
Axa dengam gaya toboynya melangkah masuk kedalam kediaman mewah keluarganya dengan menyandang sebuah ransel berisi baju olahraga kotor karena tadi dirinya gunakan untuk berlatih boxing.Saat ia melewati area keluarga,aroma alkohol yang sangat pekat langsung menusuk masuk kedalam indra pencumannya.
Tatapan datar namun juga terlibat sendu gadis itu tujukan kepada sosok wanita yang hampir kehilangan kesadaran karena efek minuman beralkohor yang dikonsumsi,
wanita itu adalah mama-nya Axa.
Padahal hari masih sore tapi mamanya sudah teler begini karena alkohor,ia tau pasti kalau wanita yang berstatus sebagai ibu kandungnya ini adalah seorang pecandu alkohor yang cukup berat.Tapi jangan pas sore juga dong,malam-kan bisa.
Axa menghembus nafas berat,ia segera meraih tangan sang mama lalu meletakkannya dipundak miliknya. Gadis itu akan membawa merangkul mamanya kedalam kamar wanita itu, mamanya tak bisa terus disana jika tak ingin ada keributan yang tercipta.
"Alexa,kamu mau bawa mama kemana hah?"mamanya Axa bersuara saat Axa hendak mulai membawa mamanya menjauh dari area ruang keluarga.
"Alexa akan membawa mama ke kamar. Papa sebentar lagi akan pulang"jawab Alexa dengan lembut.
"Memangnya kenapa pria brengsek itu pulang.Mama tak mau ke kamar.Pergi sana!saya ingin minum lagi"Mamanya Axa langsung melepaskan rangkulan Axa lalu berjalan terhuyung huyung kembali kearah sofa.
Axa melihat mamanya yang meraih botol kaca yang berisi minuman beralkohol itu lalu hendak meminumnya langsung dari sana,cepat cepat Axa menghentikan hal itu lalu merebut botol minuman beralkohol itu dari tangan mamanya.
"Jangan minum lagi ma"
PLAK...
Pipi kiri Axa langsung terasa panas setelah beradu dengan permukaan kulit telapak tangan mamanya.
Sekarang ujung jari telunjuk mamanya yang terlihat bersandar dikeningnya.
"Kamu itu masih kecil.Jangan suka ikut campur urusan orang dewasa. Apalagi berani ngelarang orang dewasa,jangan jadi anak durhaka. Alexa gak boleh jadi anak durhaka"
Mamanya Alexa mengatakan hal itu dengan gaya bicara orang mabuk.
"Ma..."
PLAK...Kini pipi kanan Axa yang terasa panas karena alasan yang serupa.
"SAYA BILANG JANGAN LARANG SAYA!"
Kini mama gadis itu membentak dengan suara yang sangat keras dan lantang.
Namun Axa terlihat tak gentar atau memunculkan reaksi sedikitpun,gadis itu memasang wajah poker face namun tatapannya tetap sesendu yang tadi.
"Ma,ayolah jangan seperti ini"Axa tak menyerah membujuk mamanya,ia tetap mencoba meraih tangan wanita itu untuk ia antar kekamar.
Buk...Buk...Buk...
__ADS_1
pukulan bertubi tubi tiba tiba langsung sang mama berikan kepada Axa,gadis itu tak melawan melainkan hanya mencoba memperkokoh serangan dari mamanya.
Namun mamanya Axa ternyata tak puas sampai disitu saja,wanita itu dengan gerakan cepat langsung mencengkram leher putrinya sekuat tenaga.Axa tetap tak bersuara,ia hanya mencoba melepaskan kedua tangan mamanya yang kini mencengkram lehernya sampai ia kesulitan untuk bernafas.
Uhuk...uhuk...uhuk...Axa mulai tebatuk batuk saat pasokan oksigen yang bisa ia dapatkan semakin menipis,tangannya yang sejak tadi berusaha menyingkirkan tangan sang mama dari lehernya mulai kehilangan tenaga.
"YAAA WANITA GILA!KAU INGIN MEMBUNUH PUTRIKU"
Disaat saat kritis,seorang laki laki datang memasuki ruangan itu dan langsung melepaskan cengkraman tangan mamanya Axa dari gadis itu.
Hah....Hah...Ha...Axa langsung menghirup oksigen disekitarnya sebanyak dan sekuat tenaga.
PLAK...suara tamparan keras langsung terdengar
"DASAR WANITA GILA!LIHATLAH TEMPAT INI!SUDAH SEPERTI BAR SAJA KAU BUAT!"
"Pa jangan ber..."
"Alexa!Pergi masuk kedalam kamarmu atau kemana saja"
Axa yang baru saja berniat menghentikan amukan papanya untuk sang mama langsung dihentikan oleh perintah sang papa yang menyuruhnya pergi dari sana.
"Tap..."
"Jangan membantah papa,Alexa.Cukup wanita gila ini yang susah diatur dirumah ini,jangan kamu juga"ujar papanya Alexa.
"DASAR PRIA BRENGSEK!BERANI SEKALI KAU MEMUKUL WANITA YANG MERUPAKAN ISTRIMU!"
