
Sekeluarnya Lily dari ruang kepala sekolah,gadis itu langsung melangkah menuju kekelas barunya.Lily berjalan sendiri tanpa ada guru atau murid lain yang membantunya menunjuk arah, itu tak perlu karena denah letak kelas yang telah dikirim akun sekolah keakun resmi siswa miliknya telah lebih dari cukup.
Langkah Lily terhenti didepan sebuah kelas yang terdengar sangat berisik dari luar,letak kelas yang berada dipojok sudut dan cukup jauh dari ruangan guru ataupun ruangan pengurus sekolah lainnya.Dan yang aneh adalah terdapat sebuah ruangan kosong sebagai pemisah antara kelas yang ia datangi ini dengan kelas murid sebelah,Lily sedikit penasaran kenapa itu bisa terjadi.
Lily mengangkat tangannya hendak mengetuk pintu didepannya namun segera ia urungkan karena jikapun dirinya mengetuk pintu itu,dengan segala kebisingan didalam ruangan berarti sedikit kemungkinan orang didalam kelas itu mendengarnya.Jadi bukankah lebih baik langsung masuk saja?
Buk...
Lily refleks menundukkan kepala dan memejamkan matanya saat segumpalan kertas entah asalnya dari mana melayang menghantam keningnya,tidak sakit tapi cukup membuat dirinya terkejut serta alur detak jantungnya sempat berubah seperkian detik kemudian kembali normal lagi.
*Sambutan selamat datang yang unik*batin Lily.
"Eh sory gak sengaja"seorang siswa datang menghampirinya.
Lily tak langsung menjawab melainkan membungkuk badan guna meraih gumpalan kertas yang baru menyasar keningnya.
"Tak masalah"ujar Lily mendongak dan menatap siswa yang menghampirinya.
"Selagi lagi sor...,
EH ASTAGHFIRULLAH!"seru siswa itu jatuh terjerembab kebelakang akibat kehilangan keseimbangan,hal ini tentu membuat perhatian para murid yang lain datang kesini.
HAHAHA...
Suara tawa seketika memenuhi ruang kelas dan Lily tak ikut tertawa,ia hanya menatap bingung pada siswa yang terjatuh karena kaget saat bertatapan dengannya itu.
"Woi Bro!Lo Ngapa Jatuh Gitu Dah?"
tanya siswa lain sambil berteriak.
"Mana Jatuhnya,Agak Gak Elit Lagi!"saut siswa lain.
Siswa yang jatuh itu langsung beranjak berdiri karena tidak mau tambah diejek oleh yang lain.
"Diem deh lo pada!Liat Siapa Yang Mampir Kekelas Kita!"seru Siswa itu agak keras sambil menunduk kearah Lily.
Semua pasang mata yang tadinya tertuju kepada siswa yang jatuh itu seketika langsung menatap kearah Lily,dengan sorot yang beragam.
Ada yang terlihat kaget,agak julid,
cerah,dan masih banyak lagi.Lily hanya balas menatap semua tatapan itu dengan wajah biasa saja.
Tap...tap...tap...
__ADS_1
"Wah wah mari kita lihat siapa yang datang"ujar seorang siswi melangkah mendekat kearahnya.
"Lo pasti anak baru yang berhasil jadi topik hangat sekolah pagi ini,
kembarannya situan putri Sempurna bukan?"tanya gadis dengan tampilan yang terlihat paling rapi diantara semua penghuni kelas itu.
"Situan Putri Sempurna?siapa itu?"
Lily tak menjawab pertanyaan gadis itu melainkan bertanya balik.
"Lo gak tau,itu julukan mendiang Lala.Kembaran lo,situan putri sempurna sekolah ini"jelas gadis itu pada Lily.
"Oh itu,hm gue kembarannya"jawab Lily mengiyakan pertanyaan awal gadis itu.
"Ngapain lo kekelas gue ini?"tanya gadis itu.
"Gue kesini karena mulai hari ini,gue bakal jadi anggota baru kelas kalian"jawab Lily.
"Gak salah denger gue,lo kembarannya sisempurna itu.Seharusnya pihak sekolah gak bakal tempatin lo dikelas yang dapat julukan kelas berandal diangkatan"ujar gadis itu seperti tak yakin dengan perkataan Lily.
"Mereka emang mau nempatin gue diruang 1 IPA atau IPS,tapi gue gak tertarik.Dan lebih milih masuk kesini"jelas Lily.
"Lah,aneh banget lo jadi cewek.Kelas ini kelas yang paling dihindari loh,
malah milih masuk sini"ujar siswa yang tadi sempat terjatuh ini.
