
Lily melangkah memasuki ruang jelasnya dengan perasaan yang senang,moodnya pagi ini tidak jadi buruk karena mendapatkan susu kotak yang cukup banyak dari Agnes pacarnya Anan.Lihat saja,saat memasuki kelas ia terlihat tengah meminum salah satu susu kotak yang diberikan Agnes padanya.
"Masih pagi udah minum susu aja lo Ly,kayak bocah aja"ujar Iren yang melihat Lily.
"Tau tuh,mana girang banget tuh muka"sambung Nesa yang tengah asik tacap disebelah Iren.
"Jangan tebel tebel,ruang BK masih ada"tegur Iren pada Nesa.
"Iya mak,bawel ih"ujar Nesa.
Lily?ia tak mempedulikan perkataan dua temannya itu,gadis itu langsung menuju ketempat duduknya yang berada dijajaran pojok belakang.Lily duduk dikursinya lalu menyimpan tas sekolah diatas meja serta kantong berisi susu kotak yang Agnes berikan tadi padanya.Gadis itu mengeluarkan satu persatu susu kotak berukuran sekitar 200ml itu dan meletakkan dan menyusunnya dengan rapi diatas meja miliknya,total ada 9 kotak utuh yang tersisa dengan berbagai varian rasa susu tentunya-varian strowbery.
Niat banget ya si Agnes bawa dan ngasihin susu kotak sebanyak itu ke Lily,meja Lily udah kek orang mau jualan aja.Baiklah kita biarkan Lily fokus mimum susu dulu sambil mandangin susunan susu kotak diatas mejanya sebentar.
Dipintu kelas terdapat duo cecan yaitu Biya sikoran sekolah beserta patner internya siapa lagi kalau bukan Naira,kedua cecan ini memasuki ruang kelas dan langsung meluncur ke mejanya Lily.
"Lily!"seru keduanya membuat Lily mendongak kearah mereka.
"Pasti mau introgasi soal updetan IG semalam tuh dua curut"gumam Iren yang sudah hafal betul kelakuan dua cecenguknya itu,ia melihat pergerakan Biya-Naira dari jauh.
"Biarin aja kali Ren,kita juga butuh penjelasan dari Lily jugakan"ujar Nesa yang kini sibuk memakaikan make up siketua kelas.
"Tipis dan natural aja Nes,inget status gue ketua kelas"ujar Iren kepada Nesa,tadi dia negur anggotanya eh malah minta didandani juga.Dasar Iren.
"Tenang mak,aman kok kalau buat mak mah"saut Naisa.
(Kembali ke Biya-Naira>Lily)
Biya dan Naira langsung menarik bangku asal yang entah siapa pemiliknya dan menggesernya didekat kursi Lily,keduanyapun duduk disana bersiap memulai misi menuntaskan rasa penasaran mereka sejak semalam.
"Kenapa?"tanya Lily kepada dua temannya itu.
"Jelasin!"pinta Biya.
Srup...srup...
__ADS_1
"Jelasin apa?"tanya Lily dengan tampang polos.
"Lo beneran gak tau apa yang Biya maksud atau lagi pura pura polos sih?"ujar Naira sedikit kesal,namun kekesalannya itu menguap setelah melihat Lily menatapnya polos persis orang yang gak tau apa apa.
"Hah oke dia beneran gak paham maksud lo Bi"ujar Naira kepada patnernya.
"Oke.Kepada nona Lily Gentari Abraham bisa tolong jelaskan itu yang diIG lo sama Alex semalam itu maksudnya apa dan kok bisa bisanya lo berdua jalan bareng?"Biya menjabarkan pertanyaannya supaya Lily dapat memahaminya.
Ooh...Lily membulatkan bibirnya sambil mengangguk angguk pelan tanda mengerti maksud duo kawannya itu.
"Gak ada maksud apa apa,cuma jalan2 cari angin doang"ujar Lily.
"Masa?"ujar Biya dan Naira bersamaan.
"Hm,iya bener.Kalau gak percaya tanya aja Alex"
"Nah itu Alex,LEX SINI!"
Biya dan Naira kembali kompak menoleh kearah pintu kelas saat mendengar Lily memanggil Alex dan ternyata memang ada Alex disana.
