Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 76


__ADS_3

Kring...kring...kring...


"Yey Istirahat!"seru Aldo


"Dasar kamu ini,dengar bel istirahat semangat sekali.Coba pas ibuk nerangin didepan pasti matanya udah kayak orang ngeronda semalam"ujar wali kelas mereka.


"Ibuk permisi,nikmati jam istirahat kalian.Dan Iren,jaga penghuni kelas ini supaya tak liar"


"Siap buk"Iren.


"Dih si ibuk,dikira kita hewan liar apa"ujar Erlan setelah wali kelas mereka pergi keluar dari kelas itu.


"Lo pada bukan hewan liar tapi lebih liar"ujar siketua kelas menyauti perkataan Erlan itu.


"Dih bu ketu gitu amat.Yuk Lex kantin,laper gue nih"ajak Erlan kepada Alex.


"Ajak yang lain aja deh Er,gue gak kekantin hari ini"Alex menolak ajakan kekantin dari kawannya itu.


"Lah kenapa?oh atau jangan jangan lo mau ngadem dirooftoof ya,oke nanti gue sama yang lain kesana deh sekalian nyebat"ujar Erlan.


Alex langsung menggelengkan kepalanya menandakan tebakan Erlan salah


"Gue mau dikelas aja"ujarnya.


"Lah tumben?ngapai.."belum selesai Erlan berbicara tapi Lily sudah bersuara memanggil Alex.


"Alex Sini!"


Alex dan Erlan kompak menoleh kearah Lily setelah mendengar panggilan gadis itu dari tempatnya didekat jendela,terlihat Lily mengangkat sebuah kotak bekal.


"Nah itu dia,Lily bawain gue bekal hari ini.Jadi ya gitu"ujar Alex pada Erlan,setelah itu Alex langsung menuju ke meja Lily.


"Dih Enak Bener Si Alex,Gue Sama Yang Lain gak Lo Bawain Juga Ly?"tanya Dayat yang melihat Lily menyerahkan sebuah kotak makan kepada Alex.


"Gak ada.Kalau mau,tuh minta sama Alex.Gue mau makan jangan ganggu"ujar Lily.Cewek itu kemudian duduk kembali dibangkunya dan mulai menikmati bekal miliknya dengan tenang.


"Lily gitu amat"ujar Erlan.


Anak anak cowok yang lain kemudian menoleh kearah Alex sambil memasang senyum mencurigakan diwajah masing masing.


"Gak ada bagi bagi,sono beli makanan sendiri dikantin.Nih duit"ujar Alex langsung mengeluarkan beberapa lembaran biru dari dompetnya dan langsung menyerahkannya kepada kawan kawannya itu,ia tau pasti kalau mereka berniat meminta bekal miliknya dan tentu sekali Alex tak akan mau membaginya meski sedikit.

__ADS_1


"Cks"anak anak cowok langsung pada mendecih pelan,kesal karena Alex dapat menebak isi pikiran mereka. Tangan Jake langsung meraih uang dari Alex itu mewakili kawan kawannya yang lain.


"Tau aja lo kita mau minta.Tapi its oke,gak dapet tuh bekal tapi dapet traktiran.Yuk Guys"Jake langsung mengajak rekan rekannya untuk pergi kekantin,mereka akan menghabiskan uang diberikan oleh Alex tanpa bersisa sedikitpun.


"Udah habis separuh aja lo,gue baru juga mau mulai makan"ujar Alex melihat isi kotak makan bagian Lily.


"Kelamaan ngeladenin para curut lo" ujar Lily tanpa menoleh kearah orang yang bicara padanya.


Merasa Lily sedang tidak bisa dia ganggu saat makan,Alex duduk dibangku kosong disamping gadis itu dan kemudian membuka kotak bekal bagiannya.Isinya sama seperti kemarin,tapi ada sesuatu yang mengganggunya yang kini terdapat didalam kotak bekal itu.Buru buru Alex meraih garpu dan berniat menyingkirkan sayuran hijau bernama brokoli itu dari sana,namun perkataan Lily langsung membuatnya mengurungkan niatnya.


"Kalau lo buang,besok besok gak gue bawain lagi lo.Habisin tanpa terkecuali"ujar Lily penuh penekanan.


