Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Saling Mengagumi


__ADS_3

Setelah terpilih menjadi wakil ketua project, pekerjaan Senja makin tambah sibuk, diapun berbagi tugas dengan Radit. Sebagai ketua Radit lebih terfokus untuk hal-hal bersifat eksternal sedangkan Senja untuk masalah internal.


Hari ini Senja memutuskan untuk pulang agak malam, karena ada beberapa dokumen yang perlu dia tanda tangani, karena seharian harus riset dan meeting bersama tim project.


"Aku temenin lembur ya mbak," Dila yang sebenarnya sudah mematikan laptop dan tengah bersiap pulang tiba-tiba kembali duduk menyalakan laptop setelah mendapat telepon dari Raka bahwa dirinya tengah makan malam bersama klien dan tentunya berdua dengan Ryota.


"Bukanya tadi kamu udah siap-siap pulang ya?" Senja bingung karena Dila mulai bersiap kerja kembali.


"Iya nih Bang Rakanya lagi dinner sama klien," ucap Dila kemudian mulai mengotak-atik laptopnya mengecek kembali pekerjaannya hari ini. Raka sebenarnya meminta Dila agar pulang lebih dulu, namun melihat Senja lembur sendirian maka Dila pun memutuskan menemani Senja sambil menunggu Raka.


Keduanya saling terdiam beberapa saat karena larut dalam pekerjaannya. Hingga Dila mulai menemukan celah obrolan mencari tahu pendapat Senja tentang Ryota sesuai misinya bersama sang kekasih untuk mendekatkan mereka.


"Mbak,"


"Emmmm," jawab Senja datar.


"Hadiah ini tuh," Dila berdiri sambil mengangkat action figure detective conan hadiah dari Ryota, "Bener-bener dibelinya dari Tottori loh,"

__ADS_1


Senja mulai menghentikan proses tanda tangan dokumen dan menengok ke arah Dila.


*Tottori disebut sebagai detective conan town karena disana kita bisa menemukan beragam karakter Conan seperti patung perunggu, tutup lubang gorong-gorong, monumen dan masih banyak lagi. Para wisatawan akan dimanjakan dengan segala atribut bertema Conan. Selain itu, sang penulis komik Aoyama Gosho juga berasal dari sini*


Dila lantas menceritakan apa yang dia dengar dari Raka. Sebelum kembali ke Indonesia, Ryota dan Raka menyempatkan melakukan perjalanan ke Tottori untuk mencari pernak-pernik bertema detective conan, animasi kegemaran Senja. Perjalanan Tokyo-Tottori ditempuhnya dengan pesawat agar lebih cepat sampai.


"Sepertinya Sachou ada feeling ke kamu deh mbak? kamunya gimana?" tanya Dila membuyarkan lamunan Senja tentang kerelaan Ryota yang menempuh perjalanan bolak balik Tokyo-Tottori, padahal setelah itu mereka akan segera ke Indonesia.


"Rasanya kejauhan deh Dil, kalau ngarep Sachou, dia siapa aku siapa," Senja kembali melanjutkan proses tanda tangan dokumen yang tinggal sedikit lagi.


"Hmmm gimana ya, tapi aku kagum sama sikapnya," Senja kembali melepas bolpoinnya mengingat-ingat sikap Ryota yang membuatnya kagum. Dia kemudian menceritakan tentang Ryota yang terkesan dingin dan datar namun jika sudah mengenalnya dia merupakan pribadi yang hangat. Senja suka pria seperti Ryota yang tak mengumbar keramahan pada semua orang, karena hal itu bisa saja dimanfaatkan oleh orang lain mengingat posisi Ryota sebagai orang nomor satu di perusahaannya.


Tak terasa jam di laptop Senja sudah menunjukkan pukul 19.30, dokumen menggunung yang tadi perlu dia tanda tangani telah dia selesaikan, dan saat ini bersiap untuk pulang. Raka juga baru saja mengabari Dila bahwa sebentar lagi mereka akan tiba, maka Dila dan Senja dimintanya untuk menunggu di lobi agar bisa segera diantar pulang.


...----------------...


Raka dan Ryota saat ini dalam perjalanan menuju ke kantornya setelah selesai dinner meeting bersama salah satu klien dari Eropa. Ryota sangat berharap perusahaan yang dipimpinnya tak hanya menjadi kebanggaan untuk lokal namun juga bisa berjaya di manca negara. Berbekal dirinya dulu yang pernah menempuh pendidikan di Eropa, maka hal itu dia jadikan peluang untuk mencari partner perusahaan-perusahaan benua biru tersebut.

__ADS_1


Raka menyetir mobil sedangkan Ryota duduk di sebelahnya. Walaupun Ryota adalah bos disini namun sebelum hubungan atasan bawahan terbentuk, mereka berdua adalah sahabat selama menempuh pendidikan S2 kala itu, maka jika hanya berdua dan sudah selesai dengan urusan pekerjaan sikap Ryota kembali cair.


"Ta," Raka menengok ke arah Ryota yang tengah asyik dengan telepon genggamnya entah sedang bermain game atau stalking sosial media Senja.


"Aku lupa mau tanya?" Raka kembali fokus ke depan.


"Soal?" Ryota menoleh ke Raka.


"Kenapa kemarin kita sampai ke Tottori buat nyariiin hadiah ke Senja?" Raka masih tak habis pikir, padahal action figure detective conan juga bisa dibeli di Tokyo tak harus ke Tottori secara langsung.


"Kapan hari itu aku lihat Senja pernah post tentang dirinya yang sedang ikut virtual trip ke Tottori, makanya aku pengen kasih hadiah asli dari sana agar berkesan gitu," jawab Ryota.


"Kamu ga pengen ungkapin perasaan sekalian ke Senja?" Raka masih heran mengapa gerak Ryota begitu lambat tak seperti dirinya saat sudah merasa cocok akhirnya tak butuh waktu lama dan segera menyatakan perasaannya pada Dila.


"Senja itu beda, makanya treatment nya juga beda hehe," Ryota terkekeh membayangkan dirinya yang senang sekali stalking sosial media Senja untuk melihat kesehariannya, hobinya dan apapun itu. Ryota juga makin kagum akan Senja saat tahu Senja merupakan pribadi yang sangat aktif berkegiatan sosial seperti mamanya, maka dari itu dia tak mau gegabah dan lebih memilih melakukan pendekatan secara pelan-pelan agar Senjapun merasa nyaman.


"Haishh bilang aja takut ditolak haha," Raka menertawakan sikap lambat Ryota.

__ADS_1


__ADS_2