
Dari ufuk timur, sang surya mulai membuka matanya, mulai merenggangkan kedua tangan dan seolah berkata “hai para warga bumi, lepaskan ikatan selimutmu, dia hanya memberimu bahagia fana, lekas bangunlah,” dan saat itulah rasanya ingin menjawab pada surya “kau yang seharusnya bangun surya, tak nampakkah kau, kami sudah nyala bahkan sebelum dinyalakan oleh sinarmu,” percakapan imajiner ini membuat Senja tertawa kecil dalam hati, masih menatap ke arah luar jendela kamar hotelnya, menyesap kopi hitam yang baru selesai diseduhnya.
Dila nampak menggeliat bangun, dia memutuskan kembali tidur setelah selesai ibadah subuh, sedangkan Senja tak bisa kembali memeluk selimut karena Ryota yang tetiba bertanya kembi soal seniornya yang saat ini menjadi project manager di Sato Construction, Kevin Lim.
Semalam, Ryota berkirim pesan kepadanya untuk menceritakan secara singkat tentang sifat dari seniornya, Kevin Lim beserta apapun yang Senja ketahui. Alasan Ryota sungguh tak masuk akal bagi Senja, dia ingin menjodohkan Kevin Lim dengan temannya, dan siapa teman itu masih misteri bagi Senja. Senja harus meminta penjelasan langsung dari Ryota besok pagi.
"Udah mandi mbak?" tanya Dila, dirinya kini mulai duduk meraih ponsel di sebelahnya.
"Udah Dil, tinggal ganti baju, kamu mandi dulu gih setengah jam lagi kita sarapan di bawah, nyenyak banget tidurnya?" ucap Senja mengingat Dila yang lebih dulu tertidur dibandingkan dirinya, bahkan paginya masih sempat untuk tidur lagi.
"Mungkin karena masih dikit pabrik di sini, jadi udaranya masih bagus, dan enak banget buat tidur hehe," jawab Dila kemudian beranjak ke toilet.
Senja berganti pakaian, setelah itu dia lanjutkan untuk membereskan ranjangnya juga ranjang Dila. Selanjutnya, Dia memoleskan make up cukup berbeda dari biasanya dan lebih komplek dari biasanya. Tentunya ini untuk menunjang penampilannya mengingat hari ini akan banyak undangan yang datang seperti media juga pejabat daerah setempat.
Dila keluar dari toilet, mengamati Senja yang tengah bersolek. Senja merasa risih ditatap oleh bawahannya akhirnya berkomentar "ada yang aneh ya Dil dengan dandanannya?"
__ADS_1
"Enggak mbak, aku terpukau hehe gimana nanti sachou ya," jawab Dila merasa jika Senja yang sehari-hari tak pernah dandan sekalinya beraksi dengan make up membuat penampilannya berbeda dalam hal yang bagus.
"Hish kamu mah, dia pernah lihat aku dandan kok pas makan malam bareng CEO Sato Construction waktu itu," jawab Senja.
"Mbak pasti bangga banget ya dengan proyek ini akhirnya sudah sejauh ini," puji Dila atas ide proyek pabrik ini yang berasal dari Senja.
"Pasti Dil, gak menyangka banget bisa disetujui dan sekarang sudah mau dibangun pabriknya," ucap Senja berbangga dengan idenya dulu saat masih menjadi karyawan kontrak. "Ohya, cobain ini deh," lanjut nya menyerahkan parfum ke Dila.
Dila kemudian menyemprotkan parfum ukuran 15 ml ke pergelangan tangannya. "Serius aromanya enak banget, berapaan mbak?" tanya Dila.
"Suka banget, ini bang Raka pasti gak mau jauh deh haha," Dila tertawa membayangkan Raka yang terus menempel dengannya hari ini.
"Kalau suka buat kamu aja, aku pake yang ini," tunjuk Senja pada parfum berbeda aroma.
Kedua perempuan yang kini sibuk menikmati aroma parfum dan memoles make up. Beberapa saat kemudian tersadarkan oleh ketukan pintu. Sepertinya Raka dan Ryota tengah menjemput untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Bentar," teriak Senja dari dalam.
Senja dan Dila bersama ke depan membuka pintu kamarnya. "Maaf ya lama," ucap Senja namun kedua pria di hadapannya malah terbengong.
"Iya kan mbak, mereka kayak aku tadi mbak haha," tawa Dila melihat kedua pria atasan dan kekasihnya ikut terpukau dengan penampilan Senja seperti dirinya tadi.
"Cantik," ucap Ryota pelan.
"Kenapa Ta?" tanya Senja merasa Ryota mengatakan sesuatu.
"Yuk, sarapan yuk," jawab Ryota mengalihkan pembicaraan kemudian menarik pelan lengan Senja untuk berjalan di depan Raka dan Dila.
"Kamu utang penjelasan sama aku soal semalam," ujar Senja mengingatkan soal informasi Kevin yang diminta Ryota semalam hingga tadi pagi melalui pesan chat.
"Kamu utang foto sama aku, karena kamu cantik banget sekarang," goda Ryota.
__ADS_1