"Apaan?"tanya Alex kepada Lily setelah sampai didekat meja gadis itu.
Mata Alex menemukan dua diantara 21 spesies penghuni ruang 11 duduk didekat Lily dan cowok itu paham sekarang,pasti duo combo Biya-Naira itu pasti tengah menggali informasi tentang postingan di IG semalam karena terlihat jelas dari tatapan penuh keingin tahuan yang ditujukan padanya.
"Gue sama tuh bocah cuma cari angin ditaman kota doang semalam,gak ada maksud dan tujuan lain"ujar Alex sambil menatap malas Biya dan Naira bergantian.Membuat duo itu nyengir karena Alex mengetahui apa yang hendak tanyakan.
"Heh bocah!lo nyuri minimarket siapa itu?"tanya Alex pada Lily,saat melihat banyak susu kotak diatas meja gadis itu.pertanyaan Alex itu tentu membuat Biya dan Naira akhirnya sadar akan keberadaan susunan susu kotak diatas meja Lily.
"Lah iya juga,lo beneran nyolong Ly?"Naira.
Lily memutar kedua bola matanya lalu menatap tajam Alex
"Enak aja lo bilang gue nyolong, dikasih calon kakak ipar gue nih"
ujar Lily ke Alex.
__ADS_1
"Lo juga Ra,omongan itu makhluk halus jangan didengerin.Sesat jatuhnya"lanjut Lily,kini kepada Naira.
"Wkwk makhluk halus gak tuh si Alex,nambah lagi berarti spesies kelas ini"ujar Biya sambil tertawa kecil.
"Gue dikatain makhluk harus,dasar bocah"ujar Alex.
Setelah itu bad boy sekolah yang satu itu langsung beranjak dari sana menuju ketempat duduknya sendiri.
"Jadi cuma cari angin aja Ly?"tanya Biya memastikan sekali lagi setelah Alex pergi dari sana.
"Iyalah"jawab Lily acuh,ia lebih fokus pada susunan susu kotak diatas mejanya.
Naira yang memperhatikan arah oandang Lily itupun langsung menjulurkan tangan kanannya untuk meraih salah satu susu kotak itu,
namun Lily dengan cepat menahan pergelangan kanannya yang bahkan belum sempat menyentuh tumpukan susu kotak itu.Mata Lily menyipit menatap kearahnya.
"Bagi satu Ly,banyak tuh"pinta Naira dan Lily langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Jangan yang diatas meja"ujar Lily, setelah itu Naira dan juga Biya dapat melihat pergerakan Lily yang terlihat mengeluarkan dua susu kotak lain dari dalam tasnya.Rasa strowbery.
"Ini aja,buat lo berdua"ujar Lily menyerahkan masing masing satu susu kotak ke tangan Naira dan Biya.
"Dih,lo ngasih gue sama Naira rasa yang gak lo suka gitu?"ujar Biya melihat susu kotak strowbery ditangannya,baru dua minggu bergabung diruang 11 namun seluruh penghuni kelas itu sudah tau betul keantian dan ketidak sukaan Lily dengan apapun yang berkaitan dengan strowbery.
"Apa yang gue gak suka,belum tentu lo berdua gak suka juga.Lagian masih untung gue mau ngasih"ujar Lily.
"Udahlah Bi,terima aja.Dari pada bayi ngamuk gara gara susu favoritnya diambil"Naira dengan cepat menarik Biya pergi dari sana setelah mengatakan hal itu kepada Lily.
"SIALAN!"umpat Lily karena kesal disebut bayi oleh Naira.
Iren mengelus dadanya pelan setelah mendengar umpatan dari mulut Lily
*Emang ya kalau udah jadi penghuni nih ruangan,gak bisa kalau gak terkontaminasi sama aura aura negatif penghuninya*batin sang ketua kelas setelah melihat anggota barunya yang sudah mulai menyesuaikan diri dengan aura negatif kelasnya itu.
"Lily harus diawasi ektra nih"gumam Iren,iya tak rela Lily benar benar terkontaminasi.Pokoknya harus ada yang kewarawasannya diatas 60% selain dirinya didalam kelas itu.
__ADS_1