
Tak terasa sudah satu bulan berlalu. Hubungan keduanya tentu makin dekat walaupun masih mencoba merahasiakan kepada karyawan lain yang tidak terlalu akrab dengan keduanya.
Hari ini adalah hari Jumat, hari yang sangat disukai oleh banyak karyawan Akira Indonesia, karena mereka memiliki waktu istirahat lebih panjang dari biasanya, mulai pukul 11.30 hingga 13.00.
Jumat ini, Ryota memesan Pizza, namun karena antrian yang banyak, kemungkinan baru tiba di kantor pukul 12.00, waktu tersebut dia masih salat Jumat. Akhirnya dia meminta tolong Senja untuk menerimanya dan menunggu di ruang kerjanya, selesai ibadah Jumat mereka bisa menikmati berdua, ahh modus Ryota untuk berduaan ini mahh.
Setelah mengambil Pizza di bawah, Senja bergegas ke ruang kerja Ryota. Ini adalah kali pertama dia sendirian di ruang ini, biasanya kesini hanya untuk meeting atau meminta tanda tangan. Senja meletakkan pizza ke meja dan berjalan berkeliling ruangan, hingga dia tahu ada ruang istirahat yang tidak terlalu besar juga di sebelah kiri. Di dalamnya terdapat ranjang berukuran queen size, lemari pakaian dan nakas kecil. Melihat ranjang, Senja tetiba merasa ingin rebahan hingga dirinya malah tertidur.
Sekitar pukul 12.25 Ryota tiba di ruang kerjanya namun tak melihat sang kekasih. Pizza sudah di meja berserta ponsel yang tergeletak di sebelahnya. Terlihat ruang istirahatnya terbuka akhirnya dia menuju kesana, dan melihat Senja yang tertidur.
Ryota menusuk-nusuk pipi Senja agar si empunya segera bangun. Senja merasa terusik dan akhirnya membuka mata perlahan.
"Makan yuk," ajak Ryota sambil membanyu Senja untuk bangun.
"Maaf ya udah masuk-masuk kesini," ucap Senja.
"Gapapa sayang, kamu aja yang gak mau kesini padahal udah sering aku ajak kalau capek kerja bisa tiduran di sini aja," ucap Ryota.
Saat keduanya tengah menikmati makan siang. Ponsel Ryota berbunyi, dan tanpa melihat siapa peneleponnya, dia langsung mengangkatnya.
📱Ryota: "Moshi moshi (Halo)."
📲 Mama Ryota: "Assalamualaikum sayang."
📱Ryota melihat nama si penelepon dan baru menjawabnya " Waalaikumsalam Ma, ada apa?"
📲 Mama Ryota: "Mama dan Papa sebentar lagi akan take off ke Jakarta, nanti jemput kami ya sayang."
📱Ryota: "Take care Ma Pa."
📲 Mama Ryota: "Makasih sayang, bye, Assalamualaikum."
📱Ryota: "Waalaikumsalam," Ryota menutup telepon dan kembali menyantap makannya.
Senja hanya diam tanpa ingin bertanya lebih lanjut, karena pada dasarnya dia tidak suka mencampuri urusan orang lain jika tidak diberitahu terlebih dahulu.
__ADS_1
"Mama dan Papa, sebentar lagi take off, Papa kesini karena mau meeting denganku minggu depan dan project di Jawa Timur jadi bahasan utamanya," ucap Ryota memberitahu.
"Berarti akan nginep di apartemenmu kah?" tanya Senja.
"Iya, dan juga mama pengen ngajak makan malam besok sama kamu jadi nanti pulang kita belanja dulu ya," ucap Ryota sambil membersihkan sisa saus di bibirnya.
"Kamu udah cerita soal aku ke mamamu?" tanya Senja, karen dirinya sama sekali belum bercerita dengan keluarganya.
"Sudah dong sayang, dan mama penasaran sama kamu karena kalian sama-sama berasal dari Jawa Timur, mamaku dari Malang," ujar Ryota.
"Ah dari sana, kota kelahiran Bapakku," jawab Senja manggut-manggut, kemudian berdiri membuang sisa bungkus pizza.
