Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Menjadi Pasangan Halal


__ADS_3

"Saya terima nikahnya Romansa Kala Senja binti Joko Santoso dengan mas kawin secangkir kopi dan uang sebesar satu juta yen dibayar tunai," ucap Ryota dalam satu tarikan nafas. Dia sudah berlatih ini sejak beberapa hari lalu, sehingga tak heran dia begitu lancar dan tak ada gugup sama sekali.


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu.


"Sah," jawab Para Saksi dengan lantang.


"Alhamdulillah," ucap para penonton dengan riang.


Beberapa tamu yang hadir nampak sibuk menghitung uang mahar yang diberikan oleh Ryota untuk Senja. Dan ternyata jika dikonversikan ke dalam rupiah, nilainya menjadi Rp131 juta lebih, nilai yang sangat besar untuk warga desa seperti mereka.


Ryota berucap syukur dalam hati bahwa kini Senja telah sah menjadi separuh jiwanya. Di usianya yang kini hampir 34 tahun, dirinya telah melepas masa lajangnya.

__ADS_1


Senja diapit oleh Ibundanya dan kakak iparnya, Widya, kini keluar dari kamarnya untuk menuju tempat acara ijab kabul tadi. Senja nampak anggun dengan kebaya putih dan senyum merekah menyambut status barunya.


Senja duduk di sebelah Ryota, meraih tangan lelaki yang kini menjadi suaminya tersebut dan menciumnya. Ryota sendiri kemudian membalas dengan mencium kening Senja. Setelah itu, bu Dewi meletakkan secangkir kopi yang tadi disiapkan Ryota untuk bagian dari mahar. Senja meminumnya hingga habis tak bersisa. Saat ini, dirinya dan Ryota telah resmi bersatu menjadi pasangan suami istri yang sah. Hubungan mereka sudah halal di mata hukum negara dan agama.


Selesai akad nikah, keduanya melakukan prosesi foto bersama, kemudian beristirahat sejenak sekitar dua jam, karena setelah itu adalah pelaksanaan upacara adat jawa yang cukup panjang.


Upacara Panggih adalah prosesi pertemuan secara adat Jawa antara mempelai pria dan mempelai wanita setelah resmi menikah secara agama. Jadi upacara panggih hanya boleh dilaksanakan setelah pernikahan secara agama, dan tidak sebaliknya. Di dalam prosesi upacara ini terdapat beberapa ritual unik yang memiliki makna filosofis. Ritual yang dilakukan di acara pernikahan Senja Ryota yang pertama adalah Balangan Suruh. Ritual ini Ryota dan Senja saling melempar suruh (daun sirih yang dilinting berisi bunga pinang, kapur sirih, gambir, tembakau hitam). Ritual ini menjadi perlambang kedua mempelai saling melempar kasih. Selanjutnya adalah ritual wijikan. Senja membasuh kaki suaminya. Prosesi ini memiliki makna sebagai simbolisasi bakti mempelai wanita kepada mempelai pria, serta menghilangkan halangan agar tujuan perjalanan menuju keluarga bahagia dijauhkan dari kesulitan dan mara bahaya. Dan ritual terakhir adalah sungkeman yakni kedua mempelai bersembah sujud kepada kedua orang tua untuk memohon doa restu. Setelah serangkaian prosesi adat jawa terlewati dengan khidmat dan lancar. Senja dan Ryota masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Mereka akan kembali menyambut tamu pada acara resepsi nanti malam.


"Ganti baju dulu, baru tiduran," perintah Senja merasa risih melihat Ryota masih berpakaian pengantin.


"Bentar sayang," ucap Ryota kemudian dia duduk menatap Senja dari cermin.

__ADS_1


"Kamu cantik banget deh, boleh minta cium gak," Ryota kemudian mengerucutkan bibirnya berharap dibalas oleh Senja.


"Ta," sentak Senja sambil menatap tajam suaminya. Suaminya ini bandel sekali, diminta untuk berganti pakaian tak segera dilakukan malah kini menggodanya.


"Iya iya sayang, aku ganti baju," jawab Ryota sambil mengangkat tangan seolah memohon ampun atas nada tinggi istrinya. "Nanti malem ya," ucap Ryota kembali sambil mengerlingkan matanya. Senja hanya menggelengkan kepalanya. Suaminya ini sungguh tidak sabaran.


Malam pun tiba, Senja dan Ryota kini tengah berdiri di pelaminan demgan gaun pernikahan dengan berwarna dasar cokelat. Mereka berdiri menampilkan senyum terbaiknya untuk menyambut para tamu yang datang. Mulai dari para tetangga, saudara, teman sekolah, teman kuliah dan teman kerja Senja nampak hadir di acara yang tengah berlangsung walau bukan di hari libur ini.


Dari kejauhan nampak pula kedua sepupu Ryota datang bersama pasangan masing-masing. Ayumi dan Daichi memang baru tiba sore ini, karena ada urusan pekerjaan. Ayumi dan Daichi nampak melambaikan tangan ke arah Ryota karena mereka masih harus antri bersama para tamu yang lainnya.


Ryota membalas lambaian tangan kedua sepupunya. Kemudian Senja ikut menatap ke arah lambaian tangan Ryota, namun sorot matanya menangkap seseorang yang pernah dikenalnya, seseorang yang tak seharusnya ada di sini.

__ADS_1


"Sayang, dia di sini?" tanya Senja menoleh ke arah Ryota. Ryota mengangguk dan mengelus telapak tangan istrinya untuk menenangkannya.


__ADS_2