"Oke alasan yang masuk akal lo milih kelas ini,karena kelas ini memang gak mau diatur"ujar gadis itu.
"Lo diterima"lanjut gadis itu.
Kemudian siswi yang berpakaian rapi itu berbalik dan kemudian menepuk nepuk tangannya seolah meminta perhatian,meski sejak tadi perhatian sudah tertuju pada mereka bertiga yang berdiri didepan.
"KELAS KITA KEDATANGAN ANGGOTA BARU GUYS,siapa nama lo?"
"Lily"jawab Lily.
"NAMANYA LILY"lanjut gadis itu.
setelah itu teriakan dan seruan sambutan langsung terdengar memenuhi ruang kelas itu.
"Selamat Datang Cantik!"
"Yey,akhirnya jumlah populasi cewek nambah dikelas kita!"
__ADS_1
"Bagi nomor dong!"
Dan macam macam lagi.
*Oke,teriak salah satu ciri khas kelas ini*batin Lily.
"Udah udah teriaknya,balik kekegiatan masing masing"ujar gadis berpakaian rapi tadi itu pada yang lain dan entah apa posisi gadis itu dikelas ini,namun semuanya langsung nurut termasuk siswa yang tadi tak sengaja melempari Lily gumpalan kertas.
"Nama Gue Iren,ketua kelas tiga priode kelas ini"ujar gadis berpakaian rapi itu memerkenalkan dirinya,Iren.
Yah akhirnya sekarang Lily paham kenapa anak anak kelas ini semuanya terlihat nurut sama cewek yang satu ini,meski kelas ini agak menarik karena kelas yang penghuninya 2/3 lebih adalah murid cowok eh malah diketuai sama cewek.
"Ayo gue tunjukin kursi lo"ajak Iren pada Lily.
Iren mengajak Lily kearah barisan tempat duduk bagian paling belakang kelas,tepatnya disebuah meja dekat jendela disana.
"Ini kursi lo,gak masalahkan lo duduk sendirian.Soalnya umlah murid dikelas kita jadi ganjil pas lo datang?"tanya Iren pada Lily.
"Gak masalah,asal masih ada kursi dan meja"jawab Lily dengan santai duduk dibangku yang dimaksud oleh Ilen itu.
"Bagus deh kalau gitu,sekarang penjelasan singkat tentang kelas kita"ujar Iren.
"Kelas IPS 4 alias Ruang 11 diangkatan.Penghuninya ada 21 murid termasuk lo,seperti yang terlihat kalau mayoritas penghuni kelas ini adalah murid cowok.Dari 21 total penghuni kelas,14 diantaranya itu cowok sedangkan 7 sisanya dalah murid cewek.Makanya para cewek termasuk gue seneng pas lo bilang lo bakal jadi penghuni kelas ini,itu artinya jumlah kita nambah,ada pertanyaan?"jelas Iren.
"Kenapa jumlah cewek dikelas ini dikit banget?"tanya Lily penasaran.
"Karena murid yang nilainya rendah atau punya sikap yang agak mines bagi pihak sekolah itu banyakan cowok,sedangan 7 murid cewek dikelas kita masuk kesini karena berbagai alasan.Contohnya lo yang karena pilihan lo sendiri,atau karena gue yang sekolah karena sekedar ngelengkapin ijazah aja"jawab Iren.
"Ada pertanyaan lain?"tanya Iren lagi,Lily mengangguk pelan.
"Kenapa kelas ini sama kelas sebelah dipisah satu ruangan kosong?"tanya Lily.
"Oh itu,bagus juga pengamatan lo.
Alasannya sih simple,biar kalau penghuni kelas ini teriak teriak kayak tadi seperti yang lo liat dan denger.Kelas lain gak terlalu terganggu,rencana sih paling lama minggu depan kelas sebelah bakal dipindahin kekelas yang lebih jauh sih"jawab Iren.
"Gitu ya,udah gue duga"gumam Lily.
"Oke,gue gak ada pertanyaan lagi untuk sekarang.Tanks atas penjelasannya tadi"ucap Lily pada Iren.
"Gak masalah,kalau gitu gue balik ketempat gue dulu ya.Ada banyak kerjaan soalnya"izin Iren.
"Pergi aja,silahkan"ujar Lily.
__ADS_1
"Nanti istirahat,lo bareng gue aja ya"ujar Iren,sebelum kembali ketempatnya sendiri.
Lily hanya mengangguk pelan sebagai jawaban setuju.