengah berada di depan pintu dengan membawa kantong makanan. Senja begitu kaget dan reflek menutup kembali pintunya. Bergegas merapikan kamarnya secara kilat, kemudian membuka pintu kembali dan menyuruh Ryota untuk masuk. Pintu kamar tetap terbuka sesuai peraturan dari penjaga kost.


"Ini aku bawa makanan, kamu pasti belum makan siang," Ryota menyerahkan makanan yang dia bawa kemudian duduk di karpet yang sudah Senja sediakan.


"Iya ku baru bangun," Senja mengambil makanan dari Ryota sambil menyerahkan segelas air untuknya. Senja membuka makanan yang dibawa Ryota dan ternyata hanya ada satu saja.

__ADS_1


"Kok cuma satu?" heran Senja.


"Aku sudah makan, ini tadi kan selesai lunch sama CEO Fengshu Construction, aku izin salat disini ya," Ryota melihat sekeliling kamar Senja mencari toilet agar dirinya bisa berwudhu.


Senja menunjukkan toilet kepada Ryota dan menyiapkan sajadah untuk salat. Dirinya sendiri mulai menikmati makanan yang dibawa Ryota. Karena menu yang dibawa oleh Ryota adalah salah satu favoritnya.


Selesai dari toilet, Ryota bergegas untuk salat di tempat yang sudah disediakan oleh Senja. Setelahnya, dia memandang sekeliling kamar Senja. Kamar dengan cat berwarna hijau ini terasa asri karena ada sentuhan wallpaper bunga dan tanaman. Hingga mata elang Ryota menangkap ada sebuah surat kabar terletak diantara buku-buku dan dari kejauhan terlihat namanya. Ryota berdiri kemudian mengambil surat kabar tersebut, dan kemudian membaca headlinenya dengan keras sambil terus tersenyum.


Uhuk.. uhuk.. Senja yang mendengarnya akhirnya tersedak merasa malu karena Ryota akhirnya tahu bahwa dirinya menyimpan berita tentang seorang Ryota. Ryota menyerahkan minum untuk Senja untuk menghentikan tersedaknya.


Senja akhirnya menjelaskan bahwa dia memiliki surat kabar tersebut karena waktu itu sedang mencari lowongan pekerjaan. Sesaat hendak dibuang ternyata dia diinfokan lowongan di Akira Indonesia oleh Rinta temannya, maka surat kabar tersebut akhirnya urung dia buang saat itu. Pekerjaan yang banyak membuatnya dia lupa untuk kembali beberes kamar, sehingga surat kabar itu akhirnya masih tertumpuk di rak bukunya.


Ryota tentu hanya senyum-senyum dan menganggukkan kepala sepanjang mendengarkan penjelasan Senja.


"Jangan dibuang, aku terlihat tampan kok di surat kabar ini," Ryota bangga dengan foto dirinya di berita tersebut.


"Haishh," Senja memutar bola mata malas dan kemudian berdiri untuk membuang bungkus makanannnya.


"Udah enakan perutnya?" tanya Ryota.


"Udah kok, makasih ya makan siangnya, kamu ga kembali ke kantor?" tanya balik Senja.


Ryota melihat jam tangannya dan terlihat sudah pukul 14.30, dia harus segera ke kantor karena pukul 15.00 perusahaan Park Min Construction dari Korea akan berkunjung.


"Aku usahain pulang kantor mampir kesini, lekas sembuh yaa," Ryota berdiri dan tak lupa mengacak rambut Senja berpamitan untuk kembali ke kantor.

__ADS_1


"Jangan baper Senja," batin Senja memperingatkan dirinya.


__ADS_2