
Lily menuruni anak tangga sambil berbicara dengan Alex melalui sambungan telepon,hari ini Lily memang setuju untuk berangkat kesekolah bareng cowok itu.Alasannya?guna sebagai antisipasi supaya tidak ada orang yang sok sok akrab yang mengajaknya bicara terus seperti kemarin,Lily ingin memulai pagi disekolah dengan rasa damai tanpa gangguan.
"Berapa lagi lo sampai?"Lily.
"Lima menit lagilah,ini udah masuk gerbang kompleks perumahaan"saut Alex dari seberang sana.
Dengan hp yang masih menempel ditelinga,Lily berjalan mendekati meja makan.Gadis remaja itu bergabung duduk dimeja makan seperti hari hari sebelumnya,Lily hanya meraih dua susu kotak strowbery yang telah disiapkan diatas meja lalu memasukkannya dengan susah payah kedalam tasnya.
"Gue udah sampai nih Ly"ujar Alex memberitahu kalau dirinya sudah sampai didepan gerbang rumah gadis itu.
"Kalau gitu matiin aja panggilannya,
gue bentar lagi keluar"ujar Lily menyuruh Alex mengakhiri panggilan.
Tanpa menghiraukan tatapan yang menajam dari papa dan juga tatapan tak peduli dari sang mama,Lily langsung melenggang pergi meninggalkan area ruang makan.Ia harus cepat karena tak enak jika Alex harus menunggunya lama lama.
"Anak itu sepertinya harus diajarkan sopan santun,coba mama ajari dia" ujar tuan Haris kepada istrinya setelah putrinya menghilang dibalik dinding pembatas ruangan.
"Papa saja"jawab nyonya Linda singkat menyauti perkataan suaminya.
"Baiklah akan ku ajari anak itu nanti kalau aku sudah tak sibuk"balas tuan Haris
"Jangan terlalu menyibukkan diri dengan pekerjaan,papa bisa sakit nanti karena kelelahan"ujar nyonya Linda,dari suaranya sepertinya wanita itu khawatir akan kesibukan pekerjaan sang suami akhir akhir ini.
"Mau bagaimana lagi tetap harus, apalagi kini sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkan untuk mengurus perusahaanku dimasa depan"balas tuan Haris sambil menghela nafas kasar.
Didisi lain Lily keluar dari gerbang rumahnya dan langsung mendapati mobil yang dikendarai Alex menunggunya disana,gadis itu langsung membuka pintu mobil depan dan langsung duduk disebelah Alex yang duduk dikursi pengemudi.
__ADS_1
"Hai girl,langsung jalan?"sapa Alex dan bertanya apakah mereka berdua langsung berangkat apa tidak.
"Langsung saja,kecepatan rata rata saja"saut Lily yang sudah duduk nyaman disebelah Alex dengan sabuk pengaman yang sudah terpasang sempurna.
"Okay,lets go"ujar Alex mulai menjalankan mobilnya kembali.
Dan sesuai dengan permintaan gadis disebelahnya ini,cowok itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata rata saja.
Tidak banyak percakapan yang terjadi didalam mobil Alex itu,entah karena karakter kedua remaja ini yang sama sama bukanlah tipe yang bisa menemukan topik pembicaraan yang asik atau karena sedang malas bicara.Namun yang jelas kini sepertinya baik Lily maupun Alex sama sama hening dalam pikiran masing masing dan sama sama enggan saling mengusik keheningan itu,suara baru terdengar dari keduanya saat Lily meminta untuk mampir sebentar disebuah minimarket yang biasa gadis itu kunjungi setelah bersekolah disini.Alex hanya mengiyakan dengan sebuah deheman singkat saja,tidak ada niatan bertanya apa yang hendak gadis disebelahnya itu beli disana.
"Lo ikut atau enggak?"tanya Lily kepada Alex saat ia hendak keluar dari dalam mobil.
"Ikut,gue mau beli sebat"jawab Alex langsung bergerak keluar dari dalam mobil.
