Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 42


__ADS_3

Lily menuruni anak tangga dengan langkah yang malas,gadis itu sesekali menguap karena masih mengantuk.Ini mungkin efek kurang tidur semalam,udah pulang jam sebelasan sampai rumah dari taman bareng Alex.Eh sampai rumah dia gak bisa tidur sampai akhirnya begadang sambil ngelamun gak jelas sampai sekitaran jam dua-aan,Lily baru bisa tidur nyenyak mungkin baru mau jam tigaan.Ada ada aja emang.


Dengan kesadaran yang masih rada tada,Lily bergabung duduk dimeja makan dimana sudah ada kedua orang tuanya yang terlebih dahulu hadir disana.Tanpa punya niatan mengucapkan ucapan selamat pagi atau sekedar bertatap mata langsung,Lily menyantap menu sarapan yang lagi lagi adalah roti tawar dengan selai strowbery disertai dengan potongan buah strowbery segar.Hah..segitu berartinya kah kembarannya bagi kedua orang tuanya?bahkan saat Lala sudah pergi untuk selamanya,kedua orang tuanya masih mempertahankan menu sarapan kesukaannya.


Hoam...Lily kembali menguap,ia menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Kamu berangkat sekolah naik apa?"


*Apanih?*batin Lily


"Mobil"jawab Lily singkat.


"Hari ini kamu saya antar"


Lily menaikkan satu alisnya heran dari mana papanya itu dapat wangsit pagi pagi gini sampai punya pemikiran buat nganterin dia kesekolah,wah ada yang gak beres nih.


"Tak baik berkendaraan saat mengantuk,kalau kamu kenapa napa itu hanya akan merepotkan orang rumah saja"


*Nahkan,pasti alasannya.Mana mungkin papa nganterin gue kesekolah karena khawatir atau punya waktu berdua sama anak keduanya*batin Lily setelah mendengar lanjutan dari perkataan papanya itu.


"Terserah,asal gue gak diturunin ditengah jalan aja"balas Lily acuh tak acuh.


Lima menit berlalu,tuan Haris beranjak dari meja makan karena laki laki itu sudah menyelesaikan kegiatan sarapannya dan akan berangkat bekerja.Melihat papanya yang beranjak membuat Lily juga ikut beranjak dari tempat duduknya.


"Ma,papa berangkat kekantor dulu ya.

__ADS_1


Hati hati dirumah dan kalau ada apa apa kabarin aja"ucap tuan Haris berpamitan dengan nyonya Linda,tak sampai disitu laki laki itu jiga mengecup kening istrinya sejenak.


"Iya pa,papa juga yang semangat kerjanya"saut nyonya Linda kepada suaminya.


Lily yang ada disana menyaksikan itu hanya menampilkan raut wajah datar saja karena kesal dijadikan nyamuk, meski selalu begitu.Tapi meski begitu,dalam hati gadis remaja itu merasa bahagia melihat kedua orang tuanya yang nampak masih sangat saling menyangi dan mencintai satu sama lain.


Skip___


Hening dan tak ada percakapan apapun itulah yang terjadi kini didalam mobil yang dinaiki oleh Lily dan papanya,terdapat tiga orang didalam sana yaitu papa dan anak itu serta seorang supir yang duduk menyetir didepan.Meski duduk pada jajaran baris yang sama namun Lily dan papanya duduk dengan jarak yang jauh,Lily yang sengaja duduk tepatĀ  dipinggiran pintu mobil bagian kanan sedangkan sang papa disebelah kiri.


Supir yang melihat tuan dan nona mudanya itu dari kaca mobil hanya menggelengkan kepala maklum.Sudah bukan rahasia lagi bagi para pekerja dikediaman keluarga itu khususnya yang sudah bekerja lama kalau papa dan anak itu memiliki hubungan yang sangat renggang begitu juga dengan sang mama.Selain dari sikap dan prilaku yang terlihat sehari hari, ketidak pernah pulangan sang nona muda bertahun tahun kekediaman keluarganya juga menjadi bukti yang nyata meski saat ini Lily sudah tinggal kembali dirumah itu.


