
"LILY!"
Seruan dari anak anak ruang 11 langsung terdengar sesaat setelah Lily melangkah masuk kedalam kelas,
sampai sampai gadis itu serta Axa dan Jessi terlihat tersentak kaget mendengar seruan itu.Lily memegang sisi kanan dadanya,kawan kawannya ini nampaknya ingin membuat dia terkena serangan jantung mendadak dikelas ini.
"Woi santai dong lo pada"ujar Axa kepada teman teman mereka itu.
"Yaelah kita cuma menyambut Lily doang kali Xa"ujar Aldo dari tempatnya.
"Nyambut sih nyambut,tapi kasian anak orang Woi!untung gak kena serangan jantung mendadak siLily karena lo pada kagetin"ujar Axa.
Kali ini Lily langsung berterima kasih kepada Axa didalam hatinya karena telah menyuarakan apa yang dirinya rasakan.
"Yuk Ly"Jessi mengajak Lily untuk langsung menuju ketempat duduk mereka masing masing.
"Kok meja gue gak pernah kosong sih?"ujar Lily saat sampai dimeja miliknya,gadis itu melihat tumpukan susu kotak berbagai rasa disusun rapi diatas meja miliknya.
"Lo libur tapi ini susu kotak tetep masuk kekelas Ly"ujar Jessi.
"Eh tapi,gue sama temen temen yang lain udah amanin semua yang rasa strobery jadi lo bisa tenang"lanjut gadis itu.
"Bagus deh"ucap Lily langsung duduk ditempatnya,akhirnya ia bisa duduk juga.
Baru beberapa detik,Lily bisa duduk tenang ditempatnya namun kawan kawannya yang lain khususnya ciwi- ciwi langsung datang mengerubungi dirinya dan langsung menyerbu dengan banyak pertanyaan tertuju padanya. Beruntung Iren selaku ketua kelas segera menghentikan hal itu,kalau enggak bisa bisa puyeng kepala Lily.
"Lo semua kalau mau nanya satu satu dan jangan banyak banyak,kasian temen kita yang masih pucet tuh muka"ujar Iren yang langsung mengambil posisi duduk dikursi kosong disebelah Lily.
"Btw Ly,lo kayaknya masih belum sembuh total deh kok udah masuk sekolah aja lo?"Iren yang menjadi pertama mengajukan pertanyaan kepada Lily.
"Kalau nunggu sembuh total,gue mana mungkin bisa masuk sekolah selamanya Ren"saut Lily.
"Maksud gue bukan Kardiomiopati lo elah"ujar Iren
"Gue cuma becanda aja Ren.Gue masuk sekolah karena takut mati bosan dirumah,baru sehari libur aja gue udah mati kutu gara gara diem didalam kamar mulu"ujar Lily menjawab dengan benar kali ini.
"Ly emang bener ya kata sepupu lo itu,Lo sakit begini gara gara kita ajak jalan jalan dihari minggu kemarin?"tanya Aldo yang kini mewakili cowok cowok.
__ADS_1
"Kalau iya kita minta maaf ya"
Lily langsung menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum kearah temen temennya itu
"Bukan gara gara itu kok.Gue emang dari sananya gerak berlebih dikit langsung ambruk,udah biasa kok gitu.
Jadi kalian gak usah minta maaf apalagi ngerasa bersalah,santai aja"
ujar Lily kepada teman temannya itu.
"Tapi tetap aja kita ada ngerasa bersalah Ly,kayak gagal jaga temen kita aja gitu"ujar Dayat yang langsung diangguki yang lain.
"Iya tuh,pas jalan jalan seharian itu kita gak ada satupun yang ingetin lo biar gak kecape-an"tambah Jake.
Suasana tiba tiba berubah menjadi melow,membuat Lily mendengus kesal.
Salah satu hal yang paling dirinya benci didunia ini adalah melihat orang lain menjadi sedih karena kondisinya.
"Udah udah bubar lo pada.Melow melow banget jadi manusia"Alex yang sejak tadi diam dibelakang kerumunan itu langsung membubarkan paksa teman temannya itu dari sekitar meja Lily.
"Ngerusak suasana aja lo njir"ujar Yayat kepada Alex.
"Ekhem bu ketu,anda juga bisa kembali ketempat anda gak"ujar Alex kepada sang ketua kelas.
