
Lily menatap mata sepupunya yang nampak memancarkan aura kemarahaan
"Oke,gue cuma bercanda sepupu"ujar Lily mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.
Alex juga segera menyingkirkan tangannya yang merangkul pundak Lily,ia tahu kalau teman perempuannya itu menyerah karena menghindari bom meledak.Tidak begitu asik tapi Alex akan keinginan gadis itu.Sedangkan teman teman keduanya yang lain langsung pura pura melanjutkan kegiatan makan masing masing,seolah olah tak pernah terlibat dalam aksi Lily dan Alex.
Ditengah persitegangan kedua penghuni meja itu,dari jauh terlihat seorang gadis yang tadi pagi sempat menggemparkan sekolah akibat kehadirannya kembali.Dia adalah Yura dan ia tak sendiri karena ada kedua sahabatnya yaitu Ella serta Cristy dikedua sisinya.
"Cewek yang duduk deket Alex itu yang namanya Lily,Ra"Cristy memberitahu.
"Cristy peak,gak usah lo kasih tau juga udah jelas jelas Yura tau yang mana Lily.Orang Yura bisa liat sendiri muka Lily yang plek kek triplek sama kayak mendiang rivalnya"ujar Ella kepada Cristy.
Heran dia kok bisa punya temen se-oon Cristy,padahal udah jelas jelas keliatan jelas banget.
"Ya siapa taukan,gak usah ngatain gue peak dong"ujar Cristy kepada Ella.
"Lah emang faktanya lo peak"saut Ella.
Yura tak menghiraukan keributan kedua sahabatnya itu,meski kupingnya panas karena berada diantara perdebatan yang tak berfaedah dari Ella dan Cristy.Yura lebih memilih lanjut memperhatikan gerak gerik dan tingkah laku Lily sejak tadi.Gerak gerik dan cara bertingkah Lily sangat berbeda dengan sang rival, kembaran Lala itu nampaknya memiliki aura yang berbeda serta pilihan teman bergaul yang unik.
Dari kedua sahabatnya,Yura dapat mengetahui kalau Lily memilih masuk keruang 11 dan menolak dimasukkan keruangan yang lebih baik bahkan ruang kelas mendiang sang kembaran dahulu adalah awal mula merasakan perbedaan pada diri Lily.Ditambah sekarang lihatlah!gadis itu bahkan bisa berteman akrab dengan sosok Alex yang sudah jelas jelas adalah seseorang yang sudah dianggap musuh besar bagi Anan-Agnes dkk.
__ADS_1
"Dia adalah seseorang yang berbeda Yuma"
*Lo benar,dia memang berbeda*batin Yura.
Ella yang menyadari Yura yang terlihat sangat fokus menatap kearah meja yang tak jauh didepan mereka atau lebih tepatnya menatap kearah Lily yang duduk hampir memunggungi mereka,gadis itu langsung memecah fokus perhatian dari sahabatnya itu.
"Fokus banget gue liat liat lo natap si Lily,kalau mau ngajak kenalan sana samperin"ujar Ella kepada Yura.
"Enggak sekarang"jawab Yura yang telah melepaskan tatapannya tadi.
Kini ia menoleh kearah Ella yang bicara padanya.
"Terlalu cepat,lagian gue gak mau hari pertama gue masuk setelah dua minggu enggak.Langsung diisi dengan harus adu bacot dengan anggota gengnya Agnes,apalagi si Desy tuh.
"Iya juga sih,kalau mereka liat lo nyamperin Lily.Udah pasti darah mereka langsung naik keubun-ubun tuh"saut Ella yang mengerti maksud dari perkataan Yura itu.
"Itu lo tahu"ujar Yura.
"Ngomong ngomong soal Desy,doi gak kepanasan apa ya ngeliat Lily deket deket sama Alex?"tanya Cristy.
"So pasti kepanasanlah,liat noh doi dari tadi sering banget ngelirik lirik kearah si Alex.Cuma Alex aja emang dasar mungkin gak sadar or gak peka kalau ada yang merhatiin diem diem"Ella menjawab pertanyaannya Cristy.
