Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 77


__ADS_3

Lily berjalan memasuki kediaman keluarganya,ia menyandang tasnya seperti biasa.Tak pernah ada yang istimewa atau sesuatu perasaan hangat sedikitpun bagi Lily setiap menginjakkan kaki kekediaman keluarganya ini,entah kenapa tapi ia hanya merasa kosong.Gadis SMA itu mengamati sekeliling area dalam ruangan kediaman keliarganya itu. Padahal dulu bertahun tahun ia selalu menahan rasa rindu yang sangat pada rumah ini tapi saat ia sudah berhasil kembali,tak ada bahagia yang dirinya rasakan.Lily tersenyum tipis dan beranjak menaiki anak tangga.


*Mungkin karena sumber kebahagiaan diri gue dirumah ini,sudah pergi* batin Lily saat melangkah menaiki anak tangga.


Saat Lily hendak melewati kamar mendiang kembarannya,alisnya sedikit terangkat melihat pintu kamar Lala yang nampak sedikit terbuka.Lily melangkah perlahan mendekat dan mencoba mengintip kedalam kamar, meski bisa menebak siapa yang ada didalam sana namun Lily tetap mengintip untuk memastikan.


Benar saja,tebakan dalam hatinya benar.Ada mamanya didalam kamar itu,


wanita paruh baya itu nampak tertidur diatas tempat tidur didalam kamar itu sambil memeluk sesuatu.


Lily melebarkan sedikit bukaan pintu dengan sangat pelan dan hati hati supaya dirinya bisa masuk kedalam kamar mendiang kembarannya itu tanpa mengusik sang mama yang tertidur disana,ia melangkah mendekat ketepi tempat tidur.Lily melihat sang mama yang nampak memeluk sebuah bingkai foto,lirik atas nakas disamping ranjang itu dan ternyata bingkai foto itu memang mamanya dapatkan dari sana.


Lily menarik selimut dengan perlahan untuk menyelimuti mamanya yang tengah terlelap itu lalu meraih remote AC yang ada diatas nakas untuk menyalakan AC dikamar itu karena suhu kamar terasa sedikit panas.Setelah selesai Lily berbalik dan hendak keluar dari dalam sana,namun dua langkah berjalan ia berhenti didepan kaca besar didalam kamar kakaknya itu.Membuatnya menatap pantulan dirinya yang kini terlihat didalam cermin


*Lo lihat La,bahkan bingkai foto lo aja masih dipeluk mama dengan penuh kasih sayang.Sesuatu yang gak pernah gue rasain*setelah mengatakan hal itu dalam batinnya sambil menganggap bayangan dicermin itu adalah Lala, Lily benar benar melangkah keluar dari dalam kamar itu dengan perlahan supaya tidak ketahuan kalau dirinya pernah ada disana.


Bruk...


Lily menghempaskan dirinya keatas kasur empuk miliknya setelah selesai ganti baju,semua perasaan lelah dan bebannya nya selalu otomatis meluap keluar setiap ia masuk kedalam kamarnya.Menjadi diri sendiri tanpa berpura pura banyak hal kepada dunia.Lily menghirup menahannya sejenak lalu kemudian menghelanya keluar,hari ini ia tak punya jadwal pergi memanapun.Meski tadi ada ajakan untuk berkumpul dimarkas bersama anak anak ruang 11 lain,tapi ia menolak memilih pulang karena sedang malas.Mungkin jiwa ingin menyendirinya sedang kumat sekarang,


jadinya begitu ia memutuskan untuk berdiam diri didalam kamar saja sampai besok kecuali pada saat jam makan.Keliahatannya Lily benar benar lelah,tak sampai sepuluh menit dirinya berdiam diri dalam posisi tiduran seperti itu namun anak SMA itu sudah terlelap kedalam mimpinya.


Entah berapa lama Lily tertidur,tapi bangun bangun ia sudah melihat kalau langit sudah menggelap dari sela sela gorden yang menutupi pintu kaca balkon dikamarnya.Dengan mata yang masih berat,Lily berusaha meraih hpnya yang tadi dia simpan diatas nakas sepulang sekolah.Ia menekan nekan tombol on hpnya tapi tak mau menyala,hpnya lempar keatas kasur karena sudah dipasti hpnya lowbet. Lily berusaha bangkit dengan satu tangan menopang berat badannya kesamping,ia melihat kearah jam dinding dan jam itu mati.Lily baru ingat kalau jam dinding dikamarnya mati sejak kemarin mungkin karena baterainya habis.


