
Lily dengan santai melenggang masuk kedalam rumah,gadis itu tak peduli jika nanti didalam sana bisa jadi sudah menunggu kedua orang tuanya yang siap mengumpat atau mungkin menamparnya lagi karena pulang malam.Sebenarnya sekarang masih jam tujuh malam,Lily pulang malampun bukan karena sengaja tapi tadi teman temannya mengajak untuk makan malam bersama dulu dimarkas.Jake yang mentraktir hari ini dan tentu saja Lily tak akan menolak atau melewatkan kesempatan itu,bukan tentang traktiran atau makanan gratisnya tapi Lily menyukai suasana saat makan malam bersama dengan teman temannya.Padahal makanan dirumah tak kalah tapi bagimana ya,makan malam dirumah suasannya sangat hambar bahkan sampai sampai makanan yang seharusnya memiliki rasa yang enakpun seketika menjadi hambar dilidah.Belum lagi ocehan ocehan kecil orang tuanys yang selalu menusuk dan menyayat hati, jadi lebih baik makan dengan suasana hangat dan menyenangkan bersama teman temannya bukan.
Disisi lain didalam rumah kediaman keluarga Lily,terlihat Anan yang duduk disofa sejak tadi nunggu Lily pulang dengan raut wajah muram.
Cowok itu terlihat cemas karena sang sepupu belum pulang juga padahal hari sudah gelap,lihat saja kalau sampai penyebab Lily pulang malam adalah teman teman sekelas gadis itu batin Anan menahan rasa kesal dan khawatir secara bersamaan.Raut wajah cowok itu baru berubah setelah mendengar suara derap sepatu dan diikuti dengan kemunculan batang hidung dari sepupu yang sejak tadi ditunggunya.
"Dari mana aja lo,baru balik jam segini?"tanpa basa basi AnanĀ langsung beranjak dari sofa lalu bertanya kepada sepupu perempuannya itu.
Dengan raut wajah malas Lily melihat kearah jam tangan yang melingkar ditangan kirinya,kemudian beralih menatap wajah sepupunya itu.
"Baru jam tujuh,gak usah alay"ujar Lily.
"Bukan alay Ly,tapi gue khawatir sama lo"ujar Anan tak setuju karena Lily menyebutnya alay.
"Tanks akan kekhawatirannya,tapi gue gak perlu"ujar Lily dengan cuek melangkah meninggalkan sepupunya itu.
"Lo sekarang kenapa susah banget sih dibilangin,ini pasti karena pengaruh temen temen berandal lo itu"ujar Anan yang membuat langkah Lily terhenti dan gadis itu langsung berbalik kembali menghadap sepupunya itu.
"Jangan sebut temen temen gue berandalan dan gue gak pernah dapat pengaruh dari siapapun"ujar Lily.
"Gak usah bela temen temen lo itu,kalau bukan karena mereka kenapa lo bisa sampai pulang malem kayak gini padahal biasanya enggak"ujar Anan.
__ADS_1
Lily tersenyum miring,apa katanya sepupunya itu tadi?dia biasanya tidak pulang malam.Sepupunya ini sepertinya salah orang,haih ini membuat Lily hampir tertawa terbahak bahak.
"Dari mana lo tau kalau gue biasanya gak pulang malem,padahal gue baru disini dan lo bahkan gak tau kehidupan gue diAsutralia gimana?" Sebuah pertanyaan meluncur dari mulut Lily membuat Anan seketika terdiam.
"Ah lo pasti salah orang nan,yang lo maksud tadi pasti sepupu lo yang satunya.Karena gue dari dulu udah biasa pulang malem,kalau gak percaya tanya aja tante Helen"sambung Lily membuat Anan semakin terdiam.
"Anan Anan Anan,bahkan ortu gue aja gak segitunya banget ngurusin gue jadi kenapa lo harus repot repot"ujar Lily.
"Itu karena gue peduli sama lo,dan siapa bilang paman tante gak peduli sama lo?buktinya mereka nyuruh gue buat kesini tungguin lo pulang sekaligus nemanin lo malam ini karena mereka ada urusan keluar kota selama dua hari"saut Anan.
"Itu cuma prosedur aja,lagi pula kalau memang mereka peduli atau setidaknya nganggep gue,pasti mereka bilang langsung atau kirim pesan ke gue kalau mereka mau pergi tapi gak ada tuh"balas Lily.
"Itu bisa aja paman sama tante lupa,
"Udahlah nan,gak usah belain mereka lagi"ujar Lily jengah.
"Gue bukan belain,kenapa lo keras kepala banget sih Lu?coba kurangin keras kepala lo itu supaya lo bisa deket dengan ortu lo"ujar Anan pada Lily.
"Kenapa keras kepala gue harus dikurangin?kenapa gak mereka aja yang lo suruh berubah nan,supaya mau mendekat sama gue"tandas Lily,setelah itu ia benar benar pergi dari area sofa menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar Lily berada.
Hah...
__ADS_1
Anan menghela nafas berat setelah selesai berdebat dengan sepupunya barusan,cowok itu menghepaskan diri kembali duduk diatas sofa.
Anan tahu kalau dirinya tidak seharusnya berkata seperti itu kepada Lily,padahal ia tahu sendiri kalau sepupunya itu sangat sensitif jika sudah membahas tentang sikap atau terkait paman dan tantenya yang merupakan orang tua dari sepupu yang kini tinggal satu satunya itu.
Tapi mau bagaimana lagi,Anan khawatir jika terus begini hubungan antara ketiga orang itu akan benar benar merenggang menurut anan.
Namun sepupu Lily yang satu ini mungkin tak tahu kalau apa yang dikhawatirkannya itu sudah lama terjadi,hubungan Lily dan kedua orang tuanya sudah sangat renggang sejak empat tahun yang lalu.Dimana paman Alan dan istrinya tanpa pikir panjang serta rasa bersalah setuju untuk menandatangani surat permindahan hak asuh untuk Lily kepada Helen,adik bungsu dari ayah Alan dan Lily.
BRAK...
Lagi lagi pintu kamar Lily-lah yang menjadi lampiasan amarah gadis itu, Lily meletakkan tas sekolahnya diatas kasur disusul dirinya sendiri yang berbaring disana.Satu hal yang selalu membuat Lily kesal kepada Anan sejak dulu adalah sifat yang terlalu suka ikut campur cowok itu,
dan setiap Anan ikut campur maka hasilnya pasti membawa kekesalan bagi Lily.Ya walaupun seperti itu Lily tidak bisa membenci Alan seperti kedua orang tuanya karena setidaknya sepupunya itu sering membantunya juga dan setidaknya peduli padanya,meski sifat menyebalkan diatas turut mengikuti.
22.13 malam_
Lily yang awalnya hanya berniat beristirahat sejenak saja akhirnya tanpa sadar tertidur dan baru terbangun disaat angka jam elektroniknya menunjukkan pukul sebelas lewat tiga belas malam,
melihat jam yang tertera itu membuat Lily cepat cepat beranjak dari atas kasurnya dan langsung menuju kedalam kamar mandi.Gadis itu harus rela kedinginan setelah mandi jam segitu,tapi kalau tidak mandi juga Lily tak mau.Selain akan pasti akan gerah karena dirinya sudah beraktivitas seharian diluar rumah dengan seragam sekolahnya,
dan Lily tentu tak sejorok itu.
__ADS_1
Lagi pula air dingin meski membuat badannya menggigil kedinginan tapi bagi otak dan pikirannya,air dingin yang menyiram kepala bisa menjadi salah satu cara penenang yang efektif menurut Lily sendiri