
...Banyak orang bilang...
...Bila diwajahmu...
...Tumbuh jerawat...
...Itu tandanya rindu...
...Bila saja s'tiap...
...Rindu datang selalu...
...Tumbuh jerawat...
...Maka matilah aku...
...Saat rindu datang...
...Menyerang dengan sangat kuat...
...Hati rasanya ngilu...
...Bila rindu membuat...
__ADS_1
...Diriku jadi patah semangat...
...Obatnya cuma kamu...
...Lagu Jerawat Rindu oleh Anji...
Sabtu kemarin pada saat acara pernikahan Ayumi ternyata hari terakhir Ryota menghubungi Senja dengan tatap muka atau panggilan suara. Setelahnya Ryota begitu sibuk dan hanya sesekali berkirim pesan kepada kekasihnya. Satu minggu yang lalu Ryota ikut terlibat dalam persiapan pesta pernikahan Ayumi. Dan minggu selanjutnya adalah agenda meeting bersama pimpinan pusat Akira Group.
📥
Sayang, maaf ya sepertinya agenda meeting di sini dilanjutkan hingga minggu depan. Ada beberapa materi yang perlu direvisi dan dijelaskan lebih detail .
Sebuah pesan singkat Ryota untuk Senja yang mendadak membuat hari kamis yang seharusnya manis malah menjadi amis. Senja tentu tak bisa marah atau apa karena ini terkait pekerjaan yang sangat penting, demi keberlangsungan hidup perusahaan. Walaupun dia berharap Ryota akan kembali ke Indonesia. Sehingga dia bisa merayakan ulang tahun pertama kalinya bersama sang kekasih. Nampaknya, hari ulang tahun ke-26 nya kini akan berakhir seperti tahun-tahun sebelumnya, sendirian.
Semangat kerjanya sayang, jangan lupa jaga kesehatan ya.
Senja hanya bisa sebagai support system yang baik untuk kekasihnya. Bagaimanapun kiriman semangat dari nya akan membuat Ryota nyama bekerja dan segera menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.
Di sini, di kantor Akira Indonesia, Senja kembali berkutat dengan laptopnya. Dia mulai fokus memeriksa pekerjaan staf bawahannya serta pekerjaannya sendiri. Walaupun pesang singkat tadi mampu sedikit mengusik konsentrasinya namun dia harus bisa kembali fokus. Masalah pribadi tidak boleh mengganggu profesionalitas.
"Mbak Ja, sekarang jerawatan ya?" celetuk Dila saat tak sengaja melihat atasannya yang saat ini tengah berkutat dengan dokumen.
"Iya benar mbak, wahh lagi kangen siapa tuh?" Adam pun ikut menimpali.
__ADS_1
"Kangen sachou nih, ciyee," goda Dila pelan. Karena sejujurnya masih belum banyak yang mengetahui hubungan Senja dan Ryota. Namun untuk Dila dan Adam sudah tahu. Adam hanya terkekeh mendengar ucapan Dila yang mengida atasannya.
"Ehh ngaco, kayaknya mau dapet deh," elak Senja. Namun di dalam hati kecilnya dia bersorak membenarkan perkataan Dila. Senja sungguh sangat merindukan Ryota.
"Tapi tumbenan lo mbak kamu jerawatan," ucap Dila. Dia tahu jenis kulit Senja adalah normal dan bahkan ini pertama kalinya dia melihat Senja berjerawat.
"Gak tahu deh karena apa, mungkin karena salah makan apa ya," Senja mulai mengingat-ingat kebiasan makannya akhir-akhir ini barangkali ditemukan penyebab awal tumbuhnya benjolan merah di wajahnya itu.
"Ngomong-ngomong sachou kapan kembali mbak?" tanya Adam.
"Nah harusnya minggu ini Dam, barusan dia info ada lanjutan meeting, jadi kemungkinan minggu depan deh, ohya terkait dokumen yang perlu tanda tangan sachou kamu kumpulin semuanya saja nanti saat sachou kembali agar dimintakan tanda tangan basah, jangan lupa," pesan Senja kepada bawahannya.
"Baik mbak," jawab Dila dan Adam kompak dan selanjutnya kedua kembali fokus dengan layar monitor.
Ruangan Financial Planning Division kembali sunyi, karena semua karyawannya berkutat dengan laptop masing-masing. Tak beberapa lama terdengar nada dering ponsel seseorang berbunyi cukup nyaring. Nada dering yang dipasang si pemilik ponsel adalah Jerawat Rindu yang dipopulerkan oleh Anji. Sontak membuat karyawan lain tertawa dan ikut menyanyikan lagu itu.
"Maaf-maaf membuat kehebohan," Alya berlari menuju mejanya untuk mengambil ponsel yang berbunyi tersebut.
"Duhh mbak Alya, nada deringmu bikin gempar," teriak Dila dari mejanya.
"Ini sebagai bentuk solidaritas untuk kawan yang sedang mendapat jerawat rindu Dil hehe," jawab Alya sambil mengerlingkan matanya ke arah Senja.
"Huss sudah jangan berisik," ucap Senja. Kedua teman dekatnya memang paling bisa untuk menggoda dirinya yang sedang terkena penyakit malarindu tropikangen dengan gelaja awal tumbuhnya jerawat rindu.
__ADS_1
"Kamu kapan kembali Ta," ucap Senja dalam hati. Dia hanya bisa menatap layar ponselnya yang kini diganti fotonya bersama Ryota saat di pasar malam waktu itu.