"Untung gue tau niat lo baik Lex lex,kalau enggak gue gibeng lo"ujar Iren yang langsung beranjak dari sebelah Lily dan langsung menyeret Erlan serta Rio dari sana dengan menarik kedua dasi cowok itu karena mereka belum juka ikut bubar dengan yang lain.
"Eh pelan pelan mak"
"sakit nih leher mak"
Keluh kedua cowok yang ditarik dasinya oleh Iren itu,bu ketua itu sendiri tak peduli akan rintihan itu.Alex bergidik ngeri melihat nasib kedua temannya itu,ia bahkan menyentuh lehernya sendiri.Cowok itu berharap leher teman temannya itu tidak cidera.
"Orang lain lo suruh bubar,lo malah diem disini"ujar Lily disebelah Alex,gadis itu entah sejak kapan tapi kini sudah terlihat menikmati salah satu susu kotak diatas mejanya itu dengan santai.
Alex memperhatikan Lily itu terutama wajah pucat yang terlihat jelas, sudah dipastikan seratus persen kalau cewek yang satu ini memang memang memaksakan diri untuk berangkat kesekolah.
"Orang rumah lo,gak ada apa yang ngelarang atau minimal khawatir gitu lo masuk sekolah hari inj?"tanya Alex kepada Lily.
__ADS_1
"Ada.Bik Nur,bik Inem,pak supir,sama tukang kebun,dan mungkin pak satpam juga"jawab Lily.
"Trus gak ada satupun yang lo dengerin?"Alex.
"Gak ada.Lagi pula gue gak punya kewajiban dengerin mereka,malah mereka yang punya keharusan buat dengerin anak majikan mereka"jawab Lily,sejujurnya ia tak terlalu serius akan jawabannya.
"Ortu lo gimana?mereka gak ada yang ngelarang pas liat lo mau berangkat kesekolah?"
Setelah mengajukan pertanyaan itu,Alex dapat melihat Lily menghela nafas pelan.
"Gak ada"jawab Lily singkat.
Setelah itu Alex tak mengajukan pertanyaan lagi,cowok itu kini langsung merebahkan kepalanya keatas meja saat guru yang mengajar pada jam mata pelajaran pertama datang memasuki kelas.
"Jangan tidur disini,sana balik ke meja lo.Gue butuh ruang buat nulis nanti"suruh Lily kepada Alex.
Bukannya pelit atau bagaimana tapi kini meja didepan kursi yang Lily tempati sebagiannya sudah dipenuhi oleh susunan susu kotak entah dari siapa siapa.
"Gak usah nulis,perhatiin kedepan aja.Gue udah mager"saut Alex pelan tanpa mengubah posisinya.
Lily akhirnya tak berusaha menyuruh Alex beranjak dari tempat disebelahnya lagi,tak ada gunanya lagi menurut Lily kalau cowok yang satu itu sudah menggunakan kata mager dalam kalimatnya.
Lagi pula dipikir pikir asik juga pastinya tidur dijam pelajaran gini dan niatnya datang kesekolah hari inipun bukan untuk belajar.
Lily langsung merebahkan kepalanya diatas sekolahnya yang ada diatas meja,ia mengikuti jejak Alex yang sudah tidur sejak guru masuk.
"Itu yang duduk dibangku barisan belakang dekat jendela,kenapa malah tidur?ayo bangunin teman kalian itu"ujar Guru yang melihat meja yang Lily dan Alex tempati kini.
"Biarin aja pak.Yang satu Alex pak, bapak pasti udah paham kelakuannya.
Nah yang satu lagi Lily pak dan masih sakit dia pak,Jadi maklumin aja pak"Iren selaku ketua kelas langsung bersuara.
"Oh si Alex toh"ujar pak guru,guru yang satu ini sudah sangat sangat maklum dengan tingkah bad boy sekolah yang satu itu.
"Terus itu temen kalian Lily kenapa gak kalian antar ke UKS aja,biar nyaman istirahatnya?"tanya pak guru.
"UKS sepi pak,nanti kalau Lily kenapa kenapa gak ada yang jagain"saut Abi,pak wakil ini yang menjawab.
__ADS_1
"Yasudah,sekarang kita lanjutkan pembelajaran kita"ujar pak guru.
Guru yang satu ini tak mau berkomentar berlebihan karena anak anak kelas ini agak menakutkan kalau udah merasa tersenggol.