Dan bukti paling barunya adalah sekarang,lihatlah bahkan papa dan anak itu padahal duduk bersebelahan dan berada didalam satu mobil.Namun tuan Haris lebih memilih fokus pada tabletnya sedangkan Lily lebih memilih menatap keluar jendela mobil,padahal mereka bisa saja bercakap cakap sedikit saja.Belum lagi jarak posisi duduk keduanya yang sangat jauh.


"Non kita sudah sampai disekolah non"


Suara pak supir menyadarkan Lily dari pikirannya,gadis remaja itu langsung meraih tas sekolahnya yang tadinya diletakkan disampingnya.


Tangannya bergerak membuka pintu disusul kakinya melangkah keluar dari dalam mobil,Lily menutup pintu mobil lalu berterima kasih kepada pak supir karena sudah mengantarnya.


Kepada papanya?Lily tidak mengatakan apapun kepada papanya karena tak tahu harus mengatakan apa,lagi pula kalau dipikir pikir pak supir-lah yang mengantarnya kesekolah bukan papanya.Toh pak supir yang menyetir mobil itu,bukan sang papa.


Lily melangkah memasuki gerbang sekolah bersamaan dengan beberapa murid yang lain yang kebetulan datang diwaktu yang bersamaan atau hampir bersamaan dengan dirinya.Hah...remaja itu menghela nafas kesal setelah sadar kalau dirinya tak sempat mampir ke minimarket untuk membeli susu kotak favoritnya,ditasnya kini hanya ada susu strowbery yang dia bawa dari rumah dan tentunya kemungkinan besar akan berakhir kedalam salah satu tong sampah disekolah ini.


Saat Lily berjalan dikoridor,tiba tiba kekasih sepupunya beserta kawan kawan datang menghampirinya.

__ADS_1


"Pagi Lily"sapa Agnes,suara gadis itu terdengar ramah memasuki indra pendengaran.


"Pagi calon kakak ipar,ada apanih tumben nyamperin gue?"saut Lily yang membuat Agnes terkekeh mendengarnya.


Agnes menyodorkan sebuah kantong kepada Lily.


"Janji yang kemarin"ujar Agnes pada Lily.


Ah sepertinya Lily tahu apa isi kantong itu setelah Agnes mengatakan hal itu,Lily langsung menerima kantong kecil itu.Seingatan Lily,


pacar dari sepupunya itu hanya pernah menjanjikan satu hal padanya yaitu lain kali akan memberikannya susu kotak lagi.


"Tanks,padahal gue gak nagih loh"ucap Lily kepada Agnes,gadis itu langsung menentengnya dengan tangan kirinya.


"Gak ditagih juga bakal gue tepatin kok,kan gue udah janji.Janjikan sama dengan hutang"ujar Agnes.


Lily tersenyum mendengar perkataan Agnes itu,sekarang Lily berpendapat kalau Anan sepupunya berhasil memilih cewek yang tepat untuk dijadikan pacar.Ya Lily berharap aja semoga sebaliknya juga,semoga Agnes tepat memilih Anan sebagai pacar.


Disebelah Agnes ternyata ada Rona yang memperhatikan diam diam gerak gerik Lily,dalam hati Rona berfikir apa yang istimewa dari Lily sehingga kembaran dari mendiang sahabatnya itu bisa mudah dekat dengan Alex.


"Kalau gitu gue lanjut kekelas dulu ya,tanks buat janji yang udah ditepati"ujar Lily kepada Agnes setelah itu ia melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda untuk menuju kelas.


"Sombong amat itu cewek,masa gue sama Desy gak diajak ngomong sama sekali"cibir Rona setelah Lily menjauh.


"Kan kita juga gak ngajak Lily ngobrol Ron,berarti kita sombong juga dong?"celetuk Desy disamping Rona,yang membuat gadis itu mendengus.

__ADS_1


__ADS_2