
Prok...prok...prok...para teman sekelas Lily bertepuk tangan sesaat setelah gadis itu selesai membacakan puisinya guna memberi apresiasi.
"Wah kata kata yang simple namun ibu rasa memikiki makna yang mendalam sekali"komentar bu Lilis.
"Terima kasih buk"ucap Lily pada sang wali kelas.
"Kalau begitu ayo sekarang Lily beritahu ibu dan teman teman sekelas kamu yang lain,tentang makna puisi yang kamu buat ini"pinta bu Lilis,
namun Lily terlihat langsung menggelengkan kepalanya pelan.
"Saya gak tau buk"ujar Lily yang membuat semuanya mengerut.
"Loh kok bisa Lily gak tau makna puisi yang dibuat sendiri,puisi tadi memang kamu yang buatkan?"tanya bu Lilis setelah mendengar perkataan siswinya yang satu itu.
"Puisinya memang saya yang buat sendiri kok buk,tapi saya memang gak terlalu paham maknanya.Soalnya saya cuma menulis apa yang terlintas diotak saya aja tadi buk"ujar Lily jujur.
"Bisa gitu?"ujar Bu Lilis terlihat heran dengan alasan muridnya yang satu ini.
"Bisa buk,buktinya ini sekarang saya bisa"saut Lily dengan santai dan polosnya,hal ini membuat teman temannya menahan tawa mendengarnya.
"Tapi kamu pasti mikirin gimana menyusun kata kata yang terlintas diotak kamu itu,supaya kalimatnya rangkum satu sama lainkan?"ujar Bu Lilis.
"Enggak buk"Lily
"Loh"bu Lilis.
"Kata katanya lewat diotak saya trus otomatis tangan saya gerak buat nulis buk,saya bahkan baru sadar apa yang saya tulis barusan pas ibu suruh bacain didepan"jelas Lily,membuat wali kelasnya tambah mengerutkan kening.
"Yasudahlah Lily,sana kamu duduk dan itu kertas puisinya jangan lupa dikumpul"ujar bu Lilis pada murid barunya itu.
"Oke buk"balas Lily,setelah itu gadis itu langsung melakukan apa yang wali kelasnya itu suruh lalu kembali kebangkunya yang ada dibelakang.
*Sepertinya harapan saya punya murid yang normal dikelas ini harus sirna*batin bu Lilis sambil melihat Lily yang sudah duduk manis dibangkunya kembali.
Padahal saat awal murid barunya itu masuk,bu Lilis berharap sekali kalau Lily tidak memiliki sifat atau sikap abnormal seperti murid kelasnya, belum lagi saat dia tahu asal usul gadis itu yang merupakan kembaran dari mendiang salah satu siswi terpintar disekolah ini.Tapi ya ya sudahlah,mirip bukan berarti sama bukan?
Kring....kring....kring....
YEI....seru anak anak ruang 11 dengan riangnya mendengar bel petanda jam istirahat tiba.
"Haih kalian ini ya,senang sekali mendengar jam istirahat berbunyi"ujar bu Lilis kepada anak anak muridnya.
"Senenglah buk,murid mana coba yang gak seneng denger bel istirahat"ujar Aldo dari barisan tempat duduk murid.
"Bener buk,apalagi kalau bel pulang buk.Tambah seneng saya buk"sambung Yayat yang duduk dibangku tepat di belakang Aldo.
"Kalau begitu kamu sekalian dirumah sekalian saja Yayat,gak usah sekolah"ujar bu Lilis pada sang murid.
__ADS_1
"Maunya saya sih gitu buk,tapi bapak Yayat pengen liat anaknya jadi lulusan sekolahan dikota buk.Jadi ya gitu buk"balas Yayat.
"Makanya jangan pulang sama istirahat saja yang kamu pikirkan Yayat yayat,pelajaran juga.Jangan bapak kamu nanti jauh jauh datang dari kampung bukan untuk kelulusan kamu tapi jemput kamu yang kena DO sekolah"ujar bu Lilis yang disambut gelak tawa oleh anak anak.
Hahaha...
"Dengerin tuh yat,jangan sampai DO"
"Yayat Yayat"
"Kalau sampai itu terjadi,perkebunan bapaklo gak jadi buat lo entar"
Ledek teman teman Yayat.
"Iren"panggil bu Lilis kepada sang ketua kelas.
"Iya buk,ada apa?"saut Iren bertanya
"Kamu tolong kumpulkan semua kertas tugas teman teman kamu ya,antar ke meja ibuk nanti"pesan Bu Lilis.
"Baik buk"jawab Iren mengiyakan perkataan gurunya itu.
"Baiklah anak anak ibu permisi dulu,
Ingat jangan ada yang kelebihan tingkah ya"ujar bu Lilis berpamitan sekaligus berpesan supaya anak anak muridnya itu tidak kelebihan gula yang dapat menimbulkan kehebohan yang bersifat negatif nantinya.
