Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Sugeng Ambal Warsa


__ADS_3

Hari minggu ini adalah hari spesial untuk Senja. Pada hari ini 26 tahun lalu, ibunya tengah berjuang untuk melahirkan bayi perempuan cantik yang menjadi harapan seluruh keluarga. Romansa Kala Senja, begitu nama yang disematkan oleh Ibunya. Bu Metta seorang guru bahasa Indonesia, tentu pandai merangkai kata-kata indah untuk nama sang buah hati. Arti Romansa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhubungan dengan tindakan kepahlawanan, kehebatan, dan keromantisan dengan latar historis atau imajiner. Kemudian Kala diambil dari bahasa Ibrani yang berarti seni. Dan terakhir Senja. Senja ialah waktu pergantian dari sore hari menuju malam hari, hal itu melambangkan waktu yang menenangkan, penuh kedamaian, serta perenungan.


Makna filosofis dari ketiga kata tersebut adalah tentang hidup yang merupakan sebuah kisah perjalanan. Dalam hal ini adalah kisah perjalanan si bayi putri Bu Metta. Dalam perjalanannya tentu akan menemui bermacam peristiwa, bermacam cerita dan romansa. Segala peristiwa itu haruslah menjadi sebuah seni sehingga tetap terasa indah walaupun nampak abstrak. Dan jangan lupa untuk tetap merenung dan mengevaluasi diri dalam kedamaian agar hidup lebih terarah. Pak Joko langsung setuju dengan usulan nama beserta makna yang dilontarkan oleh istrinya. Kata Senja dipilih sebagai nama panggilan karena terdengar indah dan masih bertema bagian atas permukaan bumi dan senada dengan kedua kakaknya. Kakak pertama yaitu Langit, dan kakak kedua adalah Angkasa.


Hari ini Senja bangun lebih awal. Dirinya ingin berlama-lama berduaan dengan Tuhan dalam ibadah pagi. Selesai dua rakaat wajib, dia lanjutkan merapal banyak syukur dan doa tentang hidup ya hingga 26 tahun ini. Pagi ini dia begitu berisik, merapalkan satu persatu keinginannya. Tentang permohonan agar diampuni segala dosa serta doa kebaikan untuk dirinya, keluarganya, masa depan dan Ryota. Ryota yang jauh di sana hanya bisa dia peluk lewat untaian doa.


Selesai salat, Senja mulai mengaktifkan ponselnya. Notifikasi ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman di media sosial sudah ramai berdatangan. Tak lama panggilan telpon dari ibunya pun datang.


📲 "Assalamu'alaikum nduk," sapa bu Metta dari seberang sana.


"Waalaikumsalam ibuk," jawab Senja, sambil mulai duduk ke ranjang setelah membereskan perlengkapan salat.


"Sugeng ambal warsa, selamat ulang tahun ya nduk, semoga apa yang sampean cita-citakan terwujud, diberi kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan, aamiin," doa bu Metta di ulang tahunnya Senja hari ini.


"Aamiin yaa Allah, makasih doanya buk, doain Senja beasiswanya lolos nggih buk," pinta Senja


"Pasti nduk, sampean sido daftar ke mana aja?" tanya sang ibu.


"Ke 3 negara bu, tapi pingin banget ketrima di London," jawab Senja.

__ADS_1


"Wah keren nduk, kalau kuliah jauh Ryota gimana nanti?" goda bu Metta.


"Dia support kok bu insya Allah hehe, udah diceritain mas Langit bu?" Senja menanyakan perihal langit yang saat itu ingin bertanya lebih lanjut ke orang tuanya perihal kecocokan weton dirinya dan Ryota.


"Sudah nduk, nanti saja pas sampean pulang dibahas di rumah," jawab bu Metta datar seperti ada yang tengah disembunyikan dan berharap putrinya tak terbebani dengan itu.


"Kenapa gitu buk, bapak udah tahu terus gak setuju gitu?" cerca Senja.


"Bukan soal setuju atau gak setuju, menikah tentu saja ada banyak hal yang harus dibahas dan mending bahasnya enak pas ketemu langsung, sampean lak gak buru-buru nikah to, katanya masih ingin lanjut S2, yaudah santai saja. Sekarang fokus dulu aja biar lolos beasiswanya," bu Metta mencoba mengalihkan pembicaraan tentang rencana studi Senja.


