Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Lamaran


__ADS_3

Seminggu setelah Senja tiba di Indonesia, kediamaan rumah orang tua Senja disibukkan dengan persiapan acara lamaran Ryota dan Senja. Pada acara ini Ryota beserta keluarganya akan mendatangi kediaman keluarga calon mempelai perempuannya yaitu Senja dengan tujuan melamar Senja secara resmi. Sembari mengutarakan maksudnya itu, keluarga Ryota akan membawa seserahan atau yang diartikan sebagai barang-barang yang mempunyai makna tersendiri, seperti cincin, makanan tradisional, dan yang lainnya. Pada acara lamaran nanti Ryota akan didampingi kedua orang tuanya, juga keluarga dari pihak bu Dewi dari Malang pun turut serta untuk hadir. Sedangkan keluarga dari papa Ryota akan datang saat resepsi pernikahan. Teman-reman Senja dari Empat Sekawan pun juga beberapa nampak turut serta seperti Duo Al dan Raka serta Dila. Sedangkan untuk Rinta dan Radit, mereka tidak bisa bergabung karena kehamilan Rinta yang lemah dan tidak diijinkan untuk bepergian jauh untuk sementara waktu. Keduanya menikah pada saat Senja masih menempuh pendidikan di London.


"Senja, kamu cantik banget dehh, udah gak ketemu lama makin makin deh," pekik Alya saat memasuki kamar Senja.


"Ahh sachou klepek-klepek nih," seloroh Dila dari belakang Alya.


Kedua teman dekat Senja selama di Akira Indonesia ini melepas rindu dengan Senja sembari melihat proses Senja yang tengah dirias.


Senja tersenyum menatap dirinya yang begitu berbeda. Apa iya Ryota nya akan kagum melihat penampilannya kini atau malah sebaliknya. Dia mengenakan kebaya berwarna dusty pink. Desain potongan kerah leher terbuka pun membuat leher Senja tampak jenjang dan memberi ilusi tubuh lebih langsing.


"Ayok, keluar, Ryota dan keluarganya udah dateng, mau mulai ini," ucap Widya istri Langit mengajak Senja dan kedua temannya segera ke ruang tamu untuk acara lamarannya.


Acara lamaran berjalan dengan santai dan sederhana karena memang tidak banyak anggota keluarga yang diajak oleh Ryota maupun Senja. Hal ini karena jeda waktu antara lamaran dan pernikahan yang tak terlalu jauh.

__ADS_1


Ryota begitu kagum menatap calon mempelainya. Hingga panggilan dari bu Dewi membuyarkan lamunannya.


"Ta, ayo dipasangin dulu cincinnya buat Senja, lihatnya lama banget," goda bu Dewi. Seisi ruangan tertawa melihat tingkah konyol Ryota. Senja hanya tersenyum tipis.


Berdasarkan diskusi dari kedua keluarga, rencana pernikahan Senja dan Ryota akan diadakan dengan adat jawa yang cukup lengkap, diantaranya siraman yang dilanjutkan dengan malam midodareni yang akan dilaksanakan dua hari sebelum acara pernikahan, kemudian pada saat hari H, akan ada upacara panggih serta upacara balangan suruh. Bu Metta dan bu Dewi adalah dua orang yang sangat antusias dengan upacara adat ini, sedari dulu keduanya menginginkan acara pernikahan dengan adat jawa lengkap namun belum bisa terwujud.


"Senja dan Ryota setuju kan jika nanti acaranya dengan adat jawa lengkap?" tanya bu Dewi.


"Oke Deal, nanti acara siraman Senja diadakan di rumah sini, kalau untuk Ryota di hotel tempat kami dan keluarga dari Jepang menginap saja," terang bu Dewi. Hanabi Hotel menjadi hotel yang kebanjiran rejeki karena putra mahkota Akira Group akan menikah dan keluarga besar mereka akan menginap di hotel tersebut. Hal ini tentu saja karena jarak hotel tersebut yang tak begitu jauh dengan kediaman orang tua Senja.


Acara diskusi dan lamaran telah usai, kini semua yang hadir menikmati hidangan yang disiapkan oleh orang tua Senja. Mereka saling mengobrol dan sesekali menggoda Raka dan Aldi, menanyakan kapan menyusul Ryota.


Ryota menarik pelan tangan Senja, memberinya kode agar mengikutinya untuk keluar menuju mobil yang terparkir di depan rumah orang tua Senja. Setelah tiba di mobil, keduanya masuk dan tancap gas untuk pergi. Abang Ryota memang hobi membawa kabur dedek Senja.

__ADS_1


"Lah mereka pada kemana tuh?" teriak Langit yang melihat sebuah mobil ditumpangi oleh Senja dan Ryota sedang keluar dari area rumah.


"Biarin lah, biarkan mereka kencan dulu," jawab bu Metta santai. Beliau paham Ryota mungkin tidak terlalu nyaman dengan banyak orang seperti ini. Bu Metta juga berpikiran jika Senja dan Ryota pasti hanya berkeliling sebentar untuk melepas kegugupan setelah acara tadi.


"Hish, kamu hobi banget deh ngajak kabur hahaa," tawa Senja sambil memukul pelan lengan Ryota yang saat ini tengah menyetir.


"Maaf sayang, habis aku gugup dan masih deg degan ini," jawab Ryota. Dia tidak menyangka dirinya yang biasa meeting di hadapan petinggi perusahaan maupun karyawannya tidak pernah merasa segugup ini, namun lamaran yang hanya dihadiri beberapa orang saja sudah membuatnya panas dingin, terlebih sosok gadis cantik yang kini duduk di sampingnya nampak begitu berbeda dan sangat menawan


Senja hanya menggelengkan kepalanya. "Makasih ya Ta, untuk kamu yang tak lelah perjuangin aku," ucap Senja sembari mengelus pelan lengan Ryota.


"Terima kasih juga mau menungguku, setelah ini perjalanan kita makin beragam, tetap saling percaya ya," pinta Ryota. Pernikahan adalah babak baru dalam kehidupan manusia. Di sana akan ada banyak hal tak terduga yang datang menyapa. Kedua pasangan harus tetap saling berpegangan agar mahligai pernikahan tetap kokoh.


"Pasti," jawab Senja kemudian tersenyum menatap Ryota.

__ADS_1


__ADS_2