"Kenapa buat ngeliat jam aja susah banget sih"gerutu Lily pelan,

__ADS_1


dengan terpaksa ia menyibakkan selimutnya dan kedua kakinya mulai beranjak turun menyentuh lantai.


Tanpa mempedulikan rambutnya yang sedikit berantakan dan bahkan tanpa membasuh wajahnya terlebih dahulu,


Lily membuka pintu kamarnya dan keluar dari dalam sana.Untung aja ni anak bukan tipe orang yang ileran pas tidur,bangun tidur trus gak cuci muka meski agak gimana gitu juga.


Untung cantik juga,rambut berantakan dikit masih aman dan gak keliatan kucel.


Dengan masih terkantuk kantuk,Lily keluar dari pintu Lift dan hal yang pertama dirinya cari dilantai bawah adalah jam dan ternyata sudah pukul tujuh malam-an.Lily yang merasa haus memilih berbelok menuju kearah dapur untuk minum,untuk sampai didapur ia harus melewati ruang makan.Tanpa mempedulikan lingkungan sekitar,Lily langsung melewati ruang makan begitu saja tanpa sadar kalau ada empat orang dewasa yang memperhatikan dirinya lewat.


"Bang,anak lo masih ngantuk baru bangun tidur kayaknya.Main lewat aja"ujar salah satu orang yang berada dimeja makan,merupakan seorang wanita muda.


"Iya mungkin"saut laki laki yang paling tua disana agak terlihat


"Dih cuek amat lo pas bahas anak sendiri?"ujar wanita muda itu kepada laki laki yang berstatus abang alias kakak kandungnya itu.


"Hm"


"Udahlah,mending nyusul keponakan dulu.Btw,James you wait here for a while"


"Okay Helen,follow the little girl and see how the reaction sees you here(Oke Helen,susul gadis kecil itu dan lihat bagaimana reaksinya melihatmu disini)"


Wanita muda itupun beranjak dari tempatnya duduk dan menuju kedapur menyusul sang keponakan kesayangannya.Sesampai Helen didapur,ia dapat melihat gadis remaja dengan rambut agak acak acakan tengah minum air dari gelas dengan sangat rakus.


"Haus banget keliatannya keponakan aunty"

__ADS_1


"Iya aunty,Lily haus baru bangun tidur"ujar Lily yang belum sadar siapa yang bicara kepadanya.Setelah gelas dia letakkan diatas meja dapur,barulah dirinya merasa aneh akan sesuatu.


"Eh,aunty?"butuh beberapa detik untuk Lily berfikir untuk menyadari sesuatu,buru buru gadis itu menoleh kesamping dan kedua matanya langsung terbelalak.


"HUA...AUNTY"


seru Lily langsung ngacir kedalam pelukan tante mudanya yang merupaka alias adik dari sang ayah.


Lily tak peduli jika seruan kerasnya itu terdengar sampai keruangan lain termasuk meja makan dimana ada kedua orang tuanya dan seorang lagi disana.


"Aduh aduh kenceng banget pelukan,kangen berat tante cantikmu ini"ujar Helen sambil membalas peluka keponakannya itu.


"Iya Lily kangen.Kok gak bilang bakal kesini,kan Lily bisa jemput?"tanya Lily yang masih berada didalam pelukan tantenya itu.


"Nanti tante cerita kenapa bisa disini,yuk ke meja makan.Ada doi-nya tante juga loh ikut"tante Helen


"James ikut juga ya.Yaudah ayok,Lily juga kangen sama James"Lily.


"Lepas dulu pelukannya"pinta tantenya Lily,namun gadis itu langsung menggeleng menolak.


"Jalan sambil peluk aja,Lily masih kangen"ujar Lily.


"Yaudah ayok"Helen akhirnya pasrah menuruti keinginan keponakannya itu,


agak ngerepotin emang kalau keponakannya ini lagi mode manja gini.Dengan perlahan ia berjalan untuk kembali ke meja makan,dengan sang keponakan yang berjalan mundur karena berjalan sambil memeluk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2