Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 71


__ADS_3

Bab 72


"Pagi Ren"sapa Lily saat sesampai dikelasnya kepada Iren yang terlihat menghapus papan tulis.


"Eh pagi Ly,udah fit nih keliatannya.Gak kayak mayat hidup lagi kek kemarin"ujar Iren kepada Lily,bu ketu ini agak sedikit terkejut saat Lily menyapanya tiba tiba.


Lily mengangguk pelan mendengar perkataan ketua kelasnya itu,Iren memang benar soal kondisinya hari ini yang terasa jauh lebih baik dari kemarin.


"Penghuni kelas masih kita berdua banget nih?"ujar Lily setelah memperhatikan seluruh penjuru ruang kelas,hanya menemukan tas milik Iren disalah satu barisan bangku murid itu.


"Alex sama sebagian besar anak cowok udah datang kok tadi gue liat lewat,tapi itu mereka gak kekelas dulu.Palingan nongkrong dipojok belakang sekolah dulu,ngerokok"


ujar Iren kepada Lily.


"Rokok mulu"gumam Lily.


Lily-pun menuju kebangkunya untuk meletakkan tas sekolahnya lalu meraih salah satu susu kotak diatas mejanya kemudian berjalan kembali kedepan,gadis itu kini duduk dikursi guru.


"Em btw Rin sini deh"panggil Lily kepada Iren.


"Apaan?"tanya Iren langsung menghampirinya.


"Sejak kapan lo membangun komunikasi sama bik Nur,salah satu pengurus kediaman keluarga gue?"tanya Lily.


Hehehe...sebuah cengiran langsung terukir diwajah sang ketua kelas


"Dari kemarin,udah tau ya.Tau dari mana lo?"tanya Iren


"Tadi pagi pas mau berangkat kesekolah"jawab Lily sambil memasang muka malas kearah Iren.


"Lain kali jangan suka laporin hal aneh aneh ke bik Nur soal gue,beliau udah tua.Kasian nanti kerjaannya udah banyak malah nambah buat mikirin gue"lanjut Lily kepada Iren.

__ADS_1


"Iya iya sory,gue gitu cuma buat jaga jaga aja Ly.Entah kenapa gue perlu ngelakuin hal itu"ujar Iren kepada Lily.


"Gue gak bakal laporin aneh aneh lagi"lanjut bu ketua kelas ini.


"Good"ucap Lily,setelah itu ia mengisap susu kotak ditangannya dari selang.


"Itu susu kotak lo,kalau gak ada niatan mau dibawa pulang.Pindahin kedalam lemari dipojok belakang kelas aja Ly,kosong kok itu lemari dari pada meja lo penuh gitu.Untung lo cuma duduk sendiri"ujar Iren sambil menatap kearah meja Lily yang memang sudah hampir penuh dengan berbagai produk susu kotak.


"Nanti gue pindahin deh.Gue heran deh kenapa itu susu kotak bisa sebanyak itu? Padahal kemarin kemarin perasaan yang ngasih cuma Yura,pacarnya mendiang kembaran, calon kakak ipar,sama si Alex doang"ujar Lily yang keheranan sendiri melihat begitu banyak susu kotak diatas mejanya.


"Yang ngasih lo susu kotak cuma mereka berempat,tapi mereka sekali ngasih banyak.Rajin banget mereka nyisin uang jajan buat beliin lo susu kotak,tapi ya mereka masuk golongan berada jadi gak heran juga"


komen Iren setelah mendengar perkataan Lily.


Lily beranjak dari bangku guru dan terlihat bergerak menuju kebangkunya kembali,gadis remaja itu memilah semua susu kotak varian strowbery dari atas mejanya dan memindahkannya ke atas meja Jessi.Sedangkan hampir seluruh sisa dimejanya mulai dipindahkan kedalam lemari yang ada dibagian pojok belakang ruang kelas.


Iren yang memperhatikan kegiatan yang tengah dilakukan anggotanya itu hanya geleng geleng kepala,lalu berjalan mendekat kesana.