Kedua remaja itu memasuki minimarket itu,Lily langsung berjalan menuju rak tempat dimana barang yang biasa dia beli diletakkan sedangkan Alex langsung mendekati meja kasir.
"Mbak sebat satu bungkus"pinta Alex tanpa basa basi.
Liora langsung mengamati penampilan remaja laki laki yang berdiri dihadapannya ini,menggunakan seragam sekolah meski agak acak acakan.
"Dilarang memperjual belikan rokok kepada anak sekolah seperti kalian"ujar Liora pada remaja dihadapannya ini.
Alex tak langsung berkomentar melainkan langsung mengeluarkan dompet dari saku jaketnya,cowok itu mengambil ktp-nya dari dalam sana dan langsung meletakkannya diatas meja kasir.Jari telunjuk Alex juga digunakan untuk menunjuk pada tahun kelahiran yang tertera diktpnya, barulah ia berkata.
"Saya sudah legal"ujar Alex dengan gaya acuh tak acuhnya seperti biasa.
Liora memeriksa angka tahun lahir pada ktp pelanggan remajanya ini, akhirnya dengan berat hati wanita muda itu memberikan apa yang pelanggannya itu berikan dengan diiringi sebuah nasehat.
__ADS_1
"Masih muda,jangan berlebihan menghisap apa rokok"ujar Liora.
Alex hanya menanggapi nasehat yang diberikan wanita muda didepannya itu dengan acuh,ia meletakkan uang pembayar sekotak rokok yang baru dibelinya sedangkan rokok dan ktpnya dia simpan.
Tak lama Lily datang membawa barang barang yang ia beli,rupanya cewek itu kali ini tak hanya membeli dua kotak susu coklat seperti biasa melainkan juga membeli beberapa chiki chiki-an yang penuh micin,itu untuk dibagi dengan kawan kawan sekelas nantinya.
Setelah semua barang belanjaan gadis itu diletakkan diatas meja kasir untuk melakukan pembayaran,Liona mengasingkan dua susu kotak coklat yang ada diatas meja kasir itu.
"Hei bocah,kamu membawa itu hari inikan?"tanya Liora kepada Zia.
Gadis remaja yang ditanyai oleh wanita muda itupun langsung mengangguk setelah itu segera mengeluarkan dua susu kotak strowbery dari dalam tas sekolahnya dan menaruhnya diatas meja kasir,sedangkan dua susu kotak rasa coklat yang ada dimeja kasir langsung dimasukkan kedalam tasnya.
Alex yang melihat itu sedikit heran dan bertanya tanya apa yang sedang Lily lakukan dengan wanita muda itu terhadap susu kotak itu,namun saat ia hendak bertanya namun tak jadi karena Lily sudah mengajaknya pergi dari sana.
"Yuk Lex,waktu udah mepet"ujar Lily mengajak Alex untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju kesekolah.
Sesampai didalam mobil milik Alex dan setelah mobil itu kembali melaju dijalan raya yang terlihat ramai pagi itu,barulah Alex bertanya tentang diminimarket tadi.
"Tadi itu gimana maksudnya,lo sama mbak kasir itu barter-an susu kotak?"tanya Alex.
"Gitu deh"saut Lily.
"Kenapa bisa gitu?"tanya Alex lagi,ia ingin tau lebih jelas.
Melihat Alex yang penasaran membuat Lily akhirnya menceritakan kejadian beberapa hari lalu dimana pemilik minimarket tadi memergokinya membuang susu kotak strowbery yang selalu dia bawa dari rumah kedalam tong sampah didekat pintu masuk,
sampai akhirnya pemilik minimarket bernama Liora itu mengajak Lily untuk barter saja dari pada harus membuang buang minuman kemasan itu.Alex yang mendengar cerita dari Lily itu langsung mangut mangut mengerti,
__ADS_1
bener juga sih tindakan mbak mbak kasir itu ujar Alex tentunya dalam batinnya saja.