Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 46


__ADS_3

"gimana lanjutan penyelidikan lo?"


"Gak banyak kemajuan"


"Lo yakin mau nerusin?"


"Lo kok kayak punya niatan buat nyuruh gue berhenti sih?"


Lily bangkit dari posisi berbaringnya diatas sofa lalu melihat kearah Alex yang duduk dilantai sambil bersandar disofa yang dia tempati,tentu saja yang menjadi lawan bicara Lily adalah cowok itu juga.


"Gue nanya doang ya elah,apa salahnya tinggal jawab doang"ujar Alex melihat kearah Lily.


"Gue sih mau lanjut terus tapi ya gitu"ujar Lily


"Gitu apanya?"tanya Alex saat merasa cewek yang kini sudah berpindah posisi duduk disebelahnya.


"Pikiran gue gak bisa fokus kemasaah itu,melayang layang mulu entah kemana"keluh Lily,tangan gadis itu meraih sebuah susu kotak diatas sofa.


"Lo minum susu kayak gitu banyak banyak,emang gak ngaruh buat kesehatan lo?"tanya Alex yang kini mendapati Lily sudah menghabiskan 5 kotak susu sepanjang yang dia lihat,


belum termasuk yang belum loh.


"Enggak,dokter gak bilang tuh.Lagian kalau-pun gak boleh gue bakal tetep minum.Lagian ngelanggar satu pantangan gak papa ketimbang gak bisa minum susu kotak lagi"jawab Lily yang membuat Alex menggelengkan kepala heran.


"Kalau aja ada pusat rehabilitasi kecanduan susu kotak,udah gue masukin lo ke sono"ujar Alex.


"Kalau aja ada pusat rehabilitasi kecanduan rokok,udah gue masukin lo ke sono"Lily memutar balikkan perkataan Alex.


"Lah bukannya udah ada?"tanya Alex.


"Lah bukannya yang udah ada itu, rehabilitasi buat pecandu narkoboy ya?"tanya balik Lily.


Jadilah kedua anak manusia itu bingung sendiri dengan topik pembahasan yang mereka buat sendiri,

__ADS_1


gini nih ciri ciri manusia otak pas-pasan.Bengonglah tuh dua manusia jadinya.


Btw guys dua manusia ini lagi ada dimarkas anak anak ruang 11, sekitaran satu jam yang lalu sih penghuninya lengkap gak ada yang absen.Tapi tadi tiba tiba ada yang nyeletuk laper disusul celetukan lain yang mengatakan mereka juga laper,jadilah akhirnya mereka sepakat buat keluar sebentar cari makanan.


Buat kalian yang nanya kenapa Alex dan Lily gak ikut?tentu jawabannya bukan karena mereka nolak ikut,tapi mereka ditinggal gitu aja disana.


Alasannya tadi nih anak berdua ketiduran gitu dan temen temen mereka yang lain antara gak tega sama males buat bangunin mereka, jadilah kedua orang yang lagi bengong ini ditinggal pas tidur.


Eh gak lama setelah yang lain pergi si Alex kebangun karena telinganya gak menangkap suara suara keributan yang biasanya terdengar,eh pas buka mata ini markas kosong gak ada penghuni kecuali dirinya dan Lily yang lagi tidur nyenyak disofa.


Ingin rasa Alex kirim rudal ketempat dimana kawan kawannya kini nyangkut saat nemuin kertas catatan yang ditinggal kawan kawannya diatas meja TV,kesel dia liat temen temennya yang seenak jidatnya ninggalin dia sama Lily doang dimarkas.Kawan kawannya itu pikir mereka gak lapar juga apa?


Lily sendiri kebangun pas sekitaran tiga puluh menit setelah ditinggal,


bangun bangun mata belum terbuka sempurna tapi Alex sudah menodongnya dengan kertas catatan yang ditinggalkan kawan kawan mereka.


Setelah membacanya baik baik,Lilypun tak berkomentar banyak karena sudah paham apa yang terjadi.Ia hanya meminta Alex mengirim pesan kepada bu ketua kelas aka Iren,supaya saat kembali nanti membawakan makanan untuk mereka.Setelah itu hanya senyap tak ada percakapan sebelum akhirnya Alex memulai percakapan dan bersambung menjadi obrolan yang menjadi penyebab utama keduanya bengong berfikir sekarang.