"Nggih bu, bismilah semoga lolos, bapak kemana bu?" Senja menanyakan tentang ayahanda tercintanya.


"Biasa ke warung, katanya mau nraktir tetangga ngopi karena anak wedok-nya ulang tahun," ucap bu Metta. Kebiasaan Pak Joko jika salah satu dari ketiga anaknya ulang tahun adalah berbagi kebahagiaan dengan temannya walaupun sekedar menraktir makanan atau minuman sederhana.


"Yowis, ibuk mau masak dulu ya mau bikin nasi kuning dulu, doa terbaik buat sampean pokoke jaga diri, jangan lupa salat, assalamualaikum," ucap bu Metta. Setiap hari kelahiran putra-putrinya, bu Metta tak pernah absen memasak nasi kuning. Nasi ini selalu hadir dalam berbagai perayaan atau upacara adat karena nasi ini merupakan hidangan yang mengungkapkan rasa syukur.


"Aamiin, makasih ibuk, waalaikumsalam," jawab Senja.


Sedari tadi ini Senja sibuk membalas pesan masuk yang memenuhi inbox di aplikasi perpesanan berwarna hijau miliknya yang mulai penuh dengan ucapan selamat ulang tahun. Mulai grup kuliah, kantor lama, grup relawan serta grup keluarga yang di dalamnya berisi dirinya, kedua kakak tercipta beserta istrinya. Namun anehnya belum ada ucapan selamat ulang tahun dari teman kantornya di grup Empat Sekawan juga dari Ryotanya. Ahh kemana lagi mereka, apa mereka lupa atau mereka memang tak pernah tahu. Senja merasa sedih teman paling dekatnya bahkan kekasihnya tak tahu jika dirinya berulang tahun hari ini. Bahkan pesan terakhir yang dikirimkannya kepada Ryota juga belum dibacanya.

__ADS_1


Di tengah kegelisahannya, Radit, atasan Senja mengirimkan pesan untuknya.


"Assalamu'alaikum Senja, hari ini sibukkah? saya boleh minta tolong?" bunyi pesan dari Radit.


"Waalaikumsalam Pak, hari ini santai kok Pak, minta tolong apa ya Pak?" balas Senja.


"Tolong ke kantor pagi ini, scan dokumen yang ada di laci saja karena sachou butuh segera untuk meeting siang ini, maaf karena saya sedang di Serang sekarang," pesan masuk dari Radit.


Senja mencoba menghubungkan Ryota yang tak juga membalas pesannya. Kemungkinan Ryota tengah mempersiapkan diri untuk meeting hari ini. Namun bukankah ini hari minggu, mengapa meeting-nya hari libur seperti ini. Senja mulai menduga-duga.


"Baik Pak saya akan ke kantor untuk scan dokumen tersebut, nanti saya email ke bapak segera. Hanya itu sajakah?" balas Senja. Dia tak mungkin mengabaikan perintah dari atasannya, apalagi dokumen tersebut dibutuhkan oleh kekasihnya.


"Iya benar hanya itu saja, terima kasih banyak Senja," balasan terakhir dari Radit dan hanya dibalas jempol oleh Senja.


Apalah daya yang berharap bisa bermanja-manja dengan diri sendiri alias me time di hari ulang tahunnya, malah harus kembali ke kantor. Dia pun lantas menuju kamar mandi bersiap untuk ke kantor di minggu cerah ini.


Tiga puluh menit Senja bersiap dan 15 menit perjalanannya menuju kantor. Hari minggu Jakarta sangat lengang. Warga Jakarta sibuk olahraga di area Car Free Day, atau sekedar jalan-jalan santai bersama sanak famili.


"Loh, mbak Senja kok ke kantor hari ini?" satpam di gedung perkantorannya menghentikan langkah kaki Senja.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Hai hai terima kasih untuk dukungan kalian melalui like, comment, vote serta rate bintang 5. Ohya bagi kalian yang memiliki instagram boleh atuh follow akunku di iis_putria, terima kasih lagii 🙏🥰🤗.


__ADS_2