Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Poor Tsubaki


__ADS_3

Tsubaki kecil adalah gadis ceria yang lahir dan tingga di California, karena kedua orang tuanya bekerja di sana. Ayahnya adalah seorang arsitek jenius dan ibunya seorang pelukis. Bakat menggambar keduanya pun terwariskan ke Tsubaki dengan sempurna. Dia yang saat itu masih duduk di taman kanak-kanak pernah menjuarai lomba desain taman bermain dimana peserta lomba tersebut 99% adalah usia 15 tahun ke atas.


Bakat arsitektur juga didapatnya dari sang kakek, yang memiliki kantor arsitek di Jepang yang pada awalnya diberi nama Sato Architecture. Makin kesini fokus perusahaan makin berkembang sehingga berganti nama menjadi Sato Construction.


Ayah Tsubaki memilih tidak bergabung dengan perusahaan orang tuanya dan berjuang sendiri dengan kantor arsiteknya di California setelah lulus S2 di sana.


Kehidupan Amerika Serikat begitu bebas hingga akhirnya saat Tsubaki kecil memasuki kelas 1 sekolah dasar, kedua orang tuanya memutuskan untuk Open Marriage agar tidak saling bosan dengan pasangannya saat ini.


Open Marriage adalah sebuah hubungan di mana kedua pasangan sepakat untuk bersama, namun keduanya masih tetap bisa memiliki kebebasan dengan menjalin hubungan dengan orang lain, dengan kata lain punya pasangan sah namun boleh punya pacar asal saling dikomunikasikam sehingga tidak dianggap selingkuh.


Tak jarang keduanya bersama pasangan lainnya mengajak Tsubaki kecil berjalan-jalan. Dari sini dia paham, bahwa pernikahan tidak hanya tentang kedua orang tuanya saja.


Setahun berlalu, kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah dengan alasan lebih nyaman dengan pasangan yang dia temukan saat open marriage. Tsubaki sempat menangis sebentar karenanya dan kemudian melupakan itu karena kakek-neneknya dari sang ayah datang menjemput dan mengajaknya tinggal di Jepang.


Kehidupan rumah tangga kakek neneknya begitu harmonis tidak seperti kedua orang tuanya. Dia benar-benar diarahkan menjadi arsitek yang hebat. Siang hari selepas pulang sekolah, agendanya adalah ke kantor sang kakek memperdalam kemampuan desainnya.


Tsubaki perlahan melupakan sisi gelap orang tuanya.


Naas, menginjak dirinya memasuki kelas 4, sang kakek harus berpulang. Sebuah kecelakaan tak terelakkan terjadi saat dirinya menuju perjalanan pulang. Acara makan malam bersama klien dan berakhir dengan minum sake membuatnya sedikit pusing sehingga saat mengendarai mobil tak sengaja menyentuh bahu jalan dan kakek Tsubaki meninggal di tempat.


Ayah dan Ibunya bersama pasangan barunya datang berkunjung. Keduanya menawari Tsubaki agar tinggal bersama salah satu dari mereka, namun dia menolak karena akan tinggal bersama neneknya di Jepang. Sang nenek yang sebelumnya adalah arsitek karyawan kakeknya akhirnya memutuskan kembali ke kantor untuk melanjutkan usaha suaminya, dan berkat kerja kerasnya kantor tersebut makin besar dan berkembang hingga sekarang.


Tinggal hanya berdua bersama nenek membuatnya menjadi wanita yang kuat namun di sisi lain begitu haus kasih sayang lelaki. Lelaki pertamanya sang ayah tinggal di California dan lelaki keduanya sang kakek telah pergi untuk selamanya. Hal ini membuat dia masuk dalam lingkar kehidupan yang salah.


Di sekolah dia lebih suka berteman dengan teman laki-laki dan suka mencari perhatian guru lelaki. Saat di kantor sang nenek pun juga demikian. Tsubaki sering sekali mengikuti salah satu pegawai neneknya yaitu Makoto Tsubasa. Dan tak segan memeluknya atau meminta gendong.