"Bisa mabok susu strowbery nih si Jessi lama lama kalau kayak gini" ujar Iren kepada Lily,tangannya meraih salah satu susu kotak varian strowbery diatas meja jessi dan meminumnya.


"Ya tolak dong cantik,bilang kalau lo gak suka sama susu strowbery"ujar Iren memberi saran penyelesaian.


"Maunya sih gitu,tapi sepupu minta tolong sama gue buat gak ngelakuin hal itu.Anan bilang Vero kayak gitu karena masih berduka kehilangan pacarnya.Makanya sebagai kembaran dari mendiang pacarnya itu orang, mencoba untuk bersimpati sedikit.


Meski gak tau tahan sampai mana"ujar Lily,gadis itu tak berbohong dengan apa yang dia katakan kepada Iren.


Lily bersifat seperti itu memang atas dasar permintaan dari Anan sepupunya,kalau enggak ogah banget dia tiap hari nerima nerima susu strowbery dari cowok yang namanya Vero.


"Simpati boleh tapi jangan bikin risih diri sendiri.Jadi jangan lama lama simpatinya"ujar Iren kembali memberi petuah.


"Tau kok.Nanti kalau gue udah bener bener risih,gue kasih tau sama tuh cowok"ujar Lily.

__ADS_1


Terlihat remaja itu kini telah selesai dengan pekerjaannya memindahkan hampir seluruh susu kotak miliknya kedalam lemari disana.


"Amankan Ren?"tanya Lily memastikan keamanan kemari itu untuk terakhir kalinya.


"Aman.Anak kelas ini gak bakal ada yang nyomot itu susu kotak,palingan sesekali kalau jiwa usil para spesies kelas kambuh"jawab Iren.


"Kalau itu sih,susah dicegah"gumam Lily.


"HALLO EVERYONE,BIYA AND NAIRA COMEBACK"


"Tuh,dua spesies udah datang"ujar Iren sambil menunjuk kearah Biya dan Naira yang baru memasuki kelas secara bersamaan.Kedua soulmate itu menyapa Iren dan Lily sebentar sebelum akhirnya duduk dibangku mereka,btw Biya serta Naira ini teman sebangku ya guys.


Keduanya duduk duduk dibangku masing masing lalu terlihat Biya yang mengeluarkan sebuah laptop dari tasnya disusul dengan Naira yang juga mengeluarkan sebuah kamera dari tas sekolahnya juga.Setelah itu kedua cewek yang merupakan koran berjalan dan intel ruang 11 itu terlihat fokus bergelut pada kesibukan mereka berdua.


"Pasti itu dua curut habis dapet berita baru tuh"ujar Iren setengah berbisik kepada Lily.


"Kayaknya sih iya"saut Lily pelan.


Skip___


Terik matahari sudah mulai menyengat,cukup bisa membuat siapa saja yang berdiri langsung dibawah sinarnya dalam waktu cukup lama akan kepanasan dan merasa tersengat.


Kita beri contoh dengan melihat sekumpulan siswa yang berjumlah delapan orang kini tengah berdiri ditengah lapangan terbuka dengan posisi hormat kepada bendera,


peluh sudah terlihat membasahi seragam masing masing namun mereka diwajibkan untuk tetap dalam posisi seerti itu dalam kurun waktu yang telah ditentukan.Kedelapan siswa itu juga kini sudah menjadi salah satu pusat perhatian para murid lain yang kebetulan berkegiatan diluar kelas.


"Kasihan betul ya kawan kawan kita disana"celetuk Adam.


"Siapa suruh ngeyel,diajak kekelas gak mau.Eh ke gep sama guru bk,gitu tuh akibatnya"ujar Aldo.


"Seharusnya lo ber-enam langsung seret paksa aja itu kesembilan spesies kelas kita itu,kalau ginikan yang ada pasti nih gue harus ikutan mampir keruang BK juga"cecar sang ketua kelas.

__ADS_1


"Sabar ya bu ketu"ucap yang lainnya kompak.


Mereka adalah anak anak ruang 11 yang tengah menonton dengan suka cita kedelapan anggota kelas mereka yang tengah cosplay jadi ikan asin ditengah lapangan.


__ADS_2