"Belum"jawab Lily.


Baiklah dua insan itu kembali melanjutkan aktivitas bengong mereka sambil berfikir.


Adam dan Iren memasuki markas dengan diekori oleh 17 macam spesies mines akhlak dibelakang mereka,sebenarnya beberapa diantara anak anak mines akhlak itu ingin berteriak sebagai salah satu kebiasaan mereka saat memasuki suatu tempat.Namun kelakuan yang akan membuat gendang telinga berdengung itu dihalau oleh bu ketua,takut takutnya dua spesies lain yang mereka tinggal masih molor dan malah terkejut setengah mampus mendengar teriakan para bekantan itu.Namun sepertinya perkiraan Iren yang mengatakan kalau kedua anggota yang ditinggal itu masih tidur salah,nyatanya kini mereka semua malah menemukan Alex dan Lily yang tengah duduk bersebelahaan sambil bengong seperti memikirkan sesuatu yang berat.


"Sst,Ren itu dua anak lo kenapa?"bisik Adam kepada Iren pelan.


"Mana gue tau"jawab Iren sambil berbisik.


"kita tinggal mereka berdua berapa lama emang?"tanya Jake ikut berbisik


"Satu jam-an adalah"jawab Naira


"Wah mereka gak kesambetkan?"tanya Axa.

__ADS_1


"Jake,disini gak ada penunggukan?" Erlan.


"Gak ada setau gue"Jake.


Bisik bisik kawan kawan mereka tak disadari oleh Lily dan Alex.


"ALEX-LILY"


Kedua anak manusia yang baru diserukan namanya itu langsung tersentak kaget dan sadar dari menungan masing masing,kedua kompak menoleh kearah kawan kawan mereka yang masih dalam posisi berdiri disudut ruangan dengan tatapan sengit.


"Mata dimohon santai,nih martabak manis"Adam langsung melangkah maju memberikan kedua anggotanya itu bungkusan yang dia bawa dari luar untuk keduanya.Yang lainpun ikut menyusul Adam dan kini mereka sudah duduk setengah melingkar menghadap Alex dan Lily.


Bingkisan yang berisi martabak manis dari sang wakil ketua kelas langsung disambut hangat oleh Lily dan Alex,


tanpa menunggu lama mereka langsung membuka bungkusan itu dan mengambil masing masing satu potong martabak dari dalam kotak tempatnya lalu langsung melahapnya.


"Lo semua emang b4ngsat tau gak,masa ninggalin kita disini?!"ujar Alex kepada teman temannya sambil menunjukkan raut wajah kesal.


"Sory Lex,Ly.Lo berdua molor sih,gak enak kita banguninnya jadi ditinggal deh.Lagian tadi Yayat ninggalin kertas catatan pemberitahuan buat kalian"jelas Adam kepada Alex dan Lily.


"Untung gue orangnya sabar"ujar Lily.


"Bukan lo doang,gue juga orangnya sabar"Alex merevisi perkataan Lily.


"Btw pas kita datang tadi,lo berdua kenapa bengong kayak punya pikiran berat gitu?"tanya Aldo kepada Alex-Lily.


"Ah iya itu,btw Ren lo orang paling pinter dikelas kitakan?"tanya Lily kepada Iren,yang membuat sang ketua kelas mengangguk mengiyakan.


"Nah bagus kalau gitu,ceritain Lex siapa tau Iren tau"suruh Lily kepada Alex.


"Jadi gini guys...."Alex mulai menceritakan topik obrolan yang membuat akhirnya ia dan Lily sampai bengong saking kerasnya memikirkan jawaban yang tepat.


Iren-Adam serta yang lain terlihat memasang wajah cengo dan ekpresi tak percaya sekaligus tak habis pikir setelah mendengar cerita dari Alex itu,akhirnya para spesies ruang 11 lain tau alasannya kenapa Alex dan Lily sangat gampang akrab.

__ADS_1


__ADS_2