
"Yaudah ayok"Helen akhirnya pasrah menuruti keinginan keponakannya itu,
agak ngerepotin emang kalau keponakannya ini lagi mode manja gini.Dengan perlahan ia berjalan untuk kembali ke meja makan,dengan sang keponakan yang berjalan mundur karena berjalan sambil memeluk dirinya.
Kedua orang tua Lily serta seorang laki laki bertampang bule terlihat memperhatikan kedatangan tante dan keponakan yang dalam posisi berpelukan itu.
"You look comfortable in the arms of my lover,a little girl(Kau terlihat nyaman sekali didalam pelukan kekasihku,gadis kecil)"
"Of course James,pelukan kekasihmu adalah yang terbaik bagiku sejauh ini"ujar Lily melepaskan pelukannya dan dari sang tante,sedangkan Helen nampak lega setelah lepas dari pelukan erat keponakannya itu.Susah nafas dia tuh dari tadi.
Lily menarik kursi tempat dimana dirinya biasa duduk,sedangkan tante Helen kembali duduk tempatnya yang tadi disebelah kekasihnya.Wanita muda itu memperhatikan posisi duduk sang keponakan dan kakak iparnya yang terpisah sebuah kursi kosong.
*Rupanya mama dan anak itu masih saja terpisah akan sebuah jarak tak kasat mata"batinnya setelah melibat hal itu.
"Lily,kenapa kamu tidak duduk dikursi kosong disamping mamamu?"tanya wanita muda itu kepada keponakannya.
"Aku lebih suka dan terbiasa disini tan,ditempatku.Lagi pula duduk disini lebih lega untuk bernafas" jawab Lily yang terdengar asal,tapi tak begitu.
"Ada ada aja alasan kamu"ujar Helen setelah mendapatkan jawaban itu dari sang keponakan.
Lily menatap satu persatu keempat orang dewasa yang duduk bersamanya mengelilingi meja makan itu, tatapannya berakhir pada tante mudanya dan juga calon pamannya secara bergantian.
"Kenapa kamu liatin tante sama James gitu?"tante Helen
"Aku ngambek sama tante dan James" ujar Lily sambil melipat kedua tangannya didepan perut lalu bersandar kebelakang.
__ADS_1
"Kenapa gadis kecil mengambek hm?" tanya James lembut kepada Lily dalam bahasa indonesia,btw meski James ini bule tapi dia sudah lumayan fasih dalam berbahasa indonesia.Maklum calonnya aja orang indonesia,jadi ya wajar dia belajar bahasa indonesia untuk mempermudah komunikasi dengan kekuarga kekasihnya.
"Bisa bisanya kalian tiba tiba sudah ada disini.Kenapa tante Helen gak tak kasih tau aku kalau mau balik ke indo,James juga sama.Kenapa tak memberitahu ku juga kalau akan datang keindonesia,tega sekali."ujar Lily sambil memasang wajah cemberut.
"Lihat keponakan kesayangan kalian ini sekarang sedang kucel baru bangun tidur,kalau kalian bilangkan aku akan bersiap siap sekece mungkin untuk menyambut kalian berdua" sambung Lily.
"Surprize cil,tante mau kasih sureprize rencananya.Trus niatnya mau ngasih tau kamu pas udah sampai bandara nantinya,eh pas udah bandara indo.Hp kamu malah gak aktif gak bisa dihubungin,gak jadi deh.Tante sama James hubungin papa kamu aja tuh buat jemput kita,kalau gak percaya coba tanya pada papamu?"
Jelas Helen,Lily sontak langsung menoleh kearah papanya setelah perkataan tantenya itu.
"Hm"papanya Lily berdehem untuk mengiyakan perkataan adiknya.
"Ngomong sesuatu kali bang jangan hmm mulu,heran deh gue sama lo. Padahal aslinya cerewet juga,jangan sok cool didepan anak sendiri"cecar Helen kepada abang pertamanya itu.
"Memangnya apa yang harus abang katakan Lena,tak ada yang penting dalam pembahasan ini"ujar tuan Haris terkesan acuh pada adiknya.