"JIKA KAU BUKAN WANITA GILA,AKU TAK AKAN MEMUKULMU ASAL KAU TAU ITU"
Sekeluarnya Axa dari area ruang keluarga,gadis itu langsung menemukan barisan pelayan dirumah itu yang menunggu tak jauh dari ruang keluarga.
"Apa yang kalian lakukan berkumpul disini?seharusnya kalian menjauh supaya telinga kalian aman"ujar Axa kepada para pelayan itu sambil memegangi perutnya yang terasa sakit akibat serangan brutal dari mamanya.
"Kami takut jika nanti tuan membutuhkan kami,nona muda"jawab salah satu pelayan mewakili yang lain.
"Dia tak akan butuh karena setelah keributan disana,pasti papa akan langsung pergi dari rumah.Itu sudah kebiasaannya,jadi tak usah menyibukkan diri kalian"ujar Axa kepada para pelayan itu.
"Baik nona,kami mengerti"ucap para pelayan itu pelan.
"Bagus jika kalian mengerti.Aku ingin ke kamar"ujar Axa yang mulai melangkah menjauh dari sana,namun salah satu pelayan menghentikannya.
"Nona Alexa"Pelayan tersebut menyodorkan sebuah baskom kecil yang didalamnya ada kotak kotak es batu dan diatasnya ada sebuah handuk kecil "Ini untuk luka lebam yang nona dapatkan tadi,nona Alexa pasti mendapatkannya dari nyonya jadi harus segera dikompres supaya tidak bengkak dan rasa sakitnya berkurang"
__ADS_1
"Terima kasih,kalian paham saja apa yang kubutuhkan jika sudah disaat saat begini"ucap Alexa yang langsung mengambil alih baskom kecil itu dari tangan pelayan itu,kemudian ia melanjutkan langkahnya untuk menuju kamar.
Sedangkan para pelayan yang berkumpul disana,langsung membubarkan diri menjauh dari sana seperti apa yang nona majikan mereka katakan.Toh semua ada benarnya juga,jika mereka mengingat kejadian kejadian dihari hari sebelumnya.
Btw kalau dilingkungan tempat tinggal dan keluarga,Axa itu biasa dipanggil dengan nama Alexa bukan Axa.
Dikamar Axa_
Axa menggigit bibir bawahnya saat merasakan kopresan es bersentuhan dengan kulit bagian perutnya yang lebam.Sakit,agak perih,dan tentu rasa dingin dapat ia rasakan saat itu.Sambil melanjutkan kegiatannya mengompres setiap bekas lebam baru yang ia dapatkan dari mamanya,Alexa meraih hpnya kemudian langsung menghubungi seseorang.
Tut...tut...
"Halo Xa.kenapa nelpon?"
"Lo sama tante dimana?"
"Bukannya ngejawab eh malah nanya balik,gue dirumah dan kebetulan mama gue juga lagi dirumah.Kenapa?"
"Singkat aja gue.Siap siap menahan diri malam ini,itu orang pasti bakal tidur dirumah lo dan tante.Itu aja,see you besok pagi" setelah mengatakan hal itu,Axa langsung mengakhiri panggilan telepon itu dan lanjut mengompres lukanya.Sedangkan hpnya sudah ia lempar keatas kasur.
Didalam kamar disebuah kediaman mewah yang berbeda,Jessi tengah merutuki kelakuian Axa yang mengganggu waktu drakorannya karena menelpon.Eh saat diangkat,cuma ngomong bentar doang udah dimatiin sepihak aja.
"Untung sahabat,untung masih kehitung satu kepala keluarga lo sama gue"gerutu Jessi sambil menatap layar hpnya.
Sepergian detik kemudian ia tersadar dan buru buru turun dari kasurnya lalu bergegas keluar dari dalam kamarnya sambil berteriak
"MAMA,MAMA DIMANA?!"
"MAMA DIKAMAR NAK,ADA APA JES JES"
"ANAK TIRIMU NELPON,KATANYA SUAMIMU BAKAL BALIK KESINI MALAM INI"
"YA AMPUN,KENAPA SIH ITU LAKI LAKI PENIPU KESINI SIH?!GANGGU AJA"
"Penipu penipu gitu,suami-mu loh itu ma"ujar Jessi yang sudah sampai kedalam kamar mamanya.
"Kalau Jes Jes lupa,penipu itu juga bapakmu btw"
"Yaah..kok mama ingetin aku sih,baru juga seneng karena lupa"Jessi.
"Kamu duluan yang ingetin mama kalau penipu itu suami mama"ujar mamanya Jessi.
"Malam ini usahain jangan ada perang dunia kesekian ya ma.Jes hari ini mau tidur cepet soalnya"Jessi.
__ADS_1
"Mama usahain,tapi kalau penipu itu kebanyakan tingkah ya harus mama ladenin.
Jadi kamu drakoran atau nonton mv grup grup kpop kamu itu aja dengan volume kenceng,kuotanya besok biar mama yang nalangin"