"Iya iya"Alex lagi lagi akhirnya terpaksa memakan sayuran hijau itu meski rasanya sangat tidak ramah dimulutnya.


"Jelek amat muka lo Lex,disuruh makan sayuran doang"entah datang dari mana,Iren tiba tiba sudah berada didepan meja Lily.


"Gak kekantin lo Ren?"tanya Lily yang mendongak untuk bisa melihat wajah ketua kelasnya itu.


"Enggak,lagi males.Lagian gak mungkin gue tinggalin lo berdua dikelas,berduaan doang.Takut ada fitnah"jawab Iren,ketua kelas


12 IPS 6 duduk dibarisan bangku didepan Lily.


"Dih perkataan lo,kayak gue sama Lily mau ngapain aja njir"ujar Alex.


"Nyusahin sih nyusahin,tapi lebih nyusahin lagi denger nih bad boy sekolah ngerengek minta bekal gue nanti"ujar Lily.


"Dih gak malu sama image Lex,sampai ngerengek segala?"ujar Iren ke Alex.


"Masalah image mah biarin aja,yang penting dapet makanan enak. Masakannya pengurus rumahnya Lily enak Cuy"saut Alex sambil menunjukkan jempolnya kepada Iren.


"Kalau gitu nikahin aja Lex,biar bisa dimasakin makan enak tiap hari.


Pengurus rumahnya Lily-kan cewek tuh,meski lebih tua dari lo"Iren langsung memberikan saran yang agak absur.


"Kalau cantik sih boleh dipertimbangkan,umur mah hanya


angka jadi tua dikit gak ngaruh"ujar Alex


"Btw pengurus rumah lo cantik gak Ly,trus umurnya berapa Ly?"tanya Alex kepada Lily.


"Semua perempuan itu cantik kali Lex.Umurnya 20 tahun tapi.."jawab Lily.

__ADS_1


"Wih cocok tuh"samber Alex langsung


"20 tahun itu 35 tahun-an yang lalu tapi"sambung Lily.


"Dih udah tua dong,ogah gue"Alex langsung gak berminat lagi.


"Dih katanya umur hanyalah angka. Gimana sih?gak punya pendirian banget jadi cowok"ujar Iren menatap Alex dengan tampang meledek.


"Ya gak sama nenek juga kali.Maksud gue tuh yang beda 1-5 tahunan-lah, bukan kayak tadi!"ujar Alex agak ngegas.


"Santai aja kali Lex.Pengurus rumah gue juga gak bakal mau sama modelan bocah ingusan kayak lo"ujar Lily ke Alex.


"Gue dibilang bocah ingusan.Yaudah kalau gitu gimana kalau lo aja Ly yang jadi istri masa depan gue?"ujar Alex sambil menatap Lily dengan alis naik turun.


Lily menoleh kearah Alex lalu menatap cowok itu dengan wajah datar


"Ogah! mending gue single seumur hidup,trus jadi rich aunty buat calon keponakan keponakan gue entar"Lily langsung menolak mentah mentah.


Mendapat penolakan dari Lily,Alex kini melihat kearah Iren dengan senyuman lebarnya


"Gue juga ogah punya calon modelan setan kek lo,jadi jangan liat liat gue"Iren langsung menolak saat tau maksud dari Alex saat menatapnya.


"Dih jahat banget lo berdua,nolak gue mentah mentah kayak gini"ujar Alex memasang wajah kecewa,tentu ia hanya berakting.


"Awas lo berdua nyesel ya nanti,


gak tau aja lo berdua kalau gue ini calon hot daddy dimasa depan"lanjut Alex kepada dua cewek sekelasnya itu.


"Tiga kata buat lo Lex"ujar Lily


"Apa?"tanya Alex.


"KITA GAK PEDULI"


seru Iren dan Lily kompak kemudian langsung tertawa kencang.


Tak peduli kalau satu satunya cowok dikelas itu saat ini tengah memasang wajah menyedihkan sambil membatin diakibatkan oleh mereka.


*Salah gue ngomong sama cewek cewek dikelas ini.Ujung ujungnya pasti ternistakan*begitulah kira kira isi batinan Alex kini.


_____&&&_________________&&&&______

__ADS_1


(Cttn:yg request kemarin,besok ya👍)


__ADS_2