Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Pergi ke Badui


__ADS_3

Ryota merasa frustasi saat nomor ponsel Senja masih tak dapat dihubunginya. Acara pergi bermain golf bersama koleganya langsung dibatalkannya. Dia lantas segera menelepon teman-teman dekat Senja di kantor.


"Maaf sachou, mbak Senja tidak ke rumahku, dia juga gak ada bilang mau pergi kemana weekend ini," ucap Dila saat Ryota bertanya keberadaan Senja padanya.


Rinta dan Alya pun juga sama. Mereka tak tahu kemana perginya Senja. Ryota akhirnya meminta bantuanya Dila, Rinta dan Alya bersama para pasangannya untuk membantu menemukan Senja dengan menanyakan keberadaan Senja pada teman-teman lainnya.


"Apa aku lapor polisi aja ya," kesal Ryota. Hari sudah siang tapi Senjanya masih belum ada kabar.


"Jangan gegabah Ta," saran Raka. Raka dan Dila akhirnya memutuskan ke apartemen Ryota untuk menenangkan atasannya.


"Sachou sudah hubungi keluarga mbak Senja?" ide brilian Dila baru muncul setelah dirinya selesai bersantap siang.


"Eh iya bener, tunggu aku telpon mas Langit deh," ucap Ryota.


"Nihil," ucap Ryota lesu. Langit menceritakan bahwa Senja tidak pulang kampung saat ini. Subuh tadi dia sempat minta izin untuk pergi kepada ibunya. Namun karena nama daerah yang dituju begitu asing bagi sang ibu. Bu Metta lupa nama tempat yang dituju Senja.

__ADS_1


"Nah, mungkin Senja sedang menenangkan diri Ta, kamu tenang dulu aja," seloroh Raka.


"Gimana bisa tenang Ka, ini nomornya gak aktif," Ryota nampak lemas. Menu makan siang favoritnya bahkan tak disentuhnya. Setengah jam kemudian nampak Langit kembali menghubungi Ryota. Dia memberitahukan jika Senja pamit pergi ke Badui. Dan ponsel utamanya sedang habis baterai maka dia menghubungi ibunya dengan ponsel keduanya.


"Senja punya dua nomor mas?" tanya Ryota. Dia baru mengetahui jika kekasihnya memiliki ponsel cadangan.


"Ada Ta, dipakai untuk kondisi darurat saja. Di dalamnya hanya berisi nomor keluarga saja. Bentar aku wa nomor keduanya ya," ucap Langit.


"Terima kasih banyak mas," ujar Ryota.


"Tolong antar aku ke Badui Ka, buat jemput Senja," pinta Ryota kepada Raka.


"Hah, itu jauh Ta, kita panggil pakarnya dulu orang daerah sana," Raka teringat jika Radit berasal dari Serang, satu provinsi dengan suku Badui.


Di belahan daratan pulau Jawa yang lain. Senja bersama teman sesama relawannya Sherli, saat ini berada di desa Ciboleger. Desa terluar tempat mereka mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju desa adat suku Badui Dalam.

__ADS_1


Suku Badui merupakan suku asli Indonesia yang mendiami salah satu wilayah di Kabupaten Lebak, Banten. Suku ini tinggal di kaki pegunungan Kendeng. Suku Badui terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu Badui Dalam dan Badui Luar. Badui Dalam merupakan kelompok masyarakat Badui yang sangat teguh memegang adat istiadat leluhur. Mereka sangat menolak teknologi dan modernisasi, sehingga kehidupan mereka masih tradisional. Sedangkan masyarakat Badui Luar lebih terbuka dengan pendatang, walaupun demikian mereka tetap menjunjung tinggi adat istiadat yang ada. Masyarakat suku Badui Luar beberapa sudah menggunakan barang-barang modern.


Pada hari Jumat lalu sebenarnya Senja ingin memberitahukan kepada Ryota tentang rencana trip-nya tersebut. Namun apa mau di kata, Ryota malah mengomel dan tak memberinya waktu bercerita. Hingga pertengkaran keduanya terjadi.


Sabtu pagi ini, rencananya Senja ingin berpamitan dengan Ryota, naas baterai ponselnya habis karena charger-nya tak mengisi dengan sempurna. Alhasil dia hanya berpamitan dengan ibundanya. Saat tiba di tempat meeting point alias tempat berkumpulnya para peserta trip ke Badui. Senja baru mulai melakukan charge ponsel nya menggunakan power bank. Pertemuan dengan orang baru, membahas hal-hal baru tentu saja membuat Senja melupakan sejenak seseorang yang saat ini tengah pusing tujuh keliling mencarinya.


"Kak Sher, tolong fotoin aku di situ," tunjuk Senja ke arah rumah adat suku Badui Luar. Senja meminta tolong Sherli untuk mengambil gambarnya. Berganti gaya dan pose, berganti tempat, begitulah Senja dan Sherli begitu senang dengan perjalanan ini. Perjalanan yang sempat tertunda, akhirnya terlaksana juga.


Senja dan Sherli memang sudah berencana untuk pergi ke suku Badui. Namun perjalanan mereka yang pertama ditolak karena pada saat itu sedang melaksanakan upacara adat Kawalu, sehingga tertutup bagi wisatawan. Dan minggu ini Senja diinfokan oleh Sherli bahwa wisata ke Badui dibuka dan masih ada seat yang kosong, secara otomatis Senja langsung daftar.


Kembali ke apartemennya Ryota.


"Maaf sachou tentu akan sangat riskan jika kita ke Badui," ucap Radit dalam panggilan video yang diatur oleh Raka.


"Desa Badui itu berada di kaki gunung, ada beberapa desa adat di sana. Kita tidak tahu desa mana yang dikunjungi Senja dan lewat jalur yang mana. Saran saya lebih baik kita tunggu saja," lanjut Radit.

__ADS_1


Ryota mendengus kesal. Dia begitu merasa kesal dengan dirinya sendiri. Mengapa kekesalan atas hal lain harus dilampiaskan pada Senja. Ahh andaikan waktu bisa diputar kembali. Saat ini dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keselamatan kekasihnya.


__ADS_2