Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 102


__ADS_3

Lily memasuki rumah sambil bersenandung kecil,suasana hatinya cukup bagus malam ini setelah berkunjung kerumah sang paman dan terlebih bertemu serta berkenalan dengan Riky adik sepupunya.


Gadis itu bahkan tak menghiraukan kedua orang tuanya yang tengah menatap dirinya dari sofa,bahkan tatapan tajam yang papanya berikan karena dirinya yang pulang malam tak Lily anggap.Ia hanya berkata


"Habis dari rumah paman Cakra,gak keluyuran"


Selepas itu langsung ngacir menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.


Diarea sofa tuan Haris langsung meraih telepon genggamnya selepas sang putri telah berlalu dari sana,


laki laki paruh baya itu menekan nomor kontak milik adik iparnya kemudian telepon genggam itu didekatkan ketelinganya.


"Halo bang Haris"suara Sintia adik iparnya tuan Haris terdengar dari balik telepon genggam itu.


"Lily habis dari rumahmu dan Cakra?"


tanya tuan Haris langsung to the poin kepada adik iparnya itu.


"Iya bang,Sintia yang minta Lily datang kerumah hari ini tadi malam.


Mau dikenalin ke Riky anakku yang paling kecil,belum pernah ketemu dan kenalan secara langsungkan mereka"


"Begitu,yasudah itu saja.Sampaikan salamku pada Cakra.Terima kasih"


Tut..

__ADS_1


Tuan Haris mengakhiri panggilan itu,


ia lalu menoleh kearah sang istri yang menatapnya sejak tadi lalu mengangguk pelan.Nyonya Linda yang melihat anggukan dari sang suamipun nampak kembali fokus pada majalah ditangannya.


Ditempat lain__


Axa alias Alexa tengah duduk dimeja makan bertiga dengan mama dan juga papanya,yang mereka lakukan adalah makan malam dengan suasana kalau menurut Lexa sih lebih mirip kayak makan malam formal dengan rekan bisnis bukan makan malam keluarga seperti yang dibenak banyak orang.


"Perusahaan saya baru saja menang tender besar,kamu mau hadiah apa Alexa?"tanya sang papa pada Lexa.


"Perusahaan saya juga baru selesai mengerjakan proyek besar,Alexa kalau mau dibelikan sesuatu ini adalah waktunya kamu meminta"ujar sang mama pula.


Lexa menatap kedua orang tuanya itu secara bergantian lalu menyuapkan makanan dari piringnya kedalam mulutnya,ia kunyah sampai habis makanan itu lalu ditelan barulah gadis itu berbicara menjawab perkataan kedua orang tuanya itu.


jujur saja saat mengajukan pertanyaan itu jumlah peresentase harapan Lexa untuk dikabulkan adalah 0% alias mustahil.


"Minta yang lain saja Alexa,tender baru tentu banyak waktu pula yang dihabiskan untuk mengurusnya"ujar sang papa.


"Benar minta yang lain saja,liburan keluarga?tak mungkinkan jika papa mu harus mengajak keluarga keduanya" ujar sang mama pula.


"Kalau gitu kirimkan saja uangnya ke rekeningku,nanti akan ku gunakan juga sudah menemukan apa yang ingin ku beli.Dan ya untuk papa,jangan lupa ajukan pertanyaan yang sama pada Jess juga"ujar Lexa sambil terus melanjutkan makan makanan dipiringnya.


"Nanti selepas makan malam mama kirim"ujar sang mama.


"Papa akan kirim nanti,dan ya Jess juga akan diajukan pertanyaan yang sama"ucap sang ppa.

__ADS_1


Lalu kini ketiga orang yang merupakan orang tua dan anak itu kembali melanjutkan makan malam mereka tanpa ada pembicaraan lebih lanjut,bahkan selepas makan malam selesai satu persatu beranjak dari meja makan tanpa ada ucapan apapun yang keluar dari mulut masing masing dan pergi entah kemana yang mereka inginkan.


