Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 6


__ADS_3

Sebuah mobil melaju menelusuri jalanan ibu kota pada siang itu,


seorang gadis yang menjadi pengemudi mobil itu terlihat sesekali melirik kearah GPS diponsel pintarnya.


Jujur saja kalau gadis itu memang tak terlalu mengenal jalanan yang dilalaui karena fakta kalau ia sudah lama sekali semenjak terakhir kali dirinya berjalan jalan diibu kota negara ini,hal itu karena hidupnya lebih banyak dihabiskan dinegri orang.


Gadis itu adalah Lily Abraham,yang bisa dibilang putri kedua dari tuan Haris Abraham.Kaca mata hitam bertengger dihidung gadis itu,mobil Alan sepupunya itu memang bertipe mobil sport yang bagian atasnya bisa dibuka.Lily membiarkan rambutnya tergerai bebas dihembus oleh angin,


gadis itu memutuskan untuk memanfaatkan jam jam kebebasan dan kebahagiaannya dengan sebaik mungkin.Karena kemungkinan mulai besok akan sulit baginya untuk bisa merasakan angin kebebasan dan kebahagiaan seperti ini lagi,bukan karena berburuk sangka namun itulah yang akan terjadi kedepannya dan dirinya tau pasti hal itu.


Memasuki jalan toll,Lily semakin memacu kecepatan mobilnya tanpa ragu dan menutup bagian atas mobilnya lagi untuk keselamatan.Padahalnya sejujurnya dirinya tak pernah khawatir akan keselamatan nyawanya, bahkan tanpa melakukan hal hal berbahaya seperti itupun nyawanya memang sudah terancam hilang kapan saja bahkan saat ia baru dilahirkan didunia.Paman dan tantenya selalu mengatakan dirinya terlahir istimewa dan sedikit berbeda dengan anak anak lain seusia dirinya,ridme detak jantungnya berbeda begitu kata dokter padanya.


Benar saking istimewanya dirinya,ia tidak bisa melakukan banyak hal. Kalau tidak Dia akan berulah,dan saat Dia berulah maka itu artinya alarm bahaya bagi kelangsungan hidup Lily.Dan karena keistimewaan itu pula-lah mungkin kenapa dua orang yang sangat jelas didalam tubuh Lily mengalir darah mereka,namun kedua orang itu selalu bertingkah kalau dirinya tidak ada.


Ditempat lain tapi masih dijalanan___

__ADS_1


Alan mengemudikan mobil milik Jaka kawannya yang sengaja dirinya pinjam untuk mengantar kekasihnya pulang,


namun pikiran cowok itu nampaknya sejak tadi tidak pernah ada ditempat melainkan melayang jauh entah kemana.


"Apa yang kamu pikirkan ay?"sebelum suara pacarnya menyadarkannya sejenak,Agnes nama pacar Alan itu mengetahui sejak tadi kalau pikiran sang kekasih entah kemana.


"Aku tidak mikirin apapun kok Nes"jawab Alan pelan,tidak meyakinkan dipendengaran Agnes.


"Jangan berbohong,aku tahu kamu sedang berbohong Alan"ujar Agnes.


Huf...Alan menghela nafas pelan kemudian berkata


"Loh kenapa kamu harus mengkhawatirkan kembarannya Lala,bukankah bagus kalau dia tinggal disana dan lagi itu adalah rumah orang tuanya?"tanya Agnes heran.


"Ya menurut kamu atau orang lain diluar sana mungkin kedengarannya bagus,tapi aku tahu itu sama sekali enggak bagus untuk Lily sendiri Nes"ujar Alan yang membuat Agnes bingung karenanya.

__ADS_1


"Maksud kamu?"tanya Agnes kepada Alan.


"Aku gak bisa jelasin sekarang karena ini rada rumit,tapi aku boleh gak minta satu hal sama kamu ay?" ujar Alan menatap penuh harap.


"Minta apa?"tanya Agnes.


"Apapun yang terjadi kedepannya, gimana-pun sifat Lily dan cara bertingkahnya.Kamu jangan pernah ikut ikutan orang lain,kalau mereka menilai sifat Lily dari segi negatif.Dan satu lagi,jangan pernah hubungkan apapun yang berkaitan tentang Lala ke Lili.Cuma itu kok,


jangan tanya apapun lagi soal itu karena suatu saat nanti kamu bakal ngerti.Cukup ingat kalau apa yang terlihat diluar belum tentu begitu didalam"pinta Alan.


"Oke aku paham kok dan bakal aku lakuin itu"saut Agnes menyetujui saja permintaan Alan,meski dirinya dibuat tambah bingung akan hal itu.


Back to Lily___


Mobil milik Alan terparkir ditepi sebuah taman yang letaknya agak kepinggiran kota,taman ini sepertinya bukan taman daerah melainkan hanya perkomplekan biasa saja.Lily gadis yang mengendarai mobik itu tadi,memilih berhenti disana dan sekarang gadis itu tengah duduk sendirian dikursi taman sambil menatap anak anak kompleks sekiran taman itu sedang bermain bersama ditengah taman kecil itu.Anak anak itu nampaknya tengah bermain kejar kejaran,terlihat dari salah seorang anak yang berusaha mengejar teman temannya yang lain.

__ADS_1


"Kenapa orang orang pas anak anak boleh main kejar kejaran kayak gitu ya?sedangkan gue gak boleh tuh"gumam Lily pelan,ia masih memperhatikan kegiatan yang dilakukan anak anak didepannya.


Perhatiannya langsung teralihkan saat mendengar kedatangan gerobak penjual permen kapas disana, senyumnya langsung terukir diwajahnya.Tanpa tunggu lama,Lily beranjak dari kursi taman untuk menghampiri penjual permen kapas itu.Ia langsung memesan dua dan menunggu sebentar agar pesanannya jadi,sebelum akhirnya kembali kekursi taman dimana tadi dirinya duduk dengan dua tangkai permen kapas ditangannya.


__ADS_2