
Lily kini sedang berada dirooftoof sekolah,saat ini sedang jam istirahat dan Lily memilih menghabiskan waktu istirahatnya dengan berdiam diri ditempat sepi itu bersama sebuah buku catatan dan sebuah pulpen ditangannya.
Kalian masih ingat tujuan utama Lily memutuskan pindah dan menetap dinegara kelahirannya ini dengan banyak macam resiko yang menanti,daripada harus kembali ke Australia dimana ia bisa hidup bebas semaunya?itu untuk mencari tahu penyebab sekaligus alasan kenapa saudari kembarnya mengakhiri hidup sendiri.Dan itu bukan hanya sekedar wacana semata saja,Lily memutuskan untuk memulainya hari ini setelah membiarkan cukup banyak waktu yang terbuang selama seminggu terakhir ini.
Namun pikiran Lily kini tampak tumpul,gadis itu tak tahu harus mulai menyelidiki dari mana karena tidak ada sedikitpun petunjuk yang ia tahu.Ia jadi heran sendiri dengan jalan pikiran Lala sebelum bunuh diri,apakah kembarannya itu tidak punya niatan menulis setidaknya satu kata sebagai surat wasiat yang biasanya para pelaku bunuh diri biasa lakukan.Lily jadinya kini hanya bisa berdiri sambil bertumpu pada pembatas rooftoof,menatap halaman kosong buku catatan sambil mengetuk ngetuk dagunya dengan pulpen yang dia genggam.
Disisi lain terlihat Alex yang sedang menaiki satu persatu anak tangga yang terbuat dari semen yang menuju kearah rooftoof berada,dia tidak menemukan Lily tadi dikantin maka dari itu cowok ini bisa menebak dimana gadis itu berada sekarang.
Dan benar saja tebakan Alex,ia langsung bisa melihat gadis yang sejak tadi ia cari cari keberadaannya sedang berdiri memunggunya.
Alex melangkah perlahan sampai akhirnya dirinya bisa berdiri disebelah Lily,namun ia sedikit menyergit saat sadar kalau gadis itu tak menghiraukan keberadannya dan malah fokus menatap buku catatan yang dipegang.Alex melihat dan coba membaca beberapa coretan serta tulisan yang sudah pasti dibuat oleh Lily dengan seksama,baiklah Alex saat ini langsung paham apa yang sedang Lily pikirkan sampai sampai menghiraukan kedatangannya.
"Lo bisa nulis nama nama orang orang yang sering berinteraksi dalam lingkungan dengan mendiang kembaran lo,pada kolom orang orang yang patus dicurigai Ly"ujar Alex mencoba memberi saran.
"Maksud lo para sahabatnya,pacar,dan sepupu atau mungkin ortu gitu?"tanya Lily pada Alex.
"Dekat dilingkungan bukan berarti mereka aja Ly,tapi bisa jadi mungkin musuh atau orang yang berselisih paham dengan mendiang kembaran lo juga"ujar Alex memperbaiki pemahaman Lily atas perkataannya sebelumnya.
"Oh gitu"ujar Lily paham,gadis itu mulai menulis semua nama yang dia tahu dan memiliki kemungkinan berkaitan dengan kembarannya didalam buku catatannya.
Alex mengikuti gerakan tangan dan pulpen Lily yang sedang menulis nama nama orang orang itu,namun alisnya seketika terangkat saat tiba tiba namanya juga ditulis gadis itu disana.
"Kenapa ada nama gue juga coba?"tanya Alex protes.
__ADS_1
Lily berhenti menulis lalu menoleh menatap Alex yang baru saja protes
"Lo bilang tadikan semua orang yang dekat atau juga berselisih dengan kembaran gue,bukannya lo gak akur sama kelompok pertemanannya Lala? jadi sudah jelas nama lo harus masuk,kalau gak terima maka lo harus kasih argument yang meyakinkan supaya nama lo dicoret dari daftar"ujar Lily.
"Argument ya,oke gue punya argument yang jelas buat mencoret nama gue disana"ujar Alex.
"Apa?"tanya Lily meminta argument yang dimaksud oleh Alex itu.
"Gue akuin kalau hubungan gue dengan kelompok pertemanan kembaran serta sepupu lo itu emang agak panas,tapi penyebabnya gak ada sangkut pautnya dengan kembaran lo ataupun para cewek lain dikelompok itu.Bahkan seharusnya Alan dan Jaka juga enggak seharusnya terlibat,itu masalah pribadi gue sama Vero"ujar Alex mulai menjelaskan.
"Bisa ajakan lo ngelibatin kembaran gue karena dia pacarnya Vero?"ujar Lily.
"Gak mungkinlah"bantah Alex langsung.
"Masalah gue dan Vero bisa lo anggap sebagai masalah antar keluarga dan perselisihan ini udah terjadi bahkan jauh sebelum Vero kenal sama kembaran lo,selain itu gue gak pernah sekalipun punya niatan buat bawa orang luar kedalam masalah yang bisa disebut masalah antar keluarga ini.Gua gak sepengecut itu buat ngelibatin orang lain"ujar Alex kepada Lily.
"Trus kenapa yang lain jadi terlibat?"tanya Lily.
"Bukan gue yang libatin,mereka yang ngelibatin diri sendiri kedalam masalah gue sama Vero termasuk kembaran lo karena mereka kelompoknya Vero.Tapi meskipun begitu selain dengan para cowok,gue cuma nganggap para cewek cewek itu angin lalu aja.Bahkan selama kembaran lo masih hidup dan sekolah disini,hampir gak pernah tuh kita ngobrol"lanjut Alex dengan argumentnya.
Lily terdiam sejenak memikirkan argument dari Alex ini,setelah menimbang beberapa saat akhirnya gadis itu mencoret nama Alex yang telah dirinya tulis tadi dibuku catatannya sebagai orang yang patut dicurigai untuk saat ini.
"Oke kali ini nama lo bebas,tapi kalau nanti kedepannya gue menemuin hal yang mencurigakan tentang lo maka lo harus kasih argument yang jauh lebih meyakinkan"ujar Lily pada Alex sehingga cowok itu mengangguk setuju.
__ADS_1
"Deal,gue bakal kasih tahu lo apa masalah yang terjadi antara gue dan Vero kalau sampai lo ngecurigain gue lagi"saut Alex.
Setelah itu Lily dan juga Alex membaca satu persatu nama nama yang telah ditulis oleh Lily dalam buku catatan itu,tiba tiba Alex mengambil alih pulpen ditangan Lily lalu menulis sebuah nama yang tidak Lily ketahui siapa orang itu.
Yura
"Siapa itu Yura?"tanya Lily ingin tahu.
"Yura,cewek itu bisa dibilang saingan kakak lo disekolah ini"jawab Alex memberitahu siapa itu Yura kepada Lily.
"Kembaran gue punya saingan?kok gue gak pernah denger dari ceritanya sih?"tanya Lily dengan nada heran.
Alex mengangkat kedua pundaknya tanda tak tahu tapi cowok itu kemudian berkata
"Gue gak tau pasti sih gimana bisa cewek yang namanya Yura ini disebut sebut sebagai saingannya kembaran lo oleh human sekolah ini,tapi menurut cerita cerita human sekolah ini yang gak sengaja gue dengersih katanya si Yura ini gak suka sama kembaran lo yang selalu jadi nomor satu disekolah"ujar Alex.
"Cuma gara gara itu doang?"tanya Lily.
"Hm,tapi menurut kabar burung juga sih katanya sebelum akhirnya jadi saingan,si Yura ini sama kembaran lo sempat temenan pas awal awal masuk SMA meski beda kelas dan bahkan ada yang bilang cewek itu lebih dulu deket sama kembaran lo dibanding Agnes,Desy,maupun Rora sendiri.Gue sih gak tahu bener apa enggak,tapi bukannya dari semua itu lebih baik si Yura ini juga dimasukin kedaftar juga?"ujar Alex mengakhiri penjelasannya.
Lily dalam hati setuju dengan Alex,
siapapun yang terkait memang harus ada dalam daftar orang orang yang patut dicurigai.Apalagi Alex bilang tadi kalau yang bernama Yura ini adalah saingan kakaknya disekolah, bisa ajakan.
__ADS_1
"Jadi anak kelas mana Yura ini,kok gue belum pernah liat atau denger namanya?"tanya Lily pada Alex.