Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 88


__ADS_3

Lily sekarang duduk didepan Laptop miliknya yang menyala didalam kamarnya,gadis itu tengah memikirkan sesuatu sambil menjelajahi sosial media dengan laptop miliknya.Gadis itu kini tengah memikirkan tentang Iren.Entah kenapa setelah perasaan anehnya mengenai lembar ulangan disekolah tadi dan juga percakapannya dengan Iren waktu diperjalan pulang tadi membuat Lily merasakan sesuatu yang agak janggal,


ngomong ngomong Lily memang nebeng dimobil Iren saat pulang sekolah tadi.


Flasback on_


"Makasih ya Ren udah mau nebengin gue"ucap Lily kepada Iren.


"Gak usah makasih kali Ly,sama temen juga"saut Iren yang tengah menyetir mobilnya.


"Btw tumben lo gak bawa mobil?kalau gak bawapun biasanya lo dijemput sama supir"tanya Iren kepada Lily.


"Tadi pagi gue dianter sama adik bungsunya papa gue,tante gue dan juga pacarnya.Rencananya sih pas pulang juga bakal dijemput,tapi tante gue tadi nelpon kayaknya gak bisa jemput soalnya mobil yang mereka bawa mogok dan mesti nunggu diperbaikin dulu dibengkel sampai selesai.Jadi ya gitu deh"ujar Lily menjelaskan kenapa dirinya tak membawa mobil atau diijemput.


"Ooh gitu"Iren mengangguk angguk kecil.


"Eh tadi lo bilang adik bungsu ayah lo,tante lo yang tinggal diAustralia itu ya?"tanya Iren.


"Iya yang itu,namanya tante Helena alias Helen"ujar Lily.


Drrt...hp Iren yang diketakkan sang pemilik berbunyi,buru buru gadis itu memeriksa dan mengetik sebentar kemudian langsung mematikannya.Lily sempat tak sengaja melihat kearah layar hp milik ketua kelasnya itu,namun saat Iren hendak menoleh kearahnya ia langsung pura pura menatap kearah depan.


"Tinggal diAustralia,menurut pengalaman lo gimana Ly?"mendengar pertanyaan itu membuat Lily menoleh kearah ketua kelasnya itu kembali


"Kalau lo tanya menurut gue sih secara umum asik dan nyaman juga" Lily.


"Lebih asik diAustralia atau di Indo?"Iren.


"Keduanya sih menurut diri gue pribadi ada plus minesnya"Lily.


"Biaya hidup disana mahal gak?"Iren.


"Tergantung"Lily.


"Tergantung gimana?"Iren.


"Tergantung sama orangnya aja sih,kalau mau hidup mewah dan elit so pasti bakal mahal banget.Tapi kalau bisa hidup sederhana dan apa adanya sih,gak mahal dan terlalu membebani finansial kita kok.


Contohnya anak anak mahasiswa atau perantau yang ada disana"Lily.


"Ooh gitu ya,oke"Iren terlihat menyimak dengan baik jawaban yang diberikan oleh Lily kepadanya.


"Kok lo nanya nanya kayak gitu sih?

__ADS_1


Jangan jangan lo ada niatan mau lanjutin pendidikan kesana ya?"Lily.


"Belum ada rencana sih,tapi kalau aman bisa dijadiin salah satu list tempat yang mungkin"ujar Iren.


"Yang mungkin apa?"tanya Lily sambil menatap Iren dari samping.


"Ah gak apa apa"Iren langsung terlihat gugup dan bertingkah aneh saat mengatakan hal itu.


"Udah nyampe rumah Lo Ly"


Flasback Off.


Sebenarnya isi percakapan mereka saat dimobil tadi tak begitu mencurigakan namun gelagat Iren meski hanya sejenak tapi membuat Lily merasa ada yang aneh,sejauh ini jika ia merasa ada yang aneh maka berarti memang ada sesuatu.


Lily menoleh kesamping menatap kearah luar jendela


*Sekarang gue penasaran sama sosok Iren yang sesungguhnya jika diluar sekolah*batinnya.


Lily tersenyum menatap tampilan yang terdapat pada monitor laptop miliknya.


Telegr*m


Yuma:


Joki_ie01:


Iya kak,akun ini memang penyedia layanan joki tugas.


Saya menyediakan layanan penjokian tugas untuk tingkat SD-SMA,serta beberapa bidang tingkatan kuliahan.


Ada yang bisa saya bantu kak?


(Senyuman Lily semakin melebar setelah mendapat balasan dari pemilik akun telegram itu,dengan lihai dirinya mulai mengetikkan pesan kepada akun itu kembali)


Yuma:


Saya butuh joki untuk mengerjakan tugas untuk anak SMA kelas 3 kak.


Joki_ie01:


Baik kak,tapi sebelum itu berikut adalah daftar harga umum penggunaan jasa joki tugas disini


(Send Foto)

__ADS_1


Jika sudah deal menggunakan jasa joki tugas disini,silahkan kirimkan file tugas kakak untuk kami review.


Yuma:


(Send Document.file)


Ini kak.


Joki_ie01:


Baiklah,silahkan tunggu 10 menit untuk proses rivew selesai.


Yuma:


Baik kak


"Huh.Kayaknya gue udah cocok gabung sama kelompoknya Biya-Naira,bakat stalker gue gak pernah luntur sejak dulu malahan makin berkembang ae.Gue emang gak se-sempurna Lala,tapi bukan berarti otak gue gak bisa di adu"ujar Lily dengan pandangan masih terfokus pada layar laptop miliknya.


*Btw tunggu!Yuma? Yuma Yuma,Yuma?!!*Lily membatin,kedua bola matanya terbuka lebar menyadari dan mengingat sesuatu.


"ANJ*IR!Kok Gue Baru Inget Sih" dengan gerakan grasak grusuk, Lily langsung beranjak dari meja belajarnya lalu segera membongkar isi lemarinya seperti mencari sesuatu didalam sana.Bahkan Lily sudah tak mempedulikan kalau sudah ada pesan masuk lagi dari akun telegram yang sejak tadi dirinya pantengin.


Lipatan baju Lily yang ada dibagian bawah sudah dibongkar habis semuanya sehingga kini ia berhasil menemukan apa yang dirinya cari,sebuah kotak.Sebenarnya itu hanya sebuah kotak sepatu lama,namun Lily sengaja menjadikannya tempat penyimpanan beberapa barang lama berukuran kecil yang dirinya punya.Lily membuka kotak itu lalu segera mengeluarkan dua buku kecil bergambar matahari dan bulan pada covernya dari sana,itu adalah salah satu buku diary miliknya saat SMP dan SMA awal yang sudah terisi penuh oleh tulisannya.


"Ketemu juga,untung gue gak lupa bawa dari Australia"gumam Lily sambil membuka salah halaman dibuku pertama.


^^^15 Juli.....^^^


...Hari ini Lala baru mengirim email baru,dia bercerita kalau minggu lalu di SMP-nya ada murid baru.Lala mengajaknya berteman....


...Anak baru itu ternyata sangat pintar,Lala bilang kalau dia sangat kagum kepada teman barunya itu....


...Anak baru itu sangat pintar,Lala mengatakan kalau teman baru yang telah menjadi sahabatnya itu disebut oleh teman sekelasnya yang lain sebagai kompetitornya....


...Namun Lala dan sahabatnya itu tak pernah merasa satu sama lain sebagai kompetitor....


...Lagi pula baru seminggu bukan?jadi mereka tak memikirkan hal itu....


...Ngomong2,Yuma.itu adalah nama sahabat barunya Lala.Kali ini cukup segitu,minggu depan Lala berjanji untuk bercerita lebih banyak lagi....


Lily menghirup dan menghela nafas dalam dalam,kenapa ia bisa sampai lupa kepada sosok itu.Sosok yang hampir tak pernah absen dimasukkan oleh mendiang kembarannya dulu setiap mengirim email berisi rentetan kalimat panjang yang menceritakan kegiatannya selama seminggu kepada dirinya disetiap minggu.


"Bisa bisanya gue lupa sama Yuma.Harusnya dia yang gue cari saat sejak awal balik ke Indo.Yuma,yang paling tau gimana Lala diluar rumah tentu adalah dia,lebih dari semua orang yang ngaku deket sama Lala"gumam Lily.Ia menoleh menatap kearah cermin besar dikamarnya.

__ADS_1


__ADS_2