
Dikediaman Anan siang ini nampak cukup ramai karena kedatangan teman temannya bertamu disana.Agnes,Rona, Desy,Vero,dan Jaka datang ke rumah Anan untuk berlajar bersama sepulang sekolah tadi,mereka tak langsung kesana sepulang sekolah melainkan pulang dulu untuk ganti baju kemudian datang ke rumah Anan.
Mereka duduk melingkar menghadap meja berkaki pendek,sedangkan mereka duduk dilantai yang beralaskan karpet.
Tak jauh dari posisi mereka terlihat Riky adiknya Anan yang nampak sedang asik memainkan vidio game.
Anan terlihat memasuki ruangan dengan membawa nampan berisi gelasĀ air minum dan juga sepiring cemilan untuk menemani belajarnya dengan teman teman nanti.
"Nih minumannya"ujar Anan menunduk menaruh nampan yang dibawa ditengah tengah meja berbentuk lingkaran itu.
"Makasih nan"ucap yang lain.
"Sama sama"ucap Anan,pemuda itu berdiri tegak kembali kemudian menoleh kearah adiknya berada.
"Iky,sudah cukup dengan vidio gamenya.Ayo sana ambil bukumu,ikut kakak dan para sahabat kakak belajar"suruh Anan pada adiknya.
Riky,bocah 6 tahun itu langsung menoleh menampilkan wajah malasnya.
"Bang Anan mah,lagi seru tau.Iky gak mau ikut belajar bareng,males banget tau"ujar bocah itu pada sang abang.
"Heh,gak boleh ada kata males buat belajar.Apalagi bagi anak sekolah.
Sana ambil buku kamu,trus gabung dimeja"ujar Anan tegas pada sang adik.
Riky dengan gerakan malas mulai beranjak dari depan vidio gamenya, bocah itu melangkah memasuki kamar untuk mengambil buku pelajaran miliknya.Melihat adiknya telah beranjak dari tempat,Anan langsung mengambil posisi duduk disebelah kekasihnya.
"Jangan terlalu keras pada adikmu, kenapa tak biarkan saja kali ini Riky bermain?"ujar Agnes pada Anan.
"Aku melakukan ini untuk kebaikannya sayang,lagi pula adikku itu kalau tak ada mama gak ada pasti sepulang sekolah langsung main game"ujar Anan pada Agnes.
"Biarin aja kali Nes,Anan sebagai abang lagi ngedidik adiknya biar gak besar jadi brandalan nakal.Jadi mumpung masih kecil harus didik dengan tegas"ujar Rona ikut dalam percakapan itu.
"Gue sependapat dengan Rona"saut Vero dari tempatnya.
"Nah yang lain aja set..."
"Hello everyone, Lily here. My dear cousin, where are you?"
Perkataan Anan tak dapat ia selesaikan karena kedatangan seseorang dengan rusuh memasuki rumah.Dia adalah Lily,sepupunya Anan.
"Lily,jangan teriak teriak kayak gitu"tegur Anan pada sepupunya yang tengah celingak celinguk entah mencari apa.
Lily yang tengah celingak celinguk mencari seseorang langsung menoleh kearah sumber suara yang berasal dari mulut sepupunya yang menyebalkan,Anan.Gadis itu dengan santainya melangkah mendekat ke kumpulan para murid teladan itu.
__ADS_1
"Hai Agnes,selamat siang calon kakak iparku yang paling baik dan cantik" Lily menyapa pacar sepupunya itu dengan senyuman manisnya.
Agnes langsung terkekeh mendengar sapaan penuh pujian dari sepupu kekasihnya itu
"Siang juga Lily yang tak kalah cantik dan baik"balas gadis itu sambil tersenyum.
"Aduh,kok lo senyum makin cantik sih Nes.Sayang malah dapet pacar modelan kutu air,gue comblangin sama bule ganteng mau gak"Lily menaik turunkan alisnya.
"LILY!"Teriak Anan kesal.
Seolah olah menganggap Anan tak ada,
Lily malah lanjut mengajak Agnes bicara.
"Nes,liat sepupu gue gak?"tanya Lily.
Agnes langsung menggerakkan tangannya menunjuk kearah sampingnya dimana Anan duduk sambil memasang wajah cengkel karena merasa diacuhkan oleh Lily.
"Bukan sepupu gue yang nyebelin itu tap..."
"Kak LILY!"
