
Iren tersenyum senang menatap layar laptop miliknya,gimana gak senang soalnya dia baru dapat pelanggan baru.Pelanggan barunya ini membutuhkan joki tugas untuk banyak sekali tugas,total bayarannya yang lumayan ini yang membuat Iren kesenangan.Iren langsung membuka akun banking miliknya saat pelanggannya mengatakan akan membayar jasanya dimuka,benar saja ternyata transferan dengan jumlah yang telah disepakati telah masuk ke akun bangking miliknya.
Ia bersandar disandaran kursinya
"Hah.Tabungan gue bakal nambah tebal nih aroma aromanya"
"WOI!Ngapain Lo?!"
"Eh Anj*r...,"BRUK...Iren terjatuh kelantai dari kursi tempatnya duduk karena kaget"Sst,sakit.ENRI BANGS*T!
KAGET GUE WOI!"
Hahaha...Enri tertawa puas setelah menjadi saksi mata adegan kesialan yang baru saja menimpa kembarannya, tak ada niatan sedikitpun membantu.
Pemuda itupun menutup pintu kamar, lalu duduk ditepian tempat tidur saudarinya.
"Ketawa lo!emang bangs*at lo jadi kembaran"gerutu Iren yang naik darah melihat kembarannya itu,ia bangun dari posisinya lalu memperbaiki posisi kursi kemudian duduk disana kembali.
"Belum dua menit gue disini,lo udah ngupatin gue 2 kali loh my twin"ujar Enri kepada Iren.
"Gue ngumpat juga gara gara lo ya, ngagetin gue sampe jatuh kayak barusan"saut Iren.
__ADS_1
"Emang lo lagi ngapain sih tadi?kaget banget gue liat liat,pasti yang iya iya ya?"tanya Enri sambil menatap Iren dengan wajah penuh kecurigaan.
"Yang iya iya pala bapak lo,gue lagi kerja.Hampir jantungan gue gara gara lo,gue kira yang datang itu mama atau enggak papa"ujar Iren menjelaskan kenapa dirinya memberikan respon seperti tadi.
"Bapak kita sama btw.Lagian gak mungkinlah jam segini mama papa udah balik,paling cepet jam limaan. Sekarang baru juga jam empat"Enri.
"Iya juga sih.Eh btw lo juga tumben udah dirumah ae jam segini,biasanya lo pulang mepet banget sebelum mama papa balik?gak ke bengkel lo?"Iren baru menyadari kalau tak biasanya kembarannya berada dirumah jam segini.
"Bengkel hari ini tutup,tadi kesana cuma bersihin beralatan bengkel doang sebentar"jawab Enri.
"Oh gitu,btw lo udah gajian belum?" tanya Iren
"Udah,baru aja tadi.Kenapa lo nanya gitu?"Enri.
"Kenapa lo senyam senyum gitu, kesambet?"Enri
"Pantes lo wangi duit hehehe..., "Iren nyengir"btw traktir dong?" pinta Iren kepada Enri.
"Gak ada duit gue"Enri.
"Lah tadi katanya baru gajian"Iren.
__ADS_1
"Duitnya udah gue setor semua ke bank tadi,masuk cecret rekening"
jelas Enri.
"Dih,biasanya pasti ada yang lo sisain buat jajan"Iren masih tak percaya dengan alasan kembarannya itu.
"Ya itu biasanya,tapi kali ini emang gak ada gue sisain.Waktu makin nipis,harus semangat nabung"ujar Enri,yang membuat Iren akhirnya percaya.
"Gitu ya,yaudah deh gak usah ada traktiran bulan ini"ujar gadis itu.
"Btw gimana usaha per-jokian lo, lancar?"Enri.
"Lancar kok.Malah barusan baru dapet klaen baru dengan komisi yang lumayan gede"jawab Iren.
"Bagus deh.Bentar lagi udah semesteran aja,kita harus makin semangat cari cuan biar bisa bebas dari sangkar"Enri mengatakan itu dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh Iren.
"Hm tentu.Kita harus bisa nyusul kak Cleo bebas dari sangkar ini"Iren.
Keduanya saling menatap lalu saling memberikan senyuman pemberi semangat untuk satu sama lain.
Terlihat gejolak api semangat dan ambisi dimata kedua anak kembar itu,
__ADS_1
Semangat dan ambisi untuk mengejar kebebasan bagi batin dan raga mereka dari sangkar besar ber-istilah rumah yang selama ini menahan keduanya.