Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 95


__ADS_3

Lily duduk diatas kasur milik tantenya,gadis itu memandangi sang tante yang kini tengah sibuk berkutat dengan pakaian pakaian dan juga koper dilantai kamar.


"Tante beneran bakal balik ke Australia besok?"


Helen yang tadinya sibuk dengan kegiatannya mengemas barang barangnya ke dalam koper langsung berhenti kemudian menoleh menatap keponakan perempuannya itu,untuk ke sekian kalinya dalam sejam terakhir pertanyaan itu.


"Kamu tau Lily,jika kamu mau.Tante bisa mengurus kepindahan kamu kembali ke Australia,jika kamu tidak merasa nyaman disini tanpa ada tante yang menemanimu"ujar Helen kepada keponakan tersayangnya itu.


Setelah mengatakan itu,Helen bisa melihat raut wajah bimbang yang terlihat jelas dari ukiran ekpresi dan sorot mata keponakannya itu.Beberapa saat kemudian Lily terlihat menunduk kebawah sambil memainkan jari,keponakannya itu tak lagi menatapnya.


Helen menghela nafasnya pelan lalu dengan perlahan beranjak dari tempatnya kemudian mengambil posisi duduk disebelah Lily lalu langsung membawa ke ponakannya itu ke dalam pelukannya,Lily nampak menyambut dengan baik pelukan yang diterima dengan cara langsung memeluk balik sang tante.


"Disatu sisi Lily ingin ikut dan tinggal bersama tante lagi seperti beberapa tahun terakhir,tapi dikepalaku masih banyak pertanyaan yang mungkin mustahil akan Lily temukan jawabannya jika memutuskan pergi dari sini sekarang"


Helen mengusap lembut pucuk kepala ke ponakannya itu,wanita muda itu paham sangat apa yang sang keponakan maksud dan rasakan.


"Kalau begitu bersabarlah sampai kelulusan tiba,tak sampai setahun lagi"ujar wanita muda itu.


"Kenapa ya tan,dulu aku selalu sangat sangat merindukan rumah ini? bahkan meski disaat bersamaan aku sadar kalau tempat ini lebih banyak memberi rasa sakit dan membuatku kesepian.Tapi kenapa sekarang pas aku udah pulang,semua rasa rindu itu gak bisa sepenuhnya terlepaskan?"


"Karena mungkin sesuatu yang menjadi penyebab kamu rindu rumah ini udah gak ada.Yang kamu rindukan itu bukan rumah ini Ly,keponakan tante merindukan Lala kembaran kamu"ujar tante Helen,membuat Lily diam diam langsung membenarkan hal itu,gadis itu menyadarinya namun ia hanya ingin mencurahkan isi hatinya kepada seseorang yang mengerti dan orang itu adalah tantenya ini.


"Lily masih tak terima dan bisa sepenuhnya mengiklaskan kepergian Lala-kan?"


"Tidak ada yang semudah itu rela jika kehilangan seseorang yang menjadi separuh dirinya tan,terlebih orang itu pergi dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri"jawab Lily.

__ADS_1


"Aku juga kesal dengan orang orang yang mengaku dekat sekali dengan kembaranku,mereka terlihat tak terima dan paling sakit dirinya pergi tapi tak ada satupun diantara mereka yang terlihat berusaha mencari tahu penyebab dirinya memilih pergi"Lily mencurahkan semua yang dirinya rasakan selama ini terhadap banyak orang kepada sang tantenya yang masih setia memeluknya dengan hangat.


Helen sendiri memilih diam mendengar keponakannya itu mencurahkan segala isi hati,wanita muda itu tau kalau yang dibutuhkan keponakannya itu bukan rangkaian kata darinya melainkan bahu dan telinga yang siap mendengarkan segalannya.