"Baik buk"saut semua muri murid itu,
"KANTIN YUK GUYS!"
tuhkan,baru sepuluh langkah wali kelas mereka meninggalkan ruangan tapi suara teriakan sudah menggema memenuhi ruang kelas.
"YUKLAH!"saut yang lain.
"WOI,KUMPUL DULU TUGAS LO PADA BARU KEKANTIN!JANGAN ASAL NYELONONG PERGI AJA"nah ini Iren siketua kelas nih.
Tanpa babibu,semuanyapun kompak mengumpulkan tugas mereka kepada Iren.Dari pada nanti ketua mereka ini ngamuk,kan brabe kalau jiwa singa betina udah bangun.Setelah mengumpulkan tugas masing masing, barulah satu persatu penghuni kelas itu melangkah keluar untuk melalang buana entah kemana selama jam istirahat berlangsung.
"Ly,temenin gue keruang guru yuk"pinta Iren menghampiri Lily yang masih duduk santai dibangkunya.
"Yuklah"saut Lily menyetujui,tanpa bertanyapun Lily tahu apa tujuan Iren keruang guru.Itu pasti mengnatarkan tumpukan lembaran tugas puisi semua anak sekelas mereka.
Iren berjalan duluan dan disusul Lily dengan berjalan disamoing sang ketua kelas
"Lo demen banget sama susu coklat kayaknya,dan yang lo minum itu pasti bawa dari rumahkan?"tebak Iren saat melihat Lily yang sedang meminum susu kotak rasa coklat ditangannya.
"Hm ya gue suka,tapi ini gue beli diminimarket bukan bawa dari rumah"jawab Lily.
__ADS_1
"Gitu ya,btw Ly"Iren.
"Hm"Lily.
"Menurut intuisi gue,orang orang yang suka makanan manis itu pasti ada diantara dua keadaan besar ini.
Satu disaat kondisi manusia sudah biasa dengan kehidupan manis makanya dia suka makanan manis,yang kedua disaat kehidupan manusia terlalu pahit maka manusia itu milih mananan manis untuk sedikit membuatnya tenang atau bahagia.Lo ada diantara yang mana?"tanya Iren pada Lily.
Jarak Ruang 11 anak kelas 12 memang terbilang cukup jauh dari ruang guru,makanya kedua gadis itu bisa mengobrol santai sambil berjalan.
"Menurut lo,gue ada disisi yang mana?"bukannya menjawab,Lily malah meminta Iren memilih.
"Meski gue berharap lo ada disisi yang pertama,tapi entah kenapa pikiran dan hati gue mengatakan kalau lo sekarang ada disisi yang kedua"jawab Iren tenang,hah gadis remaja yang satu ini memang selalu terlihat tenang hampir disetiap kondisi.
"Berarti lo bener"jawab Lily Lily menyedot susu kotaknya dari selang lalu mulai bicara lagi
"Kalau yang tadi menurut intusi lo,sekarang lo mau denger intuisi gue Ren?"tanya Lily.
"Apa itu?"balas Iren.
"Lo tahu,ada dua hal yang membuat seorang manusia bisa selalu terlihat tenang dalam keadaan apapun.
Pertama karena memang kepribadiannya yang manusia itu bawa dari lahir,
Dan yang kedua adalah saat dimana didalam jiwa manusia itu sudah sangat berisik makanya sang manusia memilih untuk terlihat tenang diluar supaya suarq suara itu tetap aman didalam sana"ujar Lily.
"Dan lo ada dipilihan yang mana?"sambung Lily sambil tersenyum tipis.
Iren tersenyum tipis dengan wajah tenangnya gadis itu berkata
"Bener ternyata apa yang Alex bilang saat itu ke gua tentang lo Ly"
"Si badboy gadungan itu bilang apa tentang gue emang ke lo,jelek jelekin nama gue ya?"tanya Lily melihat Iren dengan mata menyiput penuh selidik.
Iren menggeleng pelan
"Bukan kejelakan lo kok,bekantan kelas yang satu itu cuma bilang kalau lo itu unik"ujar Iren.
"Unik gimana maksudnya?"tanya Lily tak paham maksud Iren.
"Lo baru semingguan sekolah disini,
tapi lo udah bisa dengan mudah memahami hampir setengah isi pikiran dari dua penghuni ruang 11 yang sejak awal paling susah ditebak"ujar Iren.
"Siapa?eh maksud lo"Lily hendakĀ bertanya siapa tapi namun dua nama terlebih dahulu terlintas dibenaknya.
"Gue dan Alex"ujar Iren memperjelas isi benak Lily.
__ADS_1
"Kita udah sampai Ly"
Iren dan Lily kini sudah berdiri tepat didepan pintu masuk ruang guru.