Makoto Tsubasa adalah salah satu pegawai yang memiliki paras tampan di kantor tersebut. Dia telah menikah namun belum mempunyai anak. Saat ini dirinya tengah long distance marriage dengan istrinya yang sedang ditugaskan di beda pulau sehingga jarang sekali bertemu.

__ADS_1


Tsubasa yang akrab dengan Tsubaki menjadi kesayangan sang nenek, karena dia telah membantu Tsubaki mempertajam bakat dan ilmunya. Dan keakraban tersebut sayangnya dimanfaatkan untuk hal lain oleh Tsubasa.


Dengan beralasan mengantarkan Tsubaki jalan-jalan sebentar dia berhasil mengajak keluar Tsubaki kecil tanpa seorangpun curiga kepadanya. Tsubasa yang nampak dewasa dan kebapakan dilihat nenek dan rekan lainnya mampu mengisi kekosongan hati Tsubaki akan kasih sayang seorang ayah.


Hari ini Tsubaki akan pulang lebih awal setelah acara senam di sekolahnya. Tsubasa tentu saja tahu karena Tsubaki selalu bercerita banyak hal padanya, diapun akhirnya meminta Tsubaki untuk tidak memberitahu neneknya karena akan mengajak Tsubaki bersenang-senang.


"Arigatou, Ojisan (terima kasih, paman)" Tsubaki begitu senang saat dijemput Tsubasa.


Tiba di apartemen, Tsubasa meminta Tsubaki untuk mandi bersama agar mempersingkat waktu. Tentu Tsubaki kegirangan karena pernah melihat ayah beserta pacarnya masuk ke dalam kamar mandi bersama.


Mereka berdua masuk polos ke dalam bathub, tak lupa Tsubasa meminta Tsubaki memanjakannya. Kenyamanan di dalam bak mandi membuat aktivitas terlarang pun terjadi. Saat ini di usianya yang menginjak 11 tahun, dia merasakan yang tak boleh dirasakannya. Dia dirusak oleh pegawai neneknya, seseorang yang seharusnya melindunginya.


Kegiatan ini terjadi terus dan terus tanpa ada yang curiga bahkan hingga kini Tsubaki di sekolah menengah pertama. Hingga suatu saat rekan akrabnya bertanya bagaimana rasanya bertahan di tengah jauhnya dengan istri. Ini adalah tahun kelima serta tahun terakhir istrinya bekerja di luar pulau, setelah itu akan kembali ke kota ini.


Tsubasa akhirnya membeberkan rahasianya, dan meminta rekan tersebut untuk ikut merahasiakannya.


Tsubaki awalnya menolak. Dengan iming-iming gadget terbaru, dan jalan-jalan membuatnya goyah dan akhirnya bersedia. Sang nenek yang begitu sibuk dengan urusan perusahaan acapkali mengabaikan Tsubaki kecil dan lupa mengajaknya bersenang-senang. Dia sebagai single fighter pun lebih berfokus mengembangkan perusahaan sebagai bekal cucunya kelak.


Memasuki bangku sekolah menengah atas, Tsubaki makin menggila. Ada yang kurang dan membuatnya kurang semangat saat dia tak mendapat itu dari lelaki. Dia telah kecanduan. Ini mungkin efek karena dia sudah mendapatkannya terlalu dini.


Semenjak istri Tsubasa kerja di kota yang sama, dia sudah tak membutuhkan Tsubaki, begitu pula rekan akrabnya yang sudah menemukan kekasih hatinya. Walau tak jarang Tsubaki merengek memintanya, tentu ke pria tak beradab itu menerima dengan baik, apalagi Tsubaki telah mulai matang.


Tsubaki remaja tumbuh begitu cantik. Dia sudah bisa mengaplikasikan make up dengan baik serta memadupadankan aksesoris fashionable. Diapun menjelma menjadi wanita idaman di sekolah. Dia begitu cantik, pintar dan ramah membuat semua murid lelaki di sekolah ingin memilikinya. Dia memanfaatkan itu untuk mengajak teman lelaki atau bahkan gurunya yang masih muda untuk sekedar menjadi teman tidur siangnya. Seolah mereka tersihir dengan paras ayu gadis ini, sehingga tak pernah bersuara dan makin menikmati permainan Tsubaki.


