
Iren-Adam serta yang lain terlihat memasang wajah cengo dan ekpresi tak percaya sekaligus tak habis pikir setelah mendengar cerita dari Alex itu,akhirnya para spesies ruang 11 lain tau alasannya kenapa Alex dan Lily sangat gampang akrab.
"Wait,jangan bilang lo berdua bengong kek orang stres kayak tadi cuma gara gara mikirin apakah tempat rehabilitasi buat perokok itu ada?"tanya Iren dengan nada seakan tak percaya,kedua orang yang mendapat pertanyaan itu hanya mengangguk polos.
Puk...mereka semua yang ada disana mines Alex+Lily menepuk kening masing masing saking tak habis pikirnya.
"Jadi gimana Ren,itu tempat ada atau enggak?"tanya Alex.
"Nah bener,ayo jawab Ren.Kita penasaran nih"sambung Lily.
"Ada kok"bukan Iren yang menjawab melainkan Adam.
"Dibeberapa daerah udah ada tempat buat konseling bagi perokok yang mau berhenti jadi perokok,bahkan dibeberapa puskesmas juga udah ada yang menyediakan jasa konseling serupa.Itu yang gue tau,tapi kalau mau tau lebih jelasnya mending lo berdua cek mbah google deh"ujar Adam menjelaskan yang dia ketahui.
Ooo...Alex dan Lily ber-oh ria setelah mendengarkan penjelasan dari sang wakil ketua.Kini rasa keingintahuan keduanya sudah terpuaskan oleh jawaban Adam,jadi mereka lanjut memakan martabak yang dibawakan oleh Adam saja.
"Lo berdua lain kali jangan kayak gitu lagi deh.Masa cuma gara gara mikirin hal sepele kayak gitu,lo berdua mikirnya udah sampai kayak orang stres berat"ujar Biya kepada dua anggotanya itu,sungguh ia masih tak habis pikir.
"Tau tuh,lagian lo berduakan punya hp canggih.Manfaatinlah itu teknologi kalau lo berdua emang penasaran banget"Axa menambahkan.
"Ya sory gua gak kepikiran,gimana lagi?"ucap Lily.
"Sama gue juga gak kepikiran sampai nyari di mbah google segala"ujar Alex.
Iren merenung setelah melihat satu lagi tingkah aneh anggotanya,btw dia mulai pesimis buat nyelamatin Lily dari hawa hawa negatif nan aneh dari anggota ruang 11 lain.Bukannya apa apa tapi setelah dia lihat lihat, kayaknya itu anak emang udah aneh bawaan dari sana deh bukan pengaruh anak anak yang lain.
*Kayaknya misi gue gagal sebelum dimulai*batin Iren meratapi nasib,
sepertinya dia akan tetap menjadi satu satunya penghuni ruang 11 yang tingkat kewarasannya masih diatas 60%.Tentu bukan90% atau bahkan 100%, soalnya angka tingkat kewarasan itu mustahil didapatkan dari para penghuni ruang 11 termasuk diri seorang Iren sendiri selaku spesies yang dapat julukan sebagai yang paling waras dikelas oleh anak kelas lain dan bahkan guru guru.
"Udahlah kita hiraukan yang tadi, sekarang main apa gitu biar gak bosen"ujar Aldo kepada yang lain.
"Mau TOD aja yuk,kita pakai botol bekas.Nanti siapa yang kena harus milih truth or dare"usul Naira.
Dan ternyata ide itu langsung disetujui oleh semua anak cewek dan beberapa cowok.
__ADS_1
"Yang setuju cuma anak cewek+Aldo sama Yayat doang nih?yang lain gimana"tanya Naira kepada para cowok yang hampir semua tidak setuju akan permainan TOD yang diusulkan.
"Gue lebih baik mabar online ketimbang ikut permainan kayak itu"ujar Alex,dan sepertinya para anak cowok yang lain kini setuju akan pendapat badboy sekolah itu.
"Gue sependapat sama Alex,gue lebih milih mabar"ujar Erlan.
"Yaudah kalau gitu kita yang setuju aja main Truth or dare.yang lain yang mau mabar,mabar aja"ujar Iren selaku ketua disegala kondisi membuat keputusan,keputusan yang disetujuai semuanya.
