Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 97


__ADS_3

Lily berjalan dilorong kelas dengan langkah teratur,disebelahnya ada Jake yang dengan santainya merangkul pundaknya.Lily membiarkannya saja selama bukan sesuatu tindakan yang membuatnya risih,lagi pula moodnya juga tak mendukung untuk ngomong.


"Lo ternyata diem diem banyak yang tertarik juga ya Ly"ujar Jake dengan suara pelan kepada Lily.


"Hm?"


"Noh dari tadi gue perhatiin banyak cowok cowok dari kelas lain yang ngelirik kearah lo,mana ada yang cara natapnya pengen gue tonjok lagi"lanjut Jake.


"Oh"Lyn menanggapi dengan cuek,dia gak peduli.


Jake yang mendapat respon seadanya dari cewek yang tengah dirangkulnya ini langsung melirik raut wajah Lily sejenak.


*Mood ini anak pagi ini kayaknya beneran gak bagus banget,mode senggol bacok banget tuh muka*batin Jeka saat menyadari ekpresi yang ditunjukkan oleh Lily saat ini tidak seperti biasanya.Jake akhirnya memutuskan untuk tak bersuara lagi disepanjang perjalanan menuju kelas, takut Lily semakin bad mood dan jadiin dia sebagai pelampiasan amarah.


Disisi lain ada tiga siswi dengan mengenakan almamater osis yang memperhatikan Lily dan Jake disepanjang koridor.Mereka adalah Desy,Rora,dan Agnes.


"Kemarin perasaan nempel sama Alex, sekarang malah sama Jake temennya Alex.Nes,bilangin sama Anan supaya ngasih nasehat ke sepupunya biar gak terlalu mudah nempel sama cowok.Beda banget kayak Lala sahabat kita"ujar Rora dengan nada tak suka.


"Bukannya Jake sama Lily juga temenan ya?kan sekelas"ujar Desy mengomentari perkataan Rora.


Agnes sendiri memilih diam memilih tak berkomentar apapun tentang pemandangan yang dirinya lihat didepan,bukan tak peduli namun gadis itu tak mau terlalu ikut campur dalam apapun yang dilakukan sepupu dari kelasihnya itu.Lily adalah gadis yang cerdas dan sangat mampu membedakan mana yang baik ataupun buruk,itu menurut Agnes.


"Nes.Lo denger gue tadi ngomong apa sih,kok malah bengong?"tanya Rora kepada Agnes.

__ADS_1


"Ke ruang osis yuk,Anan dan yang lain udah nunggu disana"ujar Agnes,lalu mengambil langkah terlebih dahulu.


"Ye si Agnes,jawab dulu pertanyaan gue"pinta Rora.


"Udahlah Ra,yuk"ujar Desy yang menarik kawannya itu untuk menyusul Agnes yang terlebih dahulu pergi dari sana.


Kelas 12 IPS 6_


Jake yang masuk dua langkah terlebih dahulu dibanding Lily,langsung meletakkan jari telunjuk didepan bibir.Membuat yang lain yang sudah siap dengan gengaman kertas ditangan masing masing,sepertinya berniat hendak melempar siapapun yang masuk dengan sambutan yang sangat ramah langsung terdiam diposisi masing masing.Beberapa detik berselang,Lily melangkah masuk kedalam kelas dengan aura yang tak begitu mengenakkan.


Gadis itu bahkan tak menyapa Iren yang duduk dimeja guru seperti yang biasa dia lakukan,Lily hanya melangkah langsung menuju ke meja-nya lalu mendudukkan diri disana kemudian merebahkan kepalanya keatas meja menghadap kearah jendela.Tangan tangan anak anak ruang sebelas yang masih menaik diatas langsung turun perlahan kemudian semuanya saling tatap sambil berkomunikasi dengan bahasa tubuh,sama sama penasaran dengan apa yang terjadi dengan Lily.


Iren yang berada dimeja guru langsung memanggil Jake mendekat ke tempatnya dengan isyarat tangan


"Kenapa bocah?"tanya sang ketua kelas dengan suara pelan.


"Gitu ya"


Jake menganggukkan kepala.


"Sana lo boleh duduk"ujar Iren.


Jake-pun menuju ketempat duduknya sendiri,sedangkan Iren beranjak dari tempatnya.

__ADS_1


"Jangan ada yang bertingkah dulu,temen kita kayaknya lagi gak baik pagi ini"ujar Iren pelan dan tenang kepada semua anggotanya,dan ajaibnya semuanya langsung mengangguk patuh tanpa ada satupun raut wajah penentang diantara mereka.Setelah mengatakan hal itu, Iren langsung menghampiri meja Lily dan duduk dibangku kosong disamping bangku yang ditempati gadis itu kali ini.


"Kertasnya simpen buat besok aja guys"ujar Alex kepada rekan rekannya,lalu duduk tenang dibangkunya.Meski tadi sempat berniat menghampiri Lily namun diurungkan,ketua kelasnya lebih pasti paham apa yang harus dilakukan.


Dalam sekejap suasana kelas menjadi tentram,meski masih ada ocehan ocehan yang tak berfaedah daru mulut penghuninya namun tak seheboh biasanya.Yang cewek pada mutusin buat gabung drakoran bareng Jessi dipojok kelas,sedangkan yang cowok sebagian milih molor dan sebagian lainnya memilih untuk mabar dengan suara yang agak ditahan.


Lily membalikkan arah posisi wajahnya dari jendela,saat berbalik ia langsung menemukan Iren yang sudah duduk tenang dibangku kosong disebelahnya sambil membaca sebuah buku yang sepertinya adalah novel.


Iren yang merasa ada yang tengah menatapnya langsung mengalihkan pandangan dari buku ditangannya.


"Are you okay?"


pertanyaan pertama yang meluncur dari mulut gadis itu kepada Lily.


"Not good for now"jawab Lily pelan namun masih bisa didengar oleh Iren.


"Why can't it be good?"tanya Iren.


"My aunt and her fiance,returned to Australia this morning.I was sad because of that, especially I couldn't take them to the airport" ujar Lily.


"No wonder,you don't look good this morning. Don't be too sad,you will still be able to meet them in a time later"ujar Iren kepada Lily.


"I hope so and as soon as possible"ucap Lily.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong,bahasa inggris lo cukup baik Ren"puji Lily.


"Begitukah?terima kasih kalau begitu"ucap Iren.


__ADS_2