Lulus sekolah menengah atas, dia dikirim ke Jerman oleh neneknya. Sang nenek yang sangat rajin ke gereja memberinya kalung rosario, agar di tempat jauh Tsubaki tetap ingat dan dilindungi Tuhannya. Neneknya tak tahu bagaimana rusaknya Tsubaki, yang dia pahami cucunya ini tak pernah absen menemaninya ke gereja walaupun hanya sebulan sekali atau dua minggu sekali.


Di Jerman bertemulah dia dengan Ryota. Pemuda lurus yang dingin dan datar. Sebagai sesama pelajar yang merantau, keduanya berteman dengan dekat. Tiap minggu Ryota dengan senang hati mengantarnya ke gereja, dan karena kedekatan ini, aktivitas gelapnya mulai tak dilakukannya lagi. Dia lebih memilih berendam seharian untuk merilekskan tubuh dan pikirannya saat rasa untuk melakukan itu datang dan dia mulai bisa mengontrolnya.

__ADS_1


Setahun kemudian dia mengutarakan perasaanya pada Ryota dan diterima. Begitu senang hatinya, seorang yang kotor sepertinya akhirnya dicintai tulus oleh seorang lelaki tanpa memintanya itu.


Naas lagi, saat hari kelulusan keduanya, Ryota memintanya untuk putus dengan alasan orang tuanya menolak hubungan berbeda keyakinan.


"Mari kita akhiri rasa ini dengan damai Ta, semoga kamu mendapat seseorang yang lebih baik dariku," Tsubaki mulai melepas pelukannya dengan Ryota.


Selepas Ryota kembali ke unit apartemennya, Tsubaki kembali gelap mata, dia buang kalung rosarionya, dia hancurkan segala benda di depannya dan dia pergi ke diskotik terdekat. Dia habiskan bergelas-gelas wine, dan saat melihat seseorang dikenalnya baru masuk ke dalam diskotik, dia tarik tangannya dan menciumnya langsung. Dia bawa pria itu ke dalam kamar hotel sebelah diskotik dan menuntaskan hasratnya. Pagi tiba namun sang pria masih terlelap.


"Thank you, Jason," ucapnya sembari mencium pipi sang pria. Jason yang merupakan teman satu jurusannya hanya menggeliat pelan dan merapatkan kembali pelukannya.


Sejak malam itu sisi gelap Tsubaki kembali menguasainya. Dia bahkan sudah tak pernah melihat Ryota lagi.


Hingga beberapa tahun kemudian saat dia kembali ke Jepang, sebuah pemberitaan tentang Ryota pun menyebar. Tentang CEO muda yang penuh dengan prestasi. Dari situ dia mulai mengikuti berita Ryota.


Secara kebetulan, anak perusahaannya di Indonesia mendapat undangan peserta tender pembangunan pabrik Akira Indonesia. Dia tak segan meminta anak buahnya untuk join dan bahkan dia sendiri rela terbang Tokyo-Jakarta karenanya. Tsubaki makin percaya diri karena perusahaan neneknya yang kini dipegangnya memang begitu banyak prestasi, sehingga kemungkinan lolos sangat besar, kemungkinan dekat dengan Ryota pun tinggi begitu pikirnya.


.


.


.


.


.


Tsubaki menggeliat pelan tersadar dari tidur nyamannya di bathub. Dia begitu segar dan akan berangkat ke kantor siang menuju sore ini setelah kembali ke apartemennya untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Dia bercermin melihat penampilannya hari itu yang terlihat begitu elegan dan seksi. Lipstik merah dia poleskan di bibir untuk menambah kesan sensual. "Wait for me, Ryota," Dia tersenyum smirk setelah puas memoleskan lipstik.


__ADS_2