"Kamu besok ada acara?" tanya Ryota.
"Ada sih sampai siang kayaknya, volunteering gitu di rumah sakit, hibur anak-anak penderita kanker, kamu jemput buat makan malam jam berapa?" tanya balik Senja.
"Yaampyun baik banget sih pacarnya aku ini, anak orang lain aja diperhatikan apalagi nanti anak sendiri hehehe," goda Ryota. Dan Senja menuju lemari pendingin untuk mengambil air mineral dingin untuk dirinya dan kekasih.
Senja menyodorkan minuman kepada Ryota dan ikut duduk di sebelahnya.
"Siap, makasih Pizzanya, aku balik dulu," selesai minum, Senja segera kembali ke ruang kerjanya.
.
.
.
.
.
Pulang kerja, Ryota dan Senja tengah berkeliling ke supermarket mengingat isi kulkas apartemen Ryota sudah kosong, tentu bakal ada pidato panjang kali lebar dari sang mama jika tahu hal ini, apalagi sang mama sudah berencana makan malam bersama calon menantu.
"Mau beli apa aja sih?" tanya Senja sambil mendorong troli belanja, sedangkan Ryota yang asyik memilih.
__ADS_1
"Sayuran, daging dan bumbu rempah-rempah," jawab Ryota.
"Kamu bisa masak Ta?" tanya Senja heran karena melihat Ryota begitu pandai memilih bumbu-bumbu bahan masakan.
"Bisa dong sayang tapi masakan Jepang, masakan indo bisa kalau dipelajari, kamu ingin dimasakin apa?" tanya Ryota menoleh ke Senja, namun sang kekasih malah menutup muka dengan kedua tangannya.
"Ahh aku malu karena gak bisa masak, bedain bumbu ini aku gak bisa huhu," jawab Senja lirih hingga tak sadar seseorang menyenggolnya.
"Ja, apa kabar?" ucap seseorang yang menyenggolnya itu.
"Amar, baik," Senja reflek membuka tangannya dan melihat jika ada temannya yang tengah berbelanja juga bersama sang istri.
Amar akhirnya mengenalkan istrinya kepada Senja dan Ryota, demikian pula Senja mengenalkan Ryota kepada amar dan sang istri. Istri Amar juga mengucapkan terima kasih atas kado pernikahan dari Senja, sebuah oven yang sekarang selalu dimanfaatkan oleh istri Amar untuk belajar membuat kue. Senja yang mendengar merasa beruntung karena hadiah pemberiannya termanfaatkan dengan baik.
"Wahh prinsip jomblo sebelum halalnya udah gak berlaku nih," goda Amar sambil menaik-naikkan kedua alisnya.
"Hahaha iya nih, doain segera nyusul kalian yaa," ucap Senja. Dia teringat pernah bercanda saat bertemu Amar bahwa akan menjadi jomblo sampai halal, namun pesona Ryota tak bisa dihindarinya dia seperti menjilat ludah sendiri.
"Haha siap, ditunggu undangannya ya, kami lanjut belanja ke sebelah sana," ucap Amar mengajak istrinya berpindah tempat.
"Tolong segera dihalalin pak, yang suka dia banyak hehe," sebelum berlalu Amar masih sempat menggoda Ryota.
"Siap!" jawab Ryota dan malah mendapat tepukan di lengannya oleh Senja.
Senja dan Ryota berlanjut memilih beberapa daging. Ryota terpikir makan malam dengan suki dan BBQ akan seru apalagi dirinya dan Senja sudah jarang makan ke restoran seperti itu.
"Kamu mau dimasakin apa?" tanya Ryota kembali karena yang tadi belum sempat dijawab Senja.
"Omurice, iya aku pengen omurice kayak di dorama Sukinahito ga Iru Koto (A Girl & Three Sweethearts) dan Rich Man Poor Man," jawab Senja, dia teringat adegan pemain yang sedang memakan omurice, nasi goreng yang dibalut dengan lapisan telur.
"Noted, nyonya," Ryota melakukan hormat dengan Senja
Omurice yang diinginkan Senja. Gambar dari wikipedia.
__ADS_1