__ADS_1
"Tapi menurut gue bukan gak peka or gak sadar sih"ujar Yura.
"Trus apa dong?"tanya Cristy.
"Bisa jadi si Alex tau,tapi doi gak peduli or acuh aja"jawab Yura.
Ketiganya masih terus memperhatikan kedua meja yang ditempati Lily dkk dan Anan-Agnes dkk.
Disisi lain sesuai dengan topik pembicaraan Yura-Cristy-Ella,Desy sejak awal sampai dimeja yang dirinya tempati disebelah meja yang ditempati oleh sekitar 8 murid ruang 11 terus mencuri curi pandang kearah Alex dimeja sebelah.Tak banyak yang tahu dan mungkin akan banyak yang tak menyangka kalau sebenarnya Desy, gadis yang paling anti dengan para penghuni ruang 11 yang dikenal kumpulan berandalan dan murid bermasalah diangkatan serta sekolah ternyata naksir kepada seorang Alex.Iya kalian tak salah baca karena Desy memang suka alias naksir kepada Alex,cowok yang punya julukan bad boy atau troublemaker disekolah.
Selain reputasi Alex yang tidak begitu bagus,faktanya cowok itu juga salah satu musuh besar dari geng pertemanan yang dimana ada Desy didalamnya.Namun entah kenapa dan sangat mengherankan bagaimana Desy bisa menyukai Alex bahkan sejak mereka ada dikelas dua SMA.
Sesuai dengan perkataan Yura dkk juga,Desy sebenarnya sejak tadi merasa panas dengan interaksi yang terlihat dari Alex dan Lily.Desy tak suka melihat Lily yang menurutnya yang sok akrab dan menggoda Alex padahal itu sudah jelas hanya menurutnya saja.Belum lagi saat melihat Alex yang biasanya sangat cuke dan acuh tak acuh pada sekitar seketika bisa begitu peduli dan memperhatikan Lily.Itu semua membuat Desy semakin membenci Lily.
Jika kalian bertanya apakah ada diantara teman teman Desy yang lain yang mengetahui kalau gadis itu menaruh hati kepada Alex?jawabannya tidak.Mungkin?
Desy tentu tak pernah memberitahu teman temannya tentang perasaannya itu karena yang pertama adalah ia tak mau teman temannya menjauhinya karena menyukai seseorang yang dianggap musuh oleh mereka.Yang kedua,mau ditaruh dimana harga dirinya kalau sampai ada yang tahu seorang Desy menyukai salah satu berandalan sekolah.
Disebelah Desy ada pula Vero yang merasa bingung kenapa dirinya merasa sangat tak suka jika Alex terlihat akrab dengan Lily yaitu kembaran dari mendiang kekasihnya.Pemuda itu bahkan sampai menahan emosi dengan cara mengepalkan tangannya erat saat melihat pundak Lily yang dirangkul seenaknya oleh Alex.Vero merasa seperti ingin langsung mematahkan tangan itu,ia tak tau kenapa tapi dirinya ingin melakukan hal itu.
Ini bukan pertama kalinya namun sudah kesekian kalinya dalam beberapa hari terakhir,Vero tak suka jika Lily tersenyum kepada Alex.Vero tak menyukai bagaimana Lily sering menolak ajakan Anan untuk berada dimeja yang sama saat istirahat karena Lily ingin duduk berada dimeja yang sama dengan Alex.
__ADS_1
Vero seharusnya tak berhak dan tak boleh cemburu bukan?tapi kenapa dirinya selalu merasakan cemburu dicampur emosi setiap melihat Lily bersama Alex?Vero-pun tak paham dengan dirinya sendiri.Apakah jangan jangan menyukai Lily?Ah tidak itu tak mungkin.Dihati Vero jelas masih terukir jelas nama Lala mendiang pacarnya disana dan tak akan terganti.