"Terserah padaku ingin memanggil adikku dengan apapun"ujar tuan Haris pada adik bungsunya,membuat Helen menggeram kesal dengan balasan abangnya itu.
"Jadi bagaimana diindonesia gadis kecil,have you found interesting thing?(sudah menemukan sesuatu yang menarik)"tanya James,pria bule itu membuka topik pembicaraan lain untuk mengalihkan suasana.
"Tak begitu banyak yang menarik James,apalagi dirumah ini.Lebih banyak hal yang membosankan kurasa,beruntung aku mendapatkan teman teman sekolah yang cukup untuk mengisi hari"jawab Lily.
"Benar juga,teman temanmu itu apa termasuk laki laki yang kau post pada akun instagrammu?"tanya James,
Lily menganggukkan kepalanya mengiyakan sedangkan tiga orang lain langsung mengerutkan kening mendengar hal itu.
__ADS_1
"Hah?kapan kamu bersedia memposting foto cowok diistragrammu Ly,wah wah wah jangan bilang kamu udah punya gebetan ya disekolah baru.Ayo spil dong sama tante"ujar Helen sitante mudanya Lily itu,menatap keponakannya dengan wajah tengil namun penuh selidik.
"Sepertinya beneran gebetannya sayang,dua kali loh aku liat gadis kecil ini post foto pemuda itu diinstagramnya.Bahkan diakun instagram kelasnya juga ada"ujar James mengompori kekasihnya,tak peduli kalau orang yang dipanggil gadis kecil sudah menatap dirinya tajam sebagai ancaman untuk diam.
"Benarkah?ayo keponakannya tante spill dong sama tante kesayanganmu ini gebetanmu itu,atau sekarang jangan jangan udah berubah status jadi pacar"ujar tante Helen membuat kepala Lily pusing dengan saat membayangkan apa yang tengah ada didalam benak tante mudanya itu.
"Dia bukan siapa siapa tan,just friend tidak lebih dan tak akan pernah lebih dari itu"ujar Lily penuh penekanan.
Helen menatap wajah keponakannya yang nampak sangat serius dan yakin saat mengatakan hal itu,membuat wanita muda itu percaya.Tapi tak asik dong begitu saja,dirinya masih ingin menggoda keponakan kesayangannya ini hehehe.
"Yang bener,banyak loh orang yang awalnya bilang gitu eh ternyata jodoh"
"Tante!berhenti menggodaku"seru Lily yang mulai terlihat jengkel dan kesal.
"Helen hentikan omong kosongmu dan fokus saja makan.Lagi pula keponakanmu dilarang untuk berpacaran"ujar tuan Haris bermaksud menegur asik bungsunya tapi tanpa sadar langsung mendapatkan tatapan tak terima dari putrinya.
"Apa apaan? Sejak kapan ada aturan bodoh itu dirumah ini?!"protes Lily,
saat papanya mengatakan dirinya dilarang berpacaran.
"Nah tuh bang,sejak kapan?aku juga gak pernah dengar bang ada aturan macam itu dirumah ini,bahkan sebelum sebelumnya kamu membebaskan keponakanku yang satunya untuk berpacaran"Helen nampaknya juga menjadi heran akan pernyataan abang tertuanya itu.
"Khusus untuknya tidak ada yang namanya pacaran.Sudah cukup menyusahkan keluarga ini saja,jangan sampai menyusahkan seseorang yang akan menjadi pacarnya nanti"bukan papanya Lily yang menjawab melainkan wanita dewasa lain yang sejak tadi hanya diam yang membuka suara,dia adalah mamanya Lily.Nyonya Linda nampak tenang mengatakan hal itu tanpa menoleh kesekitar dan fokus menatap makan malamnya,namun ucapan tenangnya itu telah menggores penghui meja termuda yang duduk berjarak satu kursi disamping kanannya.
"Aku sudah selesai makan.Akan kembali kekamar dan tak ingin diganggu,permisi"Lily langsung pergi meninggalkan meja makan,isi piringnya bahkan baru habis setengahnya saja.
__ADS_1
"Perkataanmu itu pasti melukai hati keponakan kesayanganku,kakak ipar"ujar Helen tanpa segan atau ragu kepada istri dari abang kandungnya itu.