Bagi orang lain yang melihatnya ini adalah hal yang aneh dan sejujurnya jauh juga dari sebuah hal yang melambangkan hangatnya sebuah keluarga.Namun bagi seorang gadis bernama Lexa alias Alexa,moment seperti ini menjadi hal yang paling normal dan damai yang terjadi dirumah ini.


Lexa bersyukur hal itu,karena biasanya jika tidak melihat sang mama yang lagi mode pecandu alkohol dan mulai menggila sampai tak segan segan melukai orang yang mengusiknya disaat saat seperti itu bahkan jika itu dirinya.Atau jika bukan sang mama maka sang papa yang menjelma menjadi mode bola panas jika disaat saat sedang stress karena banyaknya pekerjaan atau karena melihat tingkah mamanya Lexa yang semakin memanaskan bola panas itu,jadi ya bisa duduk bertiga dimeja makan tanpa ada hawa panas adalah suatu berkah tersendiri bagi gadis tomboy itu.


Berbeda dengan suasana kediaman Lexa yang nampak lagi damai damainya, suasa tempat tingga sang saudari malah berbanding terbalik.


Jessi melangkah perlahan lahan melewati area ruang keluarga,kedua telinganya disumpal dengan Airpods yang tengah memutar musik dengan volume maksimal.Namun suara ketawa ketiwi dari sang mami beserta teman teman masih saja bisa menembus kedalam indra pendengarannya.


Jika saja dirinya benar benar tidak sedang merasa sangat haus dan lapar sedangkan stok air minum serta makanan atau snack dikamarnya tidak habis,Jessi ogah sekali keluar dari dalam kamarnya dan turun dari lantai atas menginjakkan kaki kelantai bawah.


Lihatlah semua kekacauan yang disebabkan oleh orang orang setengah sadar dan setengah gila ini,belum lagi bau alkohor yang menyeruak sekali membuat jessi yang mencium aromanya ingin muntah.


Jessi akhirnya berhasil melewati ruangan yang digunakan untuk berpesta alkohor oleh sang mami itu dan akhirnya mencapai dapur.Gadis itu segera membuka kulkas dan mengeluarkan air minum serta apa saja makanan yang bisa langsung dirinya gunakan untuk mengisi perutnya yang lapar saat itu juga.


Jessi memang belum makan malam,ya gimana mau makan malam kalau sejak tadi sore kumpulan orang orang setengah waras itu telah berada dirumah ini.Mana para pelayan tentu langsung libur mendadak dan langsung mengungsi rumah kecil dibagian belakang rumah,tentu orang waras mana yang mau berhadapan dengan orang orang setengah gila yang kini menggila diruang keluarga.


Ruang keluarga?


Jessi tak setuju jika ruangan itu masih dilabeli dengan nama ruang keluarga,tak cocok bagi ruangan yang jauh lebih sering digunakan untuk berpesta alkohol oleh sang mami beserta rekan kerja yang tak ada satupun benar benar Jessi tau itu siapa kecuali wajahnya doang.Satu fakta yang harus kalian semua ketahui yaitu bukan hanya mamanya Lexa saja yang menjadi pecandu berat alkohol tapi maminya Jessi juga.Bedanya mamanya Lexa lebih suka berpesta alkohol sendirian kalau dirumah,


nah maminya Jessi malah sebaliknya. Maminya Jessi selalu mengundak teman- temannya untuk berpesta bersama menikmati minuman yang memabukkan dan sekaligus menghilangkan akal sehat itu.


Dalam hati Jessi,gadis itu juga sedikit bersyukur karena malam ini sang papi tidak pulang kerumah ini dan mungkin pulang ke rumah lain yang dihuni Lexa saudarinya dan juga sang mama tiri.Jika tidak?Wah sungguh bisa ditebak kalau perang dunia akan tercipta malam ini,berujung Jessi tak akan bisa tidur tenang semalaman.

__ADS_1


__ADS_2