"Aku juga kesal dengan diriku sendiri tan,entah kenapa aku merasa kesal pada diri sendiri.Aku juga tak bisa berhenti menyalahkan diri sendiri karena tak mengetahui alasan kenapa Lala menyerah,aku pusing dan bingung tan"gadis remaja itu terus berbicara dan sang tante setia  mendengarkan sambil terus mengusap punggung serta pucuk kepala sang keponakan dengan penuh kasih sayang.


Helen dapat merasakan pundaknya yang mulai basah,tanda keponakannya itu bercerita sambil menangis.


Lima belas menit berlalu,semakin lama suara Lily terdengar semakin memelan dan tak lama gadis itu terdiam.Helen bergerak perlahan untuk mengintip kondisi keponaknya itu,dan ternyata benar bahwa sang keponakan kini telah tertidur didalam pelukannya.


Setelah memastikan tidur sang keponakan sudah memasuki fase nyenyak,Helen bergerak perlahan untuk mengubah posisi Lily supaya berbaring diatas kasur dengan hati hati.Helen memastikan posisi berbaring keponakannya itu dalam posisi ternyaman kemudian menarik selimut untuk menyelimuti sang keponakan sampai batas leher.


Tok..tok..tok..


James menggerakkan bibirnya, berbicara tanpa mengeluarkan suara


"I can enter"


Laki laki itu langsung melangkah kedalam setelah mendapat anggunakan dari sang kekasih,James merangkul Helen kemudian mengikuti kekasihnya itu menatap gadis remaja yang tertidur diatas kasur.


"What little girl cries?"tanya James saat melihat garis bekas air mata disekitar mata dan pipi gadis itu.


"Lily menangis sambil mencurahkan isi hatinya tentang masalah yang dia rasakan"jawab Helen kepada kekasihnya itu.


"You don't ask if a little girl has the desire to come with us tomorrow? You know, we can delay our departure to take care of the file files if the little girl wants to come with us(Kamu tidak bertanya apakah gadis kecil memiliki keinginan untuk untuk ikut dengan kita besok? Kamu tau, kita bisa menunda keberangkatan kita untuk mengurus berkas berkas kepindahannya jika gadis kecil ingin ikut dengan kita)"tanya James lembut.

__ADS_1


"I've done it, but Lily said there were still many questions that could only find the answer here(Aku sudah melakukannya,tapi Lily bilang masih banyak pertanyaan yang hanya bisa dia temukan jawabannya disini)"jawab Helen.


"Helena"panggil James.


"Ya?"saut James


"Tahun depan ayo menikah denganku" ujar James yang membuat Helen terkejut dengan ajakan tiba tiba tunangannya itu.


"Eh?!"


"Waktu itu kamu bilang kalau pengadilan belum bisa memberimu hak asuh litle girl sepenuhnya karena status yang masih sebagai mahasiswi dan belum memiliki pekerjaan tetap bukan?"tanya James.


"Ya begitulah,pengadilan hanya bisa memberikanku hak sama terhadap Lily yang sama dengan kakak dan juga kakak iparku"jawab Helen mengingat hasil pihak pengadilan beberapa tahun lalu.


"Jadi ayo menikah tahun depan, setelah itu mari ambil alih hak atas Lily sepenuhnya.Kita bisa memberikan keponakanmu kehidupan lingkungan keluarga yang jauh lebih baik dari pada disini"


Helen yang dapat mendengar dan melihat ketulusan serta keseriusan dari kekasihnya itu langsung merasakan hangat didalam hatinya.


"Kamu sangat menyayangi keponakanku James?"tanya Helen pada James.


"Tentu sangat.Selain karena dirinya keponakanmu,melihat kehidupan Lily saat ini membuatku melihat masa kecil saat orang tuaku bekerja"jawab James.


"Begitu rupanya.Baiklah,tahun depan ayo menikah"ujar Helen membuat James tersenyum.


Keduanya kemudian menatap gadis remaja yang tengah tertidur dihadapan mereka dengan tatapan yang sama tulusnya.

__ADS_1


__ADS_2