Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Kepulangan Senja


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, hari wisuda Senja pun telah di depan mata. Walaupun Senja bahagia karena dia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan baik serta menjadi salah satu lulusan terbaik dengan predikat cumlaude, namun di lubuk hati terkecilnya dia sedih karena kedua orang tuanya tidak dapat turut serta hadir untuk menemaninya di hari bahagianya ini.


Senja tampil menawan dengan mengenakan kebaya berwarna merah merona saat wisuda. Busana tersebut merupakan karya salah satu perancang terbaik Indoneisa yang memang sengaja dipesan oleh Ryota. Kebaya yang dipakai oleh Senja sukses menonjolkan kecantikan khas perempuan calon istri sang tuan muda ini.


Ryota hadir menemani wisuda Senja, karena dia paham keluarga Senja tak mungkin ke sana, sehingga dia menyempatkan diri di tengah kesibukanya mempersiapkan pernikahan. Ryota memang sibuk mengurus dokumen-dokumen untuk pernikahannya sebulan lagi. Bagi pasangan yang menikah beda negara (Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Asing), sejumlah persyaratan yang diminta akan sedikit lebih rumit dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkannya. Ini karena diperlukan berbagai dokumen dari kedua negara. Sampai saat ini, Ryota memang belum berganti kewarganegaraan. Terdapat syarat menjadi Warga Negara Indonesia yang belum bisa dia penuhi yaitu pada saat mengajukan permohonan, telah tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. Ryota baru sekitar 3 tahun lebih sedikit tinggal di Indonesia.


Acara wisuda berjalan dengan lancar. Setelah puas berfoto bersama teman-temannya, Senja segera kembali ke apartemennya untuk membereskan barang-barangnya karena malam ini dia akan terbang kembali ke negara asalnya.


Senja dan Ryota kembali ke negara asalnya menggunakan pesawat komersial dengan layanan first class. Pesawat yang berbeda jauh dengan yang ditumpangi oleh Senja pada saat berangkat setahun lalu. Senja begitu terkagum-kagum dengan fasilitas di pesawat ini. Dia bisa tidur dengan nyaman untuk perjalanan belasan jam ke depan. Dia bahkan tak ingin bertanya berapa harga tiketnya karena takut kaget, yang terpenting dia berdoa saja agar bisa tiba di Indonesia dengan selamat.


"Kok melamun?" tanya Ryota. Dia menatap kekasihnya terdiam menatap langit-langit pesawat.

__ADS_1


"Eh gak kok habis berdoa aja," jawab Senja tersenyum ke arah Ryota.


"Semua akan baik-baik saja," Ryota menggenggam erat jemari Senja. Dan Senja membalasnya dengan tersenyum sambil mengganggukkam kepalanya.


"Ohya yang kamu ingin mahar apa?" tanya Ryota. Dia yang sibuk mengurus dokumen pernikahan hingga melupakan urusan mahar sebagai salah satu bagian yang terpisahkan untuk acara sakralnya nanti.


"Aku sudah terpikir soal itu yang, tapi apa kamu bersedia?" tanya balik Senja.


"Emang semahal apa yang?" tanya Ryota. Dia kira Senja akan meminta sesuatu yang sangat mahal.


"Alasannya?" tanya Ryota penasaran dengan segala keunikan gadis di sebelahnya ini.

__ADS_1


"Kopi itu akan aku minum dan menyatu di tubuhku, sehingga harapannya kita tetap akan bersatu dan tak terpisahkan. Kematian mungkin kelak akan memisahkan kita namun kita tetap tumbuh dan hidup. Serta kopi itu mengajarkan kita bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan seperti kehidupan yang akan kita jalani bersama nanti," terang Senja.


"Kamu memang menggagumkan sayang, aku setuju. Cuma kopi saja gak mau tambah yang lain?" tanya Ryota.


"Sama uang saja deh atau apalah terserah kamu yang simpel saja," jawab Senja. Karena yang terpenting mahar utamanya yaitu kopi sudah terpenuhi tambahannya tidak terlalu penting menurut Senja.


"Oke sayang, jadi secangkir kopi dan sisanya terserah aku ya," ucap Ryota. Dia tersenyum tipis karena sudah berniat memberikan sesuatu yang spesial untuk kekasihnya sebagai mahar.


"Eh tunggu, uang saja jangan lain deh," ucap Senja meralat perkataan sebelumnya. "Jangan berlebihan untuk mahar Ta, karena bisa jadi terselip rasa pamer dan sombong di dalamnya karena nanti mahar itu akan diucapkan, jadi sederhana saja ya," lanjut Senja. Dia tidak ingin mahar yang mewah akan menjadi perbincangan tetangganya atau siapapun yang hadir saat acara ijab qabulnya. Biarkan saja hadiah mewah dan mahal yang akan diberikan oleh Ryota untuk nya cukup dia saja yang tahu tak perlu orang lain.


"Baiklah, tapi dalam mata uang yen saja ya," pinta Ryota. Bagaimanapun dia tetap ingin memberi mahar uang yang cukup besar untuk kekasihnya. Jika dengan mata uang rupiah nominalnya akan terdengar besar sekali, maka dia berencana memberi dengan mata uang negara asalnya.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Senja setuju. Dia paham tentu besaran mahar menjadi kebanggaan tersendiri untuk kekasihnya tersebut.


Setelah masalah mahar telah mencapai kata sepakat bersama. Keduanya kini memejamkan mata mulai beristirahat agar perjalanan panjang ini tak terasa. Esok hari dan beberapa minggu ke depan banyak hal yang harus mereka selesaikan untuk menjadi pasangan halal.


__ADS_2