
Lily menjalankan mobilnya untuk secepat mungkin meninggalkan area parkiran minimarket dimana dirinya baru saja bertemu kembali dengan perempuan aneh itu,Gadis itu menganggap perempuan tadi aneh karena menolak dirinya yang hendak membayar susu yang ia beli dan malah menawarkan barter dengan susu strobery yang selalu berakhir ditong sampah didepan minimarket itu karena ulah dari tangannya.
Tapi tak apa setidaknya dirinya terhindar dari dosa karena terus membuang buang minuman pink itu meski Lily sangat tak menyukai minuman itu,selain itu setidaknya uangnya tak berkurang,ditambah Lala tidak mengomel dari atas sana karena melihat dirinya yang selalu menyia nyiakan minuman kesukaan kembarannya itu.
*Lihat Lala,kau senangkan susu kesukaanmu tidak akan kubuang lagi?* batin Lily,seolah olah ia sedang mengirim pesan kepada mendiang saudari kembarnya itu.
Sekolah___
Lily berjalan dilorong sekolah yang masih terbilang lengang,entah dirinya yang memang datang lebih awal atau memang murid murid sedang kompak untuk datang lebih lama dari biasanya.Karena suasana lorong sekolah yang masih lengang,Lily sengaja berjalan santai karena tau kalau dirinya tidak akan menjadi bahan perhatian kali ini.Namun saat saat dimana gadis itu menikmati kelengangan lorong itu harus berakhir karena ada gangguan kecil,
Vero yaitu pacar mendiang kembarannya tiba tiba berteriak memanggil nama sambil berlari menghampiri Lily yang membuat gadis itu menghela nafas berat.
"Pagi Lily"sapa Vero terdengar ramah bagi orang lain namun tidak bagi Lily,gadis itu hanya berdehem pelan menanggapi sapaan dari Vero.
Vero mengusap tengguknya saat merasa kalau dirinya tak mendapatkan sambutan hangat dari Lily yang berdiri didepannya kini,terlebih raut wajah yang hampir tak berekpresi ditunjukkan oleh Lily.
"Ekem...tumben kamu datang pagi banget kayak gini Ly,biasanya enggak secepat ini?"tanya Vero kepada Lily,
cowok itu tengah mencoba mencari topik pembicaraan supaya suasana tidak terlaku akward.
"Gak sengaja"jawab Lily singkat,ia melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi kembali tanpa mempedulikan Vero yang berjalan mengukitinya dari samping.
"Ooh gak sengaja,tapi bagus loh Ly datang cepet kayak gini jadi suasana sekolah masih adem.Dan oh iya,dulu Lala juga pasti rutin selalu datang pagian"ujar Vero setelah Lily menjawab pertanyaannya,cowok itu menyeimbangkan langkahnya untuk bisa berjalan sejajar dengan gadis yang merupakan kembaran mendiang pacarnya ini.
__ADS_1
"Gimana seminggu lebih sekolah disini Ly,asik gak atau ada masalah gitu?"baiklah Vero tak kehabisan akal untuk mencari topik pembicaraan.
"Just as usual"jawab Lily sengaja menjawab pertanyaan Vero dengan singkat dan menggunakan bahasa inggris,berharap cowok itu berhenti mengajaknya bicara.Bukan apa apa tapi Lily tak suka ada orang sok akrab bertanya banyak hal padanya,yap benar!Lily sama sekali tak merasa Vero cukup dekat dengannya untuk bisa mengobrol banyak hal.Tapi sepertinya Vero bukan tipe orang yang bisa mengerti kalau seseorang tidak ingin diajak bicara olehnya karena bukannya berhenti,Vero malah mulai menceritakan serta menanyakan banyak hal.Lily hanya menjawab dengan singkat dan bahkan tak berniat sedikitpun untuk menoleh kesamping,
gadis itu hanya berjalan sambil menatap lurus kedepan.
Entah sudah merasa jenuh dan lelah mendengar ocehan cowok disebelahnya ini atau bagaimana,Lily menghentikan langkahnya mendadak yang membuat Vero ikut berhenti melangkah lalu menanyakan kenapa gadis itu tiba tiba berhenti.
"Kok berhenti Ly?"tanya Vero memasang wajah bertanya sekaligus heran.
Lily akhirnya menoleh kesamping atau lebih tepatnya melihat kearah Vero dengan wajah yang masih tetap semi datar
"Lo anak kelas mana?"tanya Lily kepada Vero,ya padahal sebenarnya dia tahu.
"Gitu ya,trus kenapa lo masih ngikutin gue?!"tanya Lily agak ketus,sengaja.
Vero sebenarnya pada awalnya bingung maksud Lily,namun setelah cowok itu memperhatikan sekitar barulah dirinya menyadari kalau kelasnya sudah cukup jauh terlewat.Vero tak menyadari hal itu karena asik berbicara sejak tadi,cowok itu menatap Lily sambil tersenyum menahan malu.
"Em aku mau nganterin kamu kekelas kamu Ly"ujar Vero mencari alasan supaya tidak malu maluin diri sendiri.
"Gak usah,sana kekelas lo"tolak Lily mentah mentah,setelah itu ia berniat meneruskan langkahnya lagi namun lagi lagi Vero menghalangi dirinya.
"Eh eh Lily tunggu bentar"ujar Vero sambil menahan lengan gadis itu supaya Lily tidak pergi dulu.
__ADS_1
Lily menaikkan sebelah alisnya bermaksud bertanya apa lagi yang diinginkan oleh Vero,sumpah!kalau bukan pacar dari mendiang kembarannya,super ogah banget Lily ngeladenin cowok yang satu ini.
Berbeda dengan Lily yang sudah merasa jengkel dengan sikapnya,Vero malah hanya cengengesan tak jelas minta ditonjok kayaknya.
"Lo suka susukan?"tanya Vero tiba tiba.
"Gue ada bawa susu kotak,buat lo aja"lanjut Vero,cowok itu langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
*Jangan strowbery pliss*mohon Lily dalam hatinya,namun sepertinya permohonannya kali ini lagi lagi tidak dikabulkan oleh tuhan.
Gadis itu menatap sebuah susu kotak rasa strowbery yang disodorkan oleh Vero dengan semangat kepadanya
"Ini ayo ambil,biasanya gue kasih itu tiap pagi untuk Lala.Tapi gue baru inget lagi kalau pacar gue udah gak ada,jadi lo ambil aja ya"ujar Vero setengah memohon.
Melihat cowok didepannya ini memohon padanya,Lily akhirnya menerima pemberian Vero itu.Lily melakukan ini untuk menghormati kembarannya, karena gadis itu tau pasti bagaimana mendiang Lala sangat menyayangi cowok dihadapannya ini.
"Udah gue terima,sana lo pergi"suruh Lily kepada Vero setelah susu kotak rasa strowbery itu telah berpindah ketangannya.
"Oke,kalau begitu sampai nanti Ly" ujar Vero terlihat sangat girang saat pemberiannya diterima oleh Lily.
Setelah Vero berbalik dan berjalan menuju kekelasnya,Lily melanjutkan langkahnya menuju ruang 11 yang menjadi kelasnya sendiri.Sesampai didepan pintu kelas,Lily tak langsung masuk begitu saja.Lily melirik tong sampah yang tak jauh dari pintu kelas dan setelah memastikan kesekitarnya,tanpa basa basi dan rasa bersalah sedikitpu Lily melempar kotak susu yang baru dirinya terima dari Vero melayang memasuki tong sampah itu.
"Gue benci strowbery"ujar Lily pelan,setelah itu ia melangkah masuk dengan santai kedalam kelasnya.
__ADS_1
Butuh waktu lima belas menit lebih supaya teman sekelas Lily mulai ada satu satu menunjukkan batang hidung mereka,Lily yang tidak berminat untuk mengeluarkan suara pagi ini hanya membalas sapaan dan ucapan selamat pagi teman sekelasnya dengan sebuah senyuman saja.Kedua telinganya juga terlihat sudah disumpal dengan AirPods yang memutar musik dengan volume yang lumayan,digunakan untuk mengantisipasi keberisikan teman sekelasnya jika sudah mulai rame nanti.