
Suasana kantin nampak ramai dipenuhi oleh murid murid yang memanfaatkan waktu istirahat mereka untuk mengisi perut yang mulai keroncongan setelah beberapa jam melalui waktu belajar didalam kelas.Dan Lily seperti biasa menjadi penghuni kantin,gadis itu tidak duduk satu meja dengan keenam ciwi ciwi ruang 11 yang lain.Lily duduk dengan Alex,Iren,Adam,Jake,Erlan,Axa,serta Jessi.Sedangkan teman teman mereka yang lain duduk dimeja lain yang tak jauh dari posisi mereka.Dan Entah kebetulan atau tidak tapi hari ini meja mereka bersebelahan dengan tempar geng Anan sepupunya Lily dan geng Agnes duduk.Ya Lily hanya berharap tidak ada keributan kali ini,soalnya kedua kubu ini ibarat dua kutub yang sangat bertolak belakang.
Lily kini tengah menikmati bakso yang dipesankan Alex untuknya,namun tiba tiba ia berhenti memakannnya dan melihat disekitar meja dihadapannya.Puk...gadis itu menepuk keningnya pelan,bagaimana Lily bisa lupa membawa susu kotak miliknya yang tadi dia simpan ditas.
"Kenapa?"tanya Alex yang duduk tepat disisi kanannya.
"Gue lupa bawa susu kotak yang ada ditas gue,gimana dong?"saut Lily.
Haih Lily benci kenyataan kalau dia lupa membawa minuman kesukaannya itu.
"Tunggu bentar,gue beliin"
setelah berkata begitu,Alex tanpa banyak bicara langsung beranjak dari tempatnya dan bergegas menuju kearah penjual kantin.Kepergian cowok itu yang terlihat buru buru itu tentu menarik perhatian teman semeja dan meja tetangga.
"Loh itu si Alex mau kemana Ly?"tanya Iren,ketua kelas 12 IPS 5 itu duduk disisi kiri Lily.
"Beliin gue susu kotak,gue lupa bawa"jawab Lily.
"Makanya lain kali diinget,udah tau lo kayak gak bisa lepas dari minuman yang satu itu"ujar Iren,mirip emak emak yang sedang menasehati anaknya yang pelupa.
"Iya mak,lain kali gue gak bakal lupa lagi kok"ujar Lily.
Tak berselang lama Alex sudah kembali dengan membawa 4 buah susu kotak varian coklat ditangannya, cowok itu duduk ditempatnya semula lalu meletakkan tiga susu kotak diatas meja sedangkan yang satunya langsung menusukkan selang kecil yang tersedia kedalam lubang tempat selang kecil itu masuk dan setelah itu menyerahkannya kepada Lily.
"Nih minum"ujar Alex terdengar lembut.
"Thanks Lex"ujar Lily dengan senang hati langsung meminum minuman kesukaannya itu.Raut wajah Lily nampak cerah menimati susu rasa varian coklat itu,membuat teman- temannya terkekeh.
"Cks,lo udah kayak bocah aja Ly.
Girangnya kelewatan kalau udah dapat minum susu"komentar Axa.
"Tau tuh,seenak itu emang bagi lo itu susu coklat?"tanya Jessi.
"Hum"saut Lily singkat,matanya malah terfokus pada tiga kotak susu coklat yang tersisa diatas meja.
__ADS_1
"Lex yang itu lo beli buat siapa?"tanya Lily sambil menunjuk kearah yang dimaksud.
"Buat lo lah,buat siapa lagi.Yang suka sama tuh minumankan cuma lo doang disini"saut Alex acuh tak acuh,sembari melirik mangkok bakso milik Lily yang masih terisi hampir setengahnya.
Lily yang sadarpun langsung mendorong mangkok baksonya kesamping telat didepan Alex.
"Habisin Lex,gue udah kenyang"ujar Lily.
"Oke"
Tanpa banyak berfikir,Alex langsung menyantap isi mangkok bakso Lily itu.
"Lo berdua kenapa pacaran aja sih?
tingkah laku lo bedua udah cocok padahal"ujar Adam,suara bariton cowok itu cukup keras sehingga sedikit terdengar ke meja tetangga alis meja Anan-Agnes dkk.
Membuat penghuni meja tetangga itu menoleh kearah meja Lily dkk seperti ingin tahu siapa yang Adam maksud.
"Lo mau pacaran sama gue Lex?" pertanyaan itu keluar dari mulut Lily dengan bebasnya,tak sadar apa kalau ada tiga orang dari meja sebelah yang sudah mulai tumbuh tanduk mendengar pertanyaannya itu.
Alex terkekeh mendengar ceplas ceplos dari Lily,ia tahu kalau cewek disebelahnya ini hanya bercanda.
"Jawab ly,jawab"Jake turun dalam permainan.
Lily menggeser arah posisi duduknya sehingga menghadap Alex,gadis itu mengetuk ngetuk dagunya seolah olah tengah berfikir dan menarawang wajah Alex yang tepat dihadapannya. Alex-pun langsung merendahkan sekaligus mendekatkan posisi wajahnya tepat didepan Lily,seperti mempersilahkan gadis itu mengamati wajahnya dengan lebih jelas.
"Jadi gimana?"tanya Alex lagi.
"Wajah lo cakep juga,bisalah masuk kriteria"Lily
"Wow..."
Jawaban dari Lily itu langsung mendapat seruan girang dari satu meja.
"Oh ya,lo juga cantik diliat dari sini"saut Alex tetap pada posisinya.
__ADS_1
Lily menaikan sebelah alisnya dan melipat kedua tangannya didepan.
"Maksud lo liat dari posisi lain,gue gak cantik gitu?"tanya Lily.
"Hayoloh Lex,jangan sampai calon pacar marah dong"Iren yang bicara.
Sepertinya bakat nge-drama anak anak ruang 11 udah mendarah daging sekali.
"Siapa bilang?meski gue merempun,
Wajah cantik lo tetap terbayang"ujar Alex.
"Masuk pak eko"seru Erlan mendengar gombalan maut dari Alex.
"Wah sama dong,wajah tampan lo juga sering masuk kemimpi gua"Lily membalas gombalan yang Alex lontarkan kepadanya.
"Anj*i!Lily ngebales dong!"kini Axa yang berseru.
Alex dan Lily tetap pada posisi wajah mereka yang saling berhadapan dengan jarak yang kurang dari sepuluh centi,keduanya saling beradu tatapan mata.Sama sama tak mau mengalah satu sama lain.Sama sama menunggu siapa yang akan kalah.
(Warning!adegan ini dilakukan oleh profesional,bukan yang baperan!)
Hal ini membuat teman teman mereka semakin semangat menantikan siapa yang akan kalah dalam aksi saling menggoda itu,sedangkan penghuni meja sebelah mulai merasakan kepanasan.
EKHEM...!
Aksi saling beradu tatapan yang dilakukan oleh Liky dan Alex seketika terhenti setelah suara deheman keras dari meja sebelah membuat keduanya spontan melihat kearah asal suara,begitu juga dengan teman semeja mereka yang lain.
"Ngapain Lo Berdua?"Anan-lah yang bertanya dengan penuh pekanan disetiap katanya sambil menatap kearah Lily sang sepupu dan serta Alex.
"Eh nan lo disini?menurut lo gue sama adek lo cocok gak?"tanya Alex sambil langsung merangkul pundak Lily dengan santainya.Alex juga melirik kearah sebelah Anan dimana terlihat Vero yang tengah mengepalkan tangan kuat.Alex suka melihat Vero kepanasan.
"Iya nan gimana?gue sama Alex mau jadian nih"Lily entah sadar atau sengaja menyiram bensin kepada sebuah tungku api.
"Alex!Lily.Jangan Mancing Emosi Gue Disini Ya"Anan hampir kelepasan melupakan emosinya,beruntung Agnes sang kekasih bergerak cepat memegang bahu cowok itu untuk menenangkan sekaligus mengingatkan untuk tak melepaskan emosinya yang meluap.
__ADS_1
Lily menatap mata sepupunya yang nampak memancarkan aura kemarahaan
"Oke,gue cuma bercanda sepupu"ujar Lily mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.