Setelah kesepakatan dibuat,para mayoritas cowok memilih untuk beranjak dari tempat mereka dan berpindah kesalah satu pojok ruangan untuk dijadikan tempat mabar game online bersama.Sedangkan yang akan bermain TOD tetap ditengah tengah ruangan,bedanya mereka semua kini duduk dilantai serta meja kecil ditengah ruangan digeser sedikit kepinggir.Axa beserta Aldo dan Yayat berjalan menuju kearah dapur untuk mencari botol bekas yang dapat digunakan sebagai media penting permainan TOD,serta mangambil stok cemilan untuk mereka makan selama permainan berlangsung nanti.
Setelah semuanya beres,kini ketujuh cecan ruang 11 ditambah dua cogan Aldo Yayat mengambil posisi duduk melingkar.Sebuah botol kaca diletakkan ditengah tengah kesembilan orang itu,Iren mendapatkan giliran pertama untuk memutar dan ternyata botol berhenti mengarah pada Yayat.
"Oke Yat,kebenaran atau tantangan?" tanya Axa.
"Permulaan,gue pilih kebenaran deh"jawab Yayat.
"Ye cemen banget,kenapa gak tantangan coba"ujar Axa.
"Permulaan Xa,buat permulaan doang" saut Yayat.
"Oke,siapa yang mau ngasih pertanyaan ke gue?"tanya yayat.
"Pernah"jawab Yayat.
"Seriusan lo pernah nangis disekolah,lo cowok loh?"ujar Aldo menahan tawa.
"Pas hari pertama tk Do,pas itu doang.Lagian bukan cuma gue,itu si Dayat juga nangis"jelas Yayat kepada Aldo.
"Ooh pas TK toh,oke dapat dimaklumin"ujar Aldo yang tak jadi menertawakan Yayat,hari pertama tk wajarlah orang nangis.
"Oke,putaran selanjutnya gue ya"ujar Yayat yang bergerak memutar botol dan putaran kali ini berhenti tepat ke Lily.
"Cks baru juga,kenapa gue kena sih"Lily tak suka ini.
"Oke jadi Ly,Truth or Dare nih?" tanya Yayat.
__ADS_1
"Truth ajalah Ly"usul Nesa.
"Enggak enggak,lo pilih Dare aja Ly kalau usul gue mah"Biya ikut mengusulkan pilihan.
Lily terdiam sejenak memikirkan pilihan yang akan diambil,kebenaran atau tantangan?kalau kebenaran,Lily takut kawan kawannya mengajukan pertanyaan yang membuatnya membuka isi yang tersimpan dibenaknya sedangkan kalau tantangan,pasti aneh aneh.
"Gue pilih Dare aja deh"Lily akhirnya membuat pilihan.
"Nah gitu dong!"seru Axa dan Biya bersemangat.
"Jadi apa nih Dare buat gue?"tanya Lily tak mau menunggu lama,lebih cepat dikerjakan maka lebih cepat selesai bukan?
"Gue aja deh yang ngasih dare"Nesa mengajukan diri.
"Yaudah apa,jangan aneh aneh lo ya"ujar Lily memperingati,namun semirik yang ditunjukkan Nesa membuat dirinya yakin kalau peringatan itu tak berlaku.
"Dare-nya adalah gue mau lo post foto pap-nya Alex di IG"ujar Nesa dengan lancar dan jaya.
"ANJ*IR"seru Lily.
"Mulut mohon dikotrol"tegur Iren.
"Sory.Nes yang bener aja lo,itu namanya lo secara gak langsung ngirim gue kedalam bahaya.Ganti ganti"protes Lily kepada Nesa,namun nampaknya kawan Lily yang satu itu tak peduli.
"Inget Ly,ini Dare-nya.Lo gak boleh nolak karena lo milih Dare"ujar Nesa kepada Lily,yang membuat Lily mendengus sebal.
"Trus ini gue dapet foto pap dari Alex gimana caranya,masa gue minta?
Apa gak besar kepala itu orang"dumel Lily.
"Yang sabar Ly,ya mau gimana lagi.
Lain kali main aman aja,gak usah milih Dare segala.Lo kayak gak tau aja jiwa setan makhluk dikelas ini bakal muncul seketika"ujar Naira kepada Lily.
"Waktu lo 48 jam Ly,kalau gak bisa nyelesain tantangan.Itu artinya tantangan yang lebih besar menunggu loh"ujar Nesa.
__ADS_1
"Iya iya,dalam 48 jam gue selesain" ujar Lily tentu tidak meyakinkan sekali terdengar.
*Gak lagi gue ikut main ginian*batin Lily.