Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 51


__ADS_3

Buk...buk...buk...


Suara samsak yang terkena hantaman keras tinju dan tendangan secara bertubi tubi terdengar memenuhi sebuah ruangan latihan dengan pencahayaan minim,hanya ada dua penghuni ditempat itu saat ini.


Pertama adalah seorang gadis dengan setelan baju beladiri dengan tangan yang dibalut pelindung dari kain,


penghuni kedua adalah seorang gadis juga,namun tidak seperti gadis pertama yang sibuk mengasah tendangan dan pukulannya pada samsak.Gadis kedua ini malah duduk bersila ditengah ring tinju dengan kedua telinga disumpal Airpods,satu tangan menopang dagu,dan satu tangan yang lain memegang hp yang menyala menampilkan vidio mudik dari salah satu grub asal negri ginseng korea selatan.Kedua gadis itu sangat fokus pada kegiatan masing masing dan tak ada satupun yang merasa terusik oleh kehadiran dari masing masing diruangan latihan itu.


"Cks,kuotanya abis lagi"decakan kesal berasal dari gadis kedua terdengar,vidio yang ditayangkan dihp gadis itu berhenti karena kuota internet miliknya habis.


Dengan perasaan dongkol,gadis kedua itu terpaksa mengakhiri kegiatannya sejak hampir sejam lalu diruangan minim pencahayaan itu.Gadis itu membaringkan diri telentang merasa bosan karena tak ada yang biasa ia lakukan kini,kepalanya menoleh kesamping dan menemukan gadis lain yang masih sibuk dengan aktivitasnya dengan samsak tinju itu.


Dalam hati gadis kedua itu merasa sedikit menyesal kenapa dirinya mau mau saja menerima ajakan untuk menemani gadis itu ditempat yang membosankan ini,gadis kedua juga bingung dengan gadis pertama karena bagaimana gadis itu bisa bisanya sepulang latihan karate dari dojo tempatnya didik eh malah latihan lagi ditempat ini.


Buk...buk...buk....


Gadis pertama menghentikan kegiatan memukul dan menendang samsak didepannya karena merasa ada mata yang memperhatikannya,ia menoleh kearah ring dimana penghuni lain ruangan ini ia lihat terakhir kali.


Dan ternyata benar,gadis yang kini dalam posisi berbaring telentang diatas ring itu kini tengah memperhatikan kegiatannya.


Gadis pertama memutuskan mengakhiri kegiatan latihannya dan berjalan mendekat kearah sang teman.


"Ngapain lo tiduran kayak gitu,udah puas nontonin para pacar lo?"tanya gadis pertama kepada gadis kedua.


"Mana ada puas,kuota gue abis"saut gadis kedua dengan raut wajah yang nampak sebal,ia merubah posisinya menjadi duduk dan menyerahkan handuk kecil kepada gadis pertama untuk digunakan menyeka keringat.


"Makanya lain kali beli stok kuota yang banyakan,udah tau lo setiap waktu sibuk nonyonin para pacar lo yang jumlahnya puluhan itu.Eh malah pelit isi kuota atau jangan bilang lo kismin gara gara gak dikasih uang jajan sama mereka"ujar gadis pertama yang kini sudah ikut naik keatas ring dan duduk disebelah gadis kedua sambil meluruskan kakinya.

__ADS_1


"Mana pernah gue punya masalah sama urusan uang jajan"saut gadis kedua.


"Iya juga sih,uang mereka emang unlimited.Hati kayaknya mines"ujar gadis pertama.


"Bukan kayaknya lagi tapi emang, nyokap gue aja yang masih belum mines"ujar gadis kedua membenarkan.


"Jangan sampai dong itu,yang ada neraka dunia kita makin makin"ujar gadis pertama.


Dan setelah itu keduanya kompak terkekeh seakan ada hal yang lucu dengan percakapan mereka itu padahal mah enggak.


"Xa"


"Hm"


"Lo gak capek latihan beladiri sama tinju mulu?"


"Capek sih iya tapi mau gimana lagi,


Kedua gadis itu adalah Axa dan Jessi,dua siswi SMA Erlangga penghuni ruang 11 alias kelas IPS 5.


Iya Axa si gadis tomboy ahli karate dan Jessi si fangirl K-POP.


"Pertahanan diri ya,tapi kok lo terus terusan jadi samsak sih?"tanya Jessi kembali setelah mendengar jawaban dari Axa.


"Ngeledek nih ceritanya?"Axa


"Mana ada ngeledek,emang kenyataannya gitu"Jessi.

__ADS_1


"Bukannya gitu,gue gak mungkinkan balikin keadaan.Gak mungkinkan gue mukul nyokap gue sendiri?nanti malah disebut anak durhaka gue"Axa.


"Kalau anak bisa dapat jukukan anak durhaka karena ngelawan,orang tua bisa dapet julukan durhaka gak ya kalau terus mukulin anaknya?"


Jessi mengeluarkan pertanyaan yang entah tertuju kepada siapa,karena pertanyaan itu bukan gadis itu tujukan kepada Axa.


"Andai ada orang yang bisa ngejawab dengan bener pertanyaan lo itu Jes, soalnya gue juga penasaran dengan hal itu"ujar Axa.


Hening keduanya terjadi beberapa saat sebelum Jessi bersuara lagi


"Pulang yuk Xa,udah sore"ajak Jessi kepada Axa.


"Yuklah,tapi tunggu gue bersih bersih bentar.Lo pasti gak mau semobil sama orang yang bau keringet"saut Axa.


"Udah jelas ya gak mau lah,lo bersih bersih aja dulu sebersih mungkin.


Baru habis itu kita cabut pulang"ujar Jessi.


"Sebelum pulang,mampir makan dulu gimana?"tawar Axa.


"Ide bagus,gue punya tempat rekomendaris makan baru.Kita makan malam disana aja dulu,habis itu baru lo antar gue pulang"ujar Jessi menyetujui tawaran Axa.


"Kalau gitu deal ya,tunggu disini gue tinggal bentar"


Setelah mengatakan hal itu,Axa beranjak menuruni ring lalu berjalan kearah sebuah pintu disalah satu sisi ruangan.Pintu itu akan membawanya keruangan untuk ganti baju serta tersedia juga disana tempat untuk mandi membersihkan diri dari bekas keringat selama kegiatan latihan berlangsung.


Sedangkan Jessi kembali pada posisinya berbaring terlentang sembari memejamkan mata,ia sudah hafal betul kalau kegiatan bebersih Axa setidaknya akan memakan waktu lima belas menitan.

__ADS_1


Tempat latihan yang kini ditempati oleh Axa dan Jessi adalah sebuah tempat yang didalamnya tersedia berbagai fasilitas pendukung untuk melakukan berbagai aktivitas latihan beladiri serta boxing,tempat ini adalah milik Axa sendiri.Jadi jangan heran jika hanya dia dan Axa saja yang berada ditempat itu sekarang karena meski memiliki fasilitas lumayan,namun sayangnya tempat itu tak terbuka untuk umum.Yang mengetahui tempat ini selain Axa hanya Jessi seorang,bahkan orang tua Axa-pun tak tahu padahal Axa membangun tempat itu menggunakan uang mereka.


Axa yang suka menjahili dan terbawa emosi saat mode lemot serta polosnya Jessi kambuh,namun juga selalu siap menghantam siapa saja yang mengusik gadis itu.Jessi yang selalu menuruti hampir setiap perkataan Axa tanpa bantahan yang berarti,dan selalu banyak bicara jika tengah berdua dengan gadis itu.Jessi dan Axa,kedua gadis yang memang kalau kata penghuni ruang lain itu kayak perangko dan kertas alias nempel terus kemana pergi.Tapi meski begitu tidak ada yang menyangka atau mengetahui bahwa kedekatan serta keterkaitan kedua gadis itu jauh lebih dari yang bisa para teman sekelas dan banyak orang disekitar mereka bayangkan.


__ADS_2