Teriakan Riky terdengar sebelum Lily menyelesaikan apa yang hendak dikatakan,bocah itu langsung berlari menghampiri Lily dengan wajah girang.
"Aduh adik gemasku"Lily langsung merentangkan tangannya dan memeluk Riky sebentar.Setelah acara peluk pelukan singkat itu selesai,kedua manusia beda usia namun tingkahnya serupa itu langsung melakukan gerakan tos yang unik.
adik sepupu gue yang tampan lagi menggemaskan.Bukan sepupu jelmaan guru bk"ujar Lily yang tengah merangkul sang sepupu muda pada Agnes.
"Iky,bukunya udah dibawakan.Sekarang ayo sini duduk mulai belajar"ujar Anan pada adiknya,membuat wajah bahagia Riky melihat kakak sepupunya datang langsung kembali berubah suram.
Melihat hal itu membuat Lily langsung bersuara
"Dih apaan lo,gak ada ya.Iky mau gue ajak pergi"ujar Lily kepada Anan lalu ia menoleh kearah sepupu mudanya
"Iky sayang,sana ganti baju buru yang keren dan cakep.Trus pergi sama kakak"ujar Lily pada Riky.
"Siap kak"tanpa babibu,bocah 6 tahun itu langsung ngacir kembali ke kamar,akhirnya ada kesempatan menghindari belajar dengan abangnya batin bocah itu.
"Lily,Iky harus belajar"ujar Anan pada Lily.
"Skip"saut Lily acuh,gadis itu telah duduk santai disofa.
"Lily,kok lo gitu sih?"ujar Rona.
__ADS_1
"Gitu gimana?"Lily menanggapi sambil menaikkan sebelah alisnya menatap Rona.
"Lo seharusnya bantuin Anan supaya Riky mau belajar,bukannya malah ngehalangin Riky buat belajar.Kok kamu gak bisa jadi contoh yang baik buat adik sepupumu sendiri,dulu Lala aja bisa"oceh Rona yang seperti biasa selalu membawa bawa nama mendiang sahabatnya saat bicara dengan Lily.
Lily memutar bola matanya malas
"Gue tanya sama lo,lo sensiri emang punya hak apa bilang kayak gitu?"
tanya Lily pada Rona.
"Aku ini sahabatnya Anan"jawab Rona.
"Nah itu lo sadar diri,lo itu cuma sahabatnya Anan dan bukan siapa siapanya gue.Jadi tutup mulut lo!"ujar Lily membuat Rona langsung diam.
"Lily,jangan kasar gitu sama sahabatku"ujar Vero ikut ikutan menegur Lily.
"Lo juga bukan siapa siapa gue,jadi stop ngatur!"balas Lily pada Anan.
Kemudian gadis itu beranjak dari sofa karena melihat Riky telah kembali.
"Yuk cil,gak asik lama lama disini sama mereka"
"Yuk kak,emang gak asik.Mereka ngebosenin,kecuali kak Agnes"saut Riky.
"Gue sama Iky cabut dulu ya Nes"pamit Lily hanya kepada Angnes.
"Bye calon kakak ipar yang cantik,sayang pacarnya jelek"ucap si bocil yang ikut berpamitan saat pergelangannya digandeng pergi sama kakak sepupunya.
"LY,BAWA ADIK GUE PULANG SEBELUM SORE"teriak Anan pada Lily yang telah mulai menjauh.
"IYA BAWEL LO"
"DASAR ABANG BAWEL"
saut Lily berteriak dari jauh,Riky juga ikut ikutan berteriak pada abangnya.
Anan mengusap wajahnya kasar kalau baru menyadari kalau dua orang yang baru saja pergi itu keluar itu sifatnya sejenis.
"Adik lo kapan akrabnya sama sepupu kalian Nan?"tanya Jaka yang sejak tadi diam menjadi saksi.
"Entahlah,padahal baru ketemu dan kenal Lusa kemarin"jawab Anan yang nampak baru saja meminum es jeruk buatannya untuk meredakan panas.
"Tapi Lily sama adikmu kok bisa klop gitu ya?"tanya Desy sambil memasang wajah penasarannya.
__ADS_1
"Jelas klop lah.Asal kalian tau aja,
Lily pas masih seumuran Riky itu ya sifat dan tingkahnya sama persis. Bedanya dulu Lily patuh kalau lagi sama papanya alias paman gue"ujar Anan.