
Axa menuruni anak tangga dengan sudah berpenampilan cukup rapi baginya dengan setelan seragam sekolah SMA MURTICAKRA,catat!itu baginya.Gadis itu berjalan santai sambil menenteng tas sekolahnya memasuki ruang makan,keningnya berkerut saat menemukan penghuni meja makan yang tak terduga.
Jessi,sahabat sekaligus saudari beda ibunya ini sudah duduk anteng dimeja makan sambil menikmati sepiring nasi goreng dengan sosis goreng sebagai lauk diatasnya serta segelas susu putih hangat.
"Heh!cil ngapain lo pagi pagi udah bertamu ke rumah gue?"tanya Axa dengan memasang wajah heran dan sedikit kaget,gadis itu duduk dibangku yang berhadapan tepat didepan Jessi.
"Nghungsi"jawab Jessi sambil mulut masih penuh dengan makanan.
"Emang rumah lo ke banjiran,pake ngungsi segala?"tanya Axa,entah ini pertanyaan asal atau serius.
Jessi menelan makanan yang ada dimukutnya lalu meraih gelas susu lalu meminumnya sedikit supaya tak seret,baru kemudian gadis itu menjawab pertanyaan Axa.
"Emang lagi kebanjiran,kebanjiran orang teler tapi"ujar Jessi,membuat Axa mengangguk pelan mendengarnya.
Sepertinya Axa mengerti apa yang dimaksud oleh Jessi itu,pasti ada pesta alkohol lagi semalam dikediaman saudari beda ibunya itu.
"Oke gue ngerti,tapi tumben lo berani ngungsi kesini tanpa lapor dulu ke gue?"tanya Axa.
"Gue udah nelpon pak security dulu buat nanya,apakah papi dirumah ini atau enggak?trus securitynya bilang kalau papa lo emang dirumah semalam tapi udah pergi pagi pagi buta, makanya gue langsung mesan taksi buat datang kesini"jelas Jessi pada Axa.
"Emang ada taksi pagi pagi gini?"Axa.
"Adalah,namanya juga orang lagi nyari rezeki ya mulai pagi.Kecuali kayak kita,yang tinggal chat papi trus tinggal ketik nominal.Bentar doang langsung dikirim"Jessi.
"Oke itu papa,nah mama gue gimana?
__ADS_1
Lo gak ketemu sama mama,biasanya doi juga berangkatnya pagi pagi?"Axa.
"Ketemu,tuh...,"Jessi menunjuk kearah piring bekas seseorang disalah satu sisi meja makan
"Pas gue datang,mama lo udah hampir selesai sarapan.Ngeliat aku datang,
langsung disuruh sarapan.Mama lo kayaknya lagi waras warasnya"lanjut Jessi.
"Emang lagi waras warasnya,kayaknya gara gara perusahaannya baru berhasil nyelesain proyek gede"ujar Axa membenarkan perkataan Jessi tentang kondisi sang mama pagi ini.
"Wah duitmu nambah dong,bagi dua ya"pinta Jessi,ia cukup paham kebiasaan mamanya Axa kalau lagi habis dapat tender atau berhasil ngerjain proyek besar pasti saudarinya itu ikut kecipratan.
"Ogah,minta sama papi lo sono.
Baru dapat proyek gede dia,bagian untuk gue udah dikirim tuh semalam.
Jessi yang mendengar hal itu langsung mengeluarkan hpnya untuk melakukan apa yang Axa katakan tapi tak jadi
"Eh bagian gue udah dikirim ternyata"gumamnya saat menyadari ada sms banking yang masuk tadi malam.
"Berapha?"tanya Axa dengan mulut penuh.
Jessi mengangkat hpnya kemudian menghadapkan layar hp itu pada Axa "25 juta,sama berarti kek gue"komen Axa setelah melihat nominal yang tertera pada layar ponsel saudari sekaligus sahabatnya itu.
"Moga moga makin kaya ya bapak kita.
__ADS_1
Biar nanti pas udah lewat,kita gak usah ribut soal pembagian warisan karena kekurangan"ucap Axa.
"Amin"Jessi langgsung menyauti doa saudarinya itu dengan semangat. Itulah yang diharapkan semua pihak😁
Setelah banyak obrolan sambil terus makan,akhirnya kedua bersaudari beda ibu satu bapak itu berangkat ke sekolah.Tentu keduanya akan menaiki mobil Axa dan sudah jelas siapa yang memegang kemudi,so tentu si pemilik.
Ini adalah salah satu keuntungan bagi Jessi memiliki saudari sekaligus sahabat macam Alexa aka Axa,dia gak perlu lagi capek capek nyetir karena saudarinya ini sudah bisa dimanfaatkan sebagai supir pribadi.Hehehe.
Trus keuntungan Axa punya saudari kayak Jessi apa dong?oh sudah jelas salah satunya adalah kapasitas kecerdasan Jessi yang bisa dibilang lebih tinggi darinya,jadi Axa gak perlu khawatir kalau lagi mager ngerjain pr/tugas karena ada isi buku Jessi yang siap dirinya salin.Sama sama untung bukan?
12 IPS 6___
"Aduh surat sama perangko udah dateng,kok lama lama gue perhatiin lo berdua makin mirip ya"ujar Adam yang menyambut Axa-Jessi yang baru saja melangkah memasuki kelas.
"Kata orang kalau sahabatan trus sering kemana maba bareng,pasti lama lama bakal keliatan mirip"ujar Axa menyauti perkataan salah satu wakil ketua kelasnya itu.Sedangkan Jessi hanya memasang senyum manis yang biasa dia tampilkan.Dari pada meladeni Adam,gadis itu lebih memilih mengedarkan pandangannya ke seluruh area dalam kelas.
"Buk ketua kelas kok,tumben belum datang ya.Biasanya kalau pagi pagi begini pasti selalu duduk ditempat guru?"tanya Jessi entah itu pada Axa atau Adam.
"Kalau soal itu gue juga heran Jes,
kayaknya lagi ada urusan gitu.Si Lily yang biasanya sering datang pagi aja masih belum keliatan batang hidungnya"ujar Adam menjawab pertanyaan Jessi itu.
"Trus lo sendiri tumben pagi pagi gini udah jadi penjaga jelas aja,biasanya ikut anak anak cowok nyebat dulu dibelakang sekolah atau enggak rooftoof?"tanya Axa pada Adam,semua anak anak cewek dikelas ini sudah hafal sekali sama kebiasaan harian para cowok yang menjadi teman sekelas mereka itu.
"Maunya sih gitu,tapi kalau gue pergi siapa yang jaga tas tas lo pada.Meski keamanan sekolah cukup diacungi jempol,tapi kelas kita ini rada terasing dari pantauan radar kemanusiaan murid disekolah ini alias gak ada yang peduli kalaupun ada yang liat maling masuk ke kelas kita.Belum lagi anak kelas kita hoby banget bawa duit dalam jumlah lumayan atau barang barang mahal ke sekolah"jawab Adam menjelaskan kenapa dirinya pagi ini absen dalam kegiatan rutin harian anak anak cowok kelas ini.
__ADS_1
"Baguslah,setidaknya lo masih ada rasa tanggung jawab sebagai salah satu pemangku jabatan dikelas ini"ujar Axa kemudian merangkul Jessi untuk pergi menuju kursi mereka.
"Kalau soal itu sih sebenernya sering lupa,tapi untung masih keinget disaat saat yang tepat hehehe"cengir Adam sambil garuk garuk kepala.