
Seperti yang sudah disepakati oleh ketujuh siswi ruang 11,sepulang sekolah mereka benar benar memacu kendaraan masing masing untuk menuju tempat dimana markas anak anak ruang 11 berada.Dan sesuai dengan apa yang Iren suruh tadi kepada Lily,gadis itu sudah menghubungi Alex sebagai perantara supaya cowok itu menyampaikan kepada tiga belas murid cowok lain untuk ikut berkumpul dimarkas juga.
Lily yang belum mengetahui alamat pasti tempat tujuannya dan yang lain sengaja menjalankan mobilnya tepat dibelakang mobil milik Iren sang ketua kelas,bayangkan sekarang dijalan yang mereka lalui itu terdapat belasan mobil dan beberapa sepeda motor yang melaju searah dengan jarak yang cukup dekat sehingga mirip dengan konvoi.Tapi tenang saja,mereka semua tidak mengganggu pengguna jalan yang lain kok.
Kening Lily sempat menyergit setelah mobil miliknya dan kendaraan milik teman teman sekelasnya melaju memasuki pintu gerbang sebuah area komplel perumahan,bukan komplek perumahan biasa tapi area sebuah perumahaan yang bisa dibilang cukup elit.Gadis itu bertanya dalam hati apakah markas anak anak ruang 11 itu ada didalam komplek perumahaan yang mereka masuki ini dan sepertinya jawabannya iya,karena mobil Iren serta yang lainnya berhenti didepan salah satu rumah didalam komplek itu dan satu persatu dari mereka turun dari kendaraan masing masing.
Melihat semua temannya yang sudah turun dari kendaraan masing masing,Lily juga akhirnya beranjak keluar dari dalam mobilnya sehingga ia yang menjadi yang terakhir turun.
Gadis itu menatap sebuah rumah dengan ukuran dan bentuk lumayan serta tentu harganya juga pasti lumayan jika di uang-kan,Iren yang melihat Lily yang menelisik bangunan didepan mereka langsung tersenyum.
"Ini markasnya anak anak ruang 11,
rumahnya jake ini"ujar Iren kepada Lily.
Lily menoleh kearah Iren yang berbicara padanya
"Lumayan juga nih tempat"komentar gadis itu.
"Yaudah yuk masuk guys,kuncinya udah gue buka nih"ujar Jake,mereka memang sejak tadi berdiri menunggu Jake membuka kunci rumah yang merupakan markas anak anak ruang 11 itu.
Para penghuni ruang 11 langsung bergerak memasuki rumah didepan mereka setelah mendengar perkataan Jake itu,begitu juga dengan Lily yang lengannya digandeng oleh Iren untuk masuk kedalam rumah itu.
"Selamat Datang Dimarkasnya Anak Anak Ruang 11,Nona Lily Yang Terhormat!"seru Jake sesaat setelah kedua puluh satu anggota ruang 11 masuk kedalam rumah semuanya.
"Selamat Datang Nona Lily yang terhormat!"seru yang lainnya juga.
Sambutan sederhana itu membuat seutas senyuman tulus terukir dibibir Lily,gadis itu sering tersenyum namun sangat jarang senyuman itu keluar dengan tulus.
"Tanks sambutannya para rakyat"ucap Lily tentunya dengan nada bercanda.
__ADS_1
"Ye..!"seru teman temannya,kemudian mereka semua kompak tertawa entah apakah itu benar benar lucu sehingga bisa membuat orang tertawa atau mereka tertawa hanya untuk meramaikan suasana saja.
"Udah udah ketawa lo semua ngerusak kuping banget,yuk Ly gue ajak keliling"ujar Alex langsung merangkul pundak Lily lalu membawa gadis itu pergi dari sana untuk diajak berkeliling rumah yang disebut markas anak anak ruang 11 itu.
"Dih yang punya tempat si Jake,malah dia yang ngajak Lily keliling"cibir Erlan melihat tingkah sohibnya itu,
btw Erlan ini merupakan murid cowok yang paling akrab sama Alex.
Jake mendengar cibiran itu langsung merangkul Erlan
"Udahlah bro,biarin aja si Alex.
Jarang jarang loh sohib kita yang satu itu aktif dimarkas,biasanya begitu sampai pasti dia langsung mengambil posisi buat molor"ujar Jake selaku pemilik tempat.
Erlan menganggukpun mengangguk setuju setelah mendengar perkataan Jake itu,benar juga apa yang dibilang sama Jake ujar Erlan dalam hatinya.
Mari kita lihat kemana Alex membawa Lily sekarang,sesuai dengan perkataan cowok tadi,Alex benar benar membawa Lily untuk berkeliling rumah milik Jake yang dijadikan markas sekelas itu.
"Gak lah ngapain sayang,lagian lebih sayang kalau nih rumah gak dihuni sedikitpun.Kalau dia yang huni sendiri juga pasti kesepian banget dia nanti"ujar Alex menjawab pertanyaan dari Lily.
"Erlan pasti anak tunggal"gumam Lily namun masih bisa didengar oleh Alex.
"Erlan memang anak tunggal,kedua ortunya sama sama gila kerja juga.
Bisa lo bayangin pasti nasib Erlan gimana"ujar Alex.
"Pasti kesepian banget sih,gue yang gak terlahir sebagai anak tunggal sekaligus punya mama yang bukan wanita karir aja tetap kesepian banget"ujar Lily menyauti perkataan Lily dengan gumaman.
"Itulah kenapa lo ditakdirin menjadi salah satu bagian ruang 11"ujar Alex yang mendengar gumaman Lily itu dan Lily mengangguk membenarkan perkataan cowok itu.
__ADS_1
Setelah menunjukkan semua bagian bagian penting didalam markas itu, Alex dan Lily berjalan kembali menghampiri anak anak ruang 11 yang lain.Teman sekelas mereka sekarang sedang berkumpul diarea ruang depan yang biasanya dijadikan tempat menerima tamu yang datang,disana ada sebuah tv pintar serta beberapa sofa dan juga lantai yang beralaskan karpet.Tempat yang cocok untuk berkumpul rame rame untuk para anak muda ini.
"Wis itu jajanan micin sebanyak itu lo semua dapet dari mana,perasaan tadi gak ada yang mampir keminimarket?"tanya Lily saat menemukan tumpukan berbagai makanan permicinan diatas meja kecil disana saat ia kembali bersama Alex.
"Itu semua udah distok disini Ly"jawab Naira.
"Btw gimana,udah kelilingnya?"tanya patnernya Biya itu.
Lily mengangguk sebagai jawaban, kemudian gadis itu berjalan dan memilih duduk disebelah Iren yang duduk ngemper dilantai marmer beralaskan karpet.Sedangkan Alex memilih join didekat Erlan dan Jake yang sedang asik bermain game online disalah satu sudut ruangan itu.
"Mau?"Axa menyodorkan bungkus snake yang sudah dia buka kepada Lily untuk menawarkannya apakah gadis itu mau atau tidak.
"Gak dulu deh,terlalu banyak micin"ujar Lily menolak tawaran atlet karate itu,lihatlah jari jari tangan Axa itu terlihat banyak serbuk micin dari jajanan yang sedang dia makan itu.
"oh iya lupa,lo harus jaga makanan juga ya.Nih lo minum susu kotak aja tapi bukan yang rasa coklat,tinggal rasa vanila aja yang ada dikulkas tadi"ujar Axa yang kini memberikan susu kotak rasa vanila kepada Lily.
Lily tanpa pikir panjang segera menerima susu kotak itu dengan senang hati
"Tanks,asal bukan strowbery gue suka kok"ucap Lily yang langsung menancapkan sedotan kedalam kotak susu itu lalu meminumnya dengan cara disedot menggunakan sedotan itu.
~Hai guys,gimana cerita author kali ini? DiKarya ke-empat author ini memang masih banyak yang harus diperbaiki,tapi author janji akan semakin baik disetiap harinya🥰~
Btw buat kalian yang minat mampir nih
Ini akun instagram author,akun ini author buat untuk karya karya author selama ini.
Silahkan mamoir,kalau enggak juga gak papa.
__ADS_1
See you next time 👍🥰