
Matahari sudah berganti tugas dengan sang rembulan,namun Iren masih belum sekalipun beranjak dari laptop yang menyala dihadapannya.Jari jari gadis itu masih bergerak lincah diatas keyboard laptop tanpa henti,banyak pekerjaan yang harus dirinya selesaikan sebelum waktunya hari ini habis.
Ting~ning~Ting~Ning
Kedua tangan Iren otomatis berhenti saat alarm yang terpasang dihpnya berbunyi,dengan secepat kilat dirinya menyimpan semua hasil pekerjaannya tadi kedalam folder dokumen tersembunyi dilaptopnya lalu menghapus semua riwayat pencarian dan situs yang sempat dia kunjungi hari ini kecuali beberapa situs game yang sengaja disisakan disana. Setelah itu dirinya memasukkan laptopnya itu kedalam laci besar yang berada dibaguan bawah samping meja belajarnya,tak henti disitu saja.Iren juga segera meraih hp miliknya,membuka apk yu*t*be lalu membersihkan semua riwayat tontonan dan pencarian yang berhubungan dengan pembelajaran salah satu contohnya adalah vidio panduang berbahasa jepang yang sempat ditontonnya disekolah.Kini semua yang perlu dilakukan dengan peralatan elektroniknya telah selesai,Iren beranjak dari tempatnya duduk lalu menuju pintu dan membuka kunci pintu yang terpasang.
Dan langkah terakhir yang ia lakukan adalah menaiki tempat tidurnya lalu membalut dirinya dengan selimut kemudian memejamkan matanya.
Sepuluh menit berselang setelah Iren naik keatas tempat tidur,pintu kamar gadis itu terbuka perlahan disusul langkah seorang wanita paruh baya memasuki ruangan itu.
Wanita itu memandangi wajah anak gadisnya yang terlelap diatas tempat tidur sejenak lalu bergerak menuju ke meja belajar dan meraih hp sang pemilik kamar yang tergeletak disana.Tanpa menemukan kesulitan sedikitpun wanita itu menyalakan dan membuka beberapa apk didalam sana seperti tengah memeriksa sesuatu, beres dengan hp itu kini wanita itu beralih menggeledah laptop yang didapat dilaci besar meja belajar anak perempuannya.Wanita itu juga tak menemukan hal yang harus dirinya curigai disana,wanita itupun menyimpan laptop itu kembali keposisinya semula.
Setelah mengedarkan pandangan keseluruh area penjuru kamar sang anak gadis dan tak menemukan sesuatu hal yang patut dicurigai,wanita itupun keluar dari kamar itu dan suara pintu kamar yang ditutup sedikit terdengar lalu disusul suara percakapan singkat diluar kamar.
"Mama menemukan sesuatu yang mencurigakan dari kamarnya Iren?"
"Mama sudah memeriksa semuanya,dan tak ada masalah.Semuanya aman,putri kita sangat penurut"
"Baguslah.Kamar Enri juga aman, tinggal tunggu dia pulang nanti untuk menggeledah hpnya"
"Enri rupanya sudah izin juga pada papa,mama kira hanya pada mama saja dia mengirim pesan izin untuk bermain dengan teman temannya"
"Putra kita juga mengirimnya padaku"
"Baiklah ayo kita kekamar pa,kita tunggu anak itu pulang
"Ayo ma"
Setelah itu terdengar suara langkah kaki menjauh dari sana.Kedua mata gadis remaja yang tadinya terlihat tertidur diatas tempat tidur didalam kamar terlihat terbuka kembali,gadis itu tak benar benar tidur melainkan hanya pura pura saja.
__ADS_1
*Untuk hari ini aman*batin Iren dengan perasaan leganya,ia lanjut memejamkan matanya untuk tidur.
Tok tok tok
Dua jam berlalu,terdengar suara ketukan pada pintu kamar Iren, membuat tidur gadis itu terganggu.
"Ren gue izin masuk ya"Kriet...
Pintu kamar terbuka,menampilkan sesosok pemuda tampan yang melangkah masuk kedalam kamar sambil menenteng kantong kresek.
Sedangkan Iren yang merasa tidurnya terganggu langsung beranjak duduk dan mengusap usap matanya yang terasa masih sangat berat,ia melihat memastikan siapa yang datang dan ternyata itu Enri saudaranya.
"Udah pulang lo?"tanya Iren dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Udah barusan,nih gue mau nganterin martabak pesanan lo tadi siang"pemuda bernama Enri itu meletakkan kantung plastik yang berisi sekotak martabak didepan saudarinya.
"Pastilah,pake nanya lagi lo?"ujar Enri.
"Basa basi ke saudara doang masa gak boleh"ujar Iren yang mulai memakan sepotong martabak ditangannya.
Enri menatap saudarinya ini dengan memasang tampang jijik,gimana enggak baru bangun tidur bukannya cuci muka dulu ini malah langsung makan mana martabak.Mana rambut masih berantakan,untung terlahir cakep nih saudari dia.
"Cuci muka dulu ngapa Ren,jadi cewek kok jorok bener"ujar Enri kepada Iren.
"Males.Lagian gue tidur juga gak berliur kayak lo"saut Iren sambil memasang tampang tak peduli.
"Dih sekarang udah enggak lagi ya,
itumah pas masih SMP"balas Enri.
__ADS_1
"Yaudah deh,lo habisin tuh martabak.
Gue mau kekamar gue dulu,mau mandi gerah habis sibuk seharian"Enri mulai beranjak dari pinggiran tempat tidur yang dia duduki tadi.
"Pantes gue ngerasa ada bau asem dari tadi,ternyata dari lo toh.Jorok banget jam segini belum mandi"ujar Iren menatap saudaranya itu.
"Dih,sekarang gue tanya sama lo.
Emang lo udah mandi juga?"tanya Enri kepada Iren.
"Udah.Tadi siang tapi hehehe"jawab Iren sambil cengengesan diakhir.
"Sama aja artinya lo belum mandi sore.Caw"setelah mengatakan hal itu,
Enri langsung keluar dari dalam kamar saudarinya dan tak lupa menutup pintu kembali.
Sepeninggal Enri,Iren bergerak mengendus badannya sendiri dan baju yang dirinya pakai.
"Tapi gue gak bau asem tuh kayak itu bocah,masih wangi"gumam Iren sambil lanjut menikmati martabak manis yang dibawakan oleh Enri padanya.
Buat kalian yang penasaran apa hubungan Iren dan Enri,mereka ini bisa dibilang adik kakak atau lebih tepatnya sepasang anak kembar.
Meski dalam hitungan umur itu Iren lebih tua satu bulan dibanding Enri karena dirinya dilahirkan pertama baru Enri menyusul lahir sebulan kemudian,jadi bisa dibilang Iren itu adalah kakaknya Enri selain sebagai kembaran.
Kok bisa ada anak kembar yang jarak usianya satu bulan,bukan 2,3,4 menit atau hitungan menit lainnya seperti anak kembar pada umumnya?tentu aja bisa.Kondisi yang terjadi antara Iren dan Enri ini dalam ilmu kedokteran diistilahkan sebagai kembar superfetasi yaitu kondisi langka dimana terdapat dua janin berbeda usia yang berkembang didalam rahim sang ibu.
Kalau dilihat dari segi wajah sih,sejujurnya sebagai anak kembar mereka ini masuk dalam golongan yang tak mirip.Makanya jika sedang pergi berdua,orang orang hampir tidak akan ada yang menyangka kalau keduanya merupakan anak kembar.Orang lebih banyak mengira mereka sebagai adik kakak dan tak jarang ada yang mengira mereka sebagai pasangan kekasih,padahal mah bukan.
Namun ketidak miripan mereka keduanya manfaatkan untuk bisa menjalani kehidupan pergaulan mereka masing masing,tidak ada istilah anak kembar harus bersama jika pergi kemanapun.
__ADS_1