Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Tentang Weton


__ADS_3

Bapak dan Ibu, dalam beberapa menit kereta api Bima akan tiba di Bekasi. Untuk semua penumpang yang mengakhiri perjalanan di Bekasi, harap siapkan barang-barang Anda. Kami mengingatkan anda untuk tetap di kursi anda sampai kereta api berhenti. Terima kasih telah menggunakan layanan kami dan sampai jumpa di perjalanan berikutnya.


Gema suara peringatan di kereta api Bima menyadarkan Senja dari tidur panjangnya. Perjalanan dari kota kelahirannya menuju Jakarta kali ini dilewatinya dengan perenungan dan kesedihan, sehingga dia memutuskan tidur walau tak nyenyak agar saat tiba nanti bisa tetap fit untuk kembali bekerja.


Senja nampak menghela nafas pelan, sembari merapikan barang bawaannya. Walaupun dia tidak berhenti di Bekasi, namun dia harus segera menyiapkan diri karena tak lama lagi keretanya akan tiba di Gambir, tujuan akhir dirinya juga kereta ini.


Dia kemudian menatap jendela kaca yang terlihat gelap karena jam tangannya masih menunjukkan pukul 04.00 pagi. Dia kembali mengingat perbincangan seriusnya dengan kedua orang tuanya kemarin siang.


Flashback on


"Sampean gak bisa melanjutkan hubungan dengan Ryota nduk," ucap Pak Joko mengawali obrolan serius bersama istri dan anak bungsunya.


"Ada 2 hal krusial pantangannya," lanjut Pak Joko.

__ADS_1


"Nopo niku Pak (Apa itu Pak)?" tanya Senja menatap bergantian kedua orang tuanya.


"Yang pertama adalah karena JiLu, sampean anak ketiga nduk, dan Ryota anak pertama. Sudah banyak kejadian anak pertama dan ketiga dipaksakan nikah akhirnya mereka gak sampai tua," ucap Pak Joko sendu. Pak Joko kemudian melanjutkan bercerita tentang pernikahan JiLu teman, tetangga bahkan saudaranya yang berakhir dengan kematian muda oleh salah satu pasangannya.


"Tapi kan Mas Langit dan Mbak Widya juga JiLu pak, pripun (bagaimana)?" tanya Senja.


"Bedo nduk, weton mereka bagus, beda dengan weton kalian," jawab Pak Joko. Bu Metta kemudian beralih tempat duduk dari yang sebelumnya di sebelah Pak Joko kini duduk di dekat Senja sembari mengelus pelan kepala putri tersayangnya.


"Kamu lahir Senin Pon. Senin itu 4, dan Pon itu 7 artinya total hitungan wetonmu adalah 11. Sedangkan Ryota itu Senin Pahing. Senin itu 4, dan Pahing itu 9, totalnya adalah 13. Wetonmu dan weton Ryota kalau digabung itu berjumlah 24. Weton jodoh ketemu 24 itu artinya 'PADU'. Pasangan 'PADU' kalau berumah tangga akan sering mengalami pertengkaran nduk, abot (berat) nduk, kalau mau tetap lanjut," terang Pak Joko panjang dan lebar. Sebagai orang yang di tuakan di desanya dan sering sebagai tempat pemberi wejangan seputar tanggal baik pernikahan menurut primbon jawa, tentu Pak Joko akan berhati-hati jika itu terkait keluarganya terlebih untuk jodoh putri bungsunya.


Flashback off


Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa.

__ADS_1


Sebuah kutipan dari penulis serta dalang kelahiran Jawa Timur Sujiwo Tejo tak sengaja menjangkau explore di akun instagram miliknya. Senja menatap lama postingan tersebut dan kemudian melakukan screenshoot untuk menyimpannya.


"Apakah kali ini takdir dan nasibku tak bisa berlabuh pada sosok yang sama Tuhan?" batin Senja terisak dengan fakta menyedihkan ini.


"Mengapa Kau jatuh cintakan aku, jika pada akhirnya Kau pula yang memisahkan?" lanjutnya.


Air mata Senja tiba-tiba keluar tanpa instruksi. Beruntung dia duduk sendiri, sehingga dirinya tak perlu malu pada orang lain akan tangisnya menjelang subuh ini. Dia merasa bingung bagaimana menjelaskan semua ini kepada Ryota. Pria yang lahir dan besar dengan budaya Jepang, apakah larangan weton akan mudah diterima logikanya.


Di tempat yang berbeda, Ryota hari ini bangun pagi dengan begitu semangat. Pagi ini dia akan menjemput Senja di stasiun dan sekalian akan melamar gadis pujaannya tersebut. Dia ingin melamar Senja secara pribadi di waktu fajar, waktu yang berlawanan dengan nama gadisnya .


Waktu fajar atau waktu subuh dipilihnya karena di waktu ini, para malaikat berkumpul untuk berganti tugas di bumi. Maka dari itu, dia ingin niat baiknya untuk segera menghalalkan sang kekasih dapat disaksikan oleh para malaikat. Pagi hari juga merupakan permulaan hari. Ryota ingin mengawali hari dengan penuh kebahagiaan karena sudah di tahap makin dekat untuk bersanding dengan Senja.


"Semoga niat baik ini diaminkan oleh semesta. I love you Senja," Ryota mencium potret Senja yang menjadi background ponselnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai... Hai terima kasih masih setia dengan kisah receh ini. Maaf sekali belakangan ini kerjaan di kantor lagi padat merayap sehingga susah sekali berpikir jernih untuk menulis. Salam sehat semuanya